"Iya, Saya Kembali lagi ke Surga"

"Iya, Saya Kembali lagi ke Surga"

Ilustrasi © Pemilik Gambar

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

"Salamualaikum. Where are you going, Brother?" tanya seorang berwajah Arab yang saya temui di Gate 3, bandara Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Saya cukup terkejut dan terdiam beberapa saat, sambil mengamati dan mencoba mengingat-ingat jika saya pernah bertemu dengannya sebelumnya. Dan saya yakin saya tak mengenalnya, ataupun pernah bertemu.

"You are Indonesian, right?" dia bertanya lebih lanjut sebelum saya sempat menjawab pertanyaannya yang pertama. "Yes, i am Indonesian, and i am flying back" jawab saya.

Namanya Ibrahim, orang Cairo, Mesir. Dia bercerita bahwa ini adalah kunjungannya yang ke-4 ke Indonesia, dan kali ini dia travelling sendiri. Ibrahim bercerita bagaimana dia telah jatuh cinta dengan Indonesia. "Saya sudah berkunjung ke banyak negara, namun hanya Indonesia yang saya kunjungi lebih dari dua kali" ujarnya dengan bahasa Inggris yang cukup baik.

Kami bercengkerama cukup lama. Dia membanding-mbandingkan negerinya yang tandus, dengan Indonesia yang begitu hijau. "Lihat saja saat anda akan mendarat di Bandara Kairo. Anda melihat sendiri betapa Kairo begitu coklat, kering, dan gersang dari atas" katanya. Saya agak 'malas' sebenarnya membanding-bandingkan Indonesia dengan negara manapun, namun cerita Ibrahim ini menarik juga. "Ketika pesawat anda mendarat di Kairo, anda takkan melihat rumput ataupun pohon hijau. Semuanya coklat dan kering" tambahnya.

Setitik surga di bumi
Setitik surga di bumi

Ibrahim bercerita bagaimana kondisi negaranya yang masih berusaha pulih dari gonjang-ganjing politik sejak 2011 lalu. Pergolakan dan pertentangan politik memang tak pernah sepi dari negeri Piramid ini sejak 2011, mulai demo besar yang menjatuhkan Hosni Mubarak, naiknya penguasa sipil baru yang terpilih lewat pemilu (Muhammad Morsi), hingga kudeta terhadapnya, dan naiknya penguasa militer Jenderal Abdel Fattah El-Sisi.

"Pariwisata memang terpukul sangat hebat" kata Ibrahim yang memang mengelola bisnis pariwisata. Pariwisata adalah sumber pendapatan terbesar ke-2 Mesir setelah minyak dan gas, sementara nomor 3 adalah pendapatan dari remitansi pekerja mesir di luar negeri, dan dari pajak Terusan Suez. Masih menurut Ibrahim, gonjang-ganjing politik dan beratnya ekonomi juga sangat mempengaruhi psikologi sosial masyarakat Mesir, terutama di kota-kota besar yang tiap waktu bergelut memperebutkan kue ekonomi yang semakin kecil.

"Anda pasti sudah melihat sendiri masyarakat Mesir yang kelihatan sekali makin tidak sabaran, mudah marah, dan cenderung tak menghargai tamu" tambahnya. "Beda sekali dengan orang Indonesia yang selalu ramah, murah senyum, dan tak pernah lelah menghargai tamu"

Saya hanya mengangguk-angguk, sambil mencoba mengingat-ingat pengalaman saya selama beberapa hari di Kairo dan Alexandria. Tanpa saya sangka, Ibrahim mengikuti berita-berita di Indonesia. Menurutnya, secara umum politik di Indonesia memang hingar-bingar, namun amat damai, satu hal yang amat sulit terjadi di Mesir.

Pembicaraan kami terhenti karena dia harus segera terbang ke Jakarta, penerbangannya lebih dulu dari penerbangan saya. "Saya pernah melakukan perjalanan darat di Jawa dan Bali. Negeri anda adalah surga", katanya sambil bersalaman dan pergi.

Percakapan singkat 20 menit yang membuat saya sulit tidur selama perjalanan pulang dari Abu Dhabi ke Jakarta. Saya bangga..saya kembali ke surga.

Gambar utama : Champagnekissesxoxo.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah jika sakit
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga20%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang13%
Pilih Tak PeduliTak Peduli7%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi47%
Pilih TerpukauTerpukau13%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

BARU, Waduk Bajulmati Memukau Pengunjung Sebelummnya

BARU, Waduk Bajulmati Memukau Pengunjung

Jamur Tudung Pengantin, Jamur Cantik yang Tumbuh di Indonesia Selanjutnya

Jamur Tudung Pengantin, Jamur Cantik yang Tumbuh di Indonesia

Akhyari Hananto

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.