Fenomena "Blue Fire" Hanya 2 di Dunia, Salah Satunya Ada di Indonesia!

Fenomena "Blue Fire" Hanya 2 di Dunia, Salah Satunya Ada di Indonesia!

Blue Fire Kawah ijen © Telusur Indonesia

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kawah Ijen adalah sebuah danau kawah yang bersifat asam yang berada di puncak Gunung Ijen dengan dengan kedalaman danau 200 meter. Kawah Ijen berada dalam wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Setiap dini hari sekitar pukul 02.00 hingga 04.00, di sekitar kawah dapat dijumpai fenomena blue fire atau api biru, yang menjadi keunikan di tempat ini.

Tidak hanya sebuah danau kawah, Kawah Ijen juga merupakan salah satu kawah paling asam terbesar di dunia. Kawah ini memiliki tingkat keasaman yang sangat tinggi yaitu mendekati nol sehingga bisa melarutkan tubuh manusia dengan cepat.

Siapa yang tahu penampakan ini hanya terjadi di dua tempat di dunia? Hanya ada di Kawah Ijen dan Islandia, mungkin tak banyak yang tahu bahwa Blue Fire atau api biru sejatinya merupakan hasil reaksi dari gas bumi yang bertemu dengan oksigen pada suhu tertentu.

Fenomena Blue Fire yang ada di Kawah Ijen ini mungkin sudah ada sejak ratusan atau bahkan ribuan tahun yang lalu. Namun, keberadaannya baru diketahui oleh masyarakat sekitar 1950-an. Kemungkinan besar penemunya adalah warga lokal yang sedang menambang belerang dikarenakan Kawah Ijen merupakan kawasan tambang belerang tradisional.

Waktu Terbaik Melihat Api Biru

Waktu terbaik untuk berkunjung ke Gunung Ijen adalah di musim kemarau pada bulan Juli sampai September. Pada musim hujan sangat bahaya untuk mendaki karena jalanannya licin. Saat terbaik untuk mendaki gunung pukul 05.000 sampai 06.00 WIB karena di pagi hari matahari belum bersinar terik dan lama perjalanan untuk naik dan turun gunung sekitar empat jam. Pemandangan di pagi hari lebih indah karena banyak kabut yang menyelumuti gunung dan uap belerang belum berbau.

Api biru hanya dapat dilihat pada dini hari di Kawah Ijen, yaitu pada pukul 01.00-02.00, sebelum matahari terbit. Puncak momen keindahan Kawah Ijen terletak pada saat matahari sedang berada di belahan bumi lainnya. Warna terang ini berasal dari tingginya suhu yang ada di kawah tersebut.


Sumber: Diolah dari berbagai Sumber

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga64%
Pilih SedihSedih2%
Pilih SenangSenang5%
Pilih Tak PeduliTak Peduli3%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi4%
Pilih TerpukauTerpukau23%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Di Umur 14 Tahun Anak Ini Jadi Mahasiswa ITB! Sebelummnya

Di Umur 14 Tahun Anak Ini Jadi Mahasiswa ITB!

Mereka yang "Menolak" Sains Selanjutnya

Mereka yang "Menolak" Sains

Agatha Olivia Victoria
@ladygathgath

Agatha Olivia Victoria

flavors.me/narradevictoria

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.