Lupa Sandi?

Lama Menunggu Kabar, Pesawat Tempur Gahar ini Dipastikan Akan Jaga Angkasa Indonesia

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Lama Menunggu Kabar, Pesawat Tempur Gahar ini Dipastikan Akan Jaga Angkasa Indonesia

Indonesia memastikan akan memperkuat pertahanan udaranya dengan membeli 11 unit jet tempur Sukhoi Su-35 buatan Rusia. Jumlah tersebut lebih banyak dari yang sebelumnya direncanakan, yaitu 8 unit.

“Tadi membahas pembelian Sukhoi, (keputusan) sudah final. Setelah itu, kami akan membeli drone (pesawat tak berawak). Selain itu, kami juga membahas masalah regulasi siber,” kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Istana Kepresidenan di Jakarta, Rabu (26/7), seperti yang diberitakan Antara.

Sukhoi SU-35 | Youtube.com
Sukhoi SU-35 | Youtube.com

Menurut Ryamizard, pembelian Su-35 ini telah dinegosiasikan sejak dua tahun lalu dengan pemerintah Rusia. Jika rencana ini terealisasi, Indonesia bakal tercatat sebagai negara pertama di luar Rusia yang menggunakan pesawat Sukhoi SU-35.

Menurut Ryamizard, pembelian pesawat tempur tersebut menggunakan mekanisme imbal dagang antara Indonesia dan Rusia. “Iya, 50 persen offset termasuk membangun pabrik untuk pemeliharaan sendiri — daripada bolak-balik ke sana (Rusia), biayanya mahal,“ jelasnya.

Sukhoi SU-35 | Defence Talk
Sukhoi SU-35 | Defence Talk

Keberadaan pabrik Sukhoi di Indonesia, kata Ryamizard, akan memberikan keuntungan tersendiri karena negara-negara tetangga yang menggunakan Sukhoi, seperti Malaysia dan Vietnam, akan membeli suku cadang dari pabrik di Indonesia. “Jadi, (negara) yang punya Sukhoi, seperti Malaysia dan Vietnam, perbaikannya akan di sini,” ungkapnya.

Sukhoi Su-35 merupakan varian terbaru pengembangan Su-27M yang lama berdinas di lingkungan AU Soviet selama beberapa dekade. Peningkatan terus dilakukan, terutama sistem avionik mereka dalam menghadapi negara-negara Barat yang terus berupaya memata-matai kekuatan tempur mereka. Pesawat ini juga memiliki kemampuan untuk menyerang objek di daratan.

Sukhoi SU-35 | RBTH
Sukhoi SU-35 | RBTH

Sukhoi lantas mencoba melakukan perubahan, mulai dari sistem aerodinamis, avionik, tenaga hingga metode pembuatannya. Agar lebih ringan dan mampu bermanuver di atas udara, pesawat ini mengalami beberapa pengurangan, seperti campuran logam berkekuatan tinggi dan meningkatkan volume bahan bakarnya hingga mampu menampung 11.500 kg avtur.

Dengan pengurangan itu membuat pesawat mampu bermanuver hingga 120 derajat ketika melakukan penyerangan dan meningkatkan kecepatan saat lepas landas maupun mengurangi kecepatan saat mendarat.

Kemampuan tinggi ini mampu dibaca pilot dengan baik lewat sistem serba digital yang terpasang di dalam pesawat, serta mesin Luylka AL-31FM (AL-35F) yang lebih baik dari Su-27.

Sukhoi SU-35 | Anglerfish
Sukhoi SU-35 | Anglerfish



Pesawat ini memiliki kecepatan hingga 1.400 km per jam di atas laut dan 2.400 km per jam di ketinggian 60 ribu kaki. Harga satu unit SU-35 dibanderol antara USD 40 juta (atau setara Rp 505 miliar) hingga USD 65 juta (Rp 821 miliar) untuk membuat satu unit pesawat Su-35 itu.

Kekuatan utama dari Su-35 berada pada sensor mereka. Radar jenis NIIP Tikhomirov Irbis-E diklaim mampu mendeteksi 30 target di udara, 4 objek di darat dengan jarak hingga 400 km.

Pesawat ini dilengkapi 30 mm GSh-30 internal cannon yang mampu menembakkan 150 butir peluru. Terdapat 12 slot yang terdiri dari 2 wingtip rails dan 10 wing dan mampu membawa misil, roket dan bom dengan bobot maksimal 8.000 kg.

Sumber : Antara | Koran Sindo | Merdeka | RBTH

Label:
TNI AU
SU-35
Pilih BanggaBangga74%
Pilih SedihSedih1%
Pilih SenangSenang5%
Pilih Tak PeduliTak Peduli5%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi1%
Pilih TerpukauTerpukau14%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara