Lupa Sandi?

Mantap! RI Ekspor Bumbu Masak ke Arab Saudi Senilai Rp176,14 Juta

Imam Khairul Annas
Imam Khairul Annas
0 Komentar
Mantap! RI Ekspor Bumbu Masak ke Arab Saudi Senilai Rp176,14 Juta

JAKARTA – PT Sasa Inti, produsen bumbu masak nasional, melakukan ekspor perdana ke Arab Saudi berupa bumbu masak senilai USD13.200 atau sebesar Rp176,14 juta.

Keberhasilan ekspor perdana yang difasilitasi Tim Ekonomi dan Perdagangan KJRI Jeddah tersebut diharapkan berlanjut sehingga dapat menyumbang peningkatan nilai ekspor Indonesia. Berdasarkan data UN Comtrade, ekspor bumbu masak yang termasuk kategori komoditas dengan kode HS-21 (miscellaneous edible preparations) terus meningkat dalam lima tahun terakhir. Pada 2016 nilainya USD15,7 juta, naik dibandingkan pada 2015 yaitu senilai USD14,4 juta. Konsul Jenderal RI Jeddah M Hery Saripudin mengatakan, pengapalan perdana oleh PT Sasa Inti telah dilakukan pertengahan Juli dan diperkirakan satu kontainer bumbu masak tersebut akan tiba di Arab Saudi pada 9 Agustus 2017.

“Kami berharap ekspor perdana ini dapat terus ditindaklanjuti secara bertahap dan berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Arab Saudi,” ujarnya, dalam keterangan tertulisnya.

Selama periode Mei-Juni 2017, Tim Ekonomi dan Perdagangan Jeddah aktif dalam membantu PT Sasa Inti dan Sami Farouk Al-Kathiri untuk melakukan pendampingan registrasi produk MSG dan non-MSG dari PT Sasa Inti ke Saudi Food and Drug Authority (SFDA). Perusahaan Sami Farouk Al-Kathiri merupakan importir makanan dan minuman Indonesia yang telah mempunyai rekam jejak sebagai agen dari beberapa produk Indonesia.

“Pendampingan registrasi ini khususnya terkait dengan HS Code dari produk PT Sasa Inti hingga berhasil terdaftar di SFDA Arab Saudi,” ungkap Gunawan, Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah. Perwakilan manajemen dari Sami Farouk Al-Kathiri menyatakan sebanyak lima jenis produk PT Sasa Inti telah berhasil lulus SFDA sehingga diperbolehkan masuk ke pasar Arab Saudi. Produk tersebut, yaitu tepung bumbu ala Kentucky ayam krispy, tepung bakwan, tepung pisang goreng, kaldu ayam, dan kaldu sapi.

PT Sasa Inti diperkenalkan pertama kali oleh Tim Ekonomi dan Perdagangan KJRI Jeddah ke pasar Arab Saudi pada pameran Saudi Food Hotel and Hospitality (SFHH), April 2017. Setelah pameran SFHH, Tim Ekonomi dan Perdagangan KJRI Jeddah intens melakukan komunikasi dan mempertemukan PT Sasa Inti dengan perwakilan Sami Farouk Al-Kathiri. “Indonesia masih memiliki potensi yang besar untuk masuk ke pasar Arab Saudi. Para pengusaha harus terus berupaya meningkatkan kualitas produknya untuk mengisi pasar yang lebih besar di Arab Saudi,” ungkap Gunawan.

Sebelumnya, Tim Ekonomi dan Perdagangan KJRI Jeddah juga berhasil memfasilitasi ekspor perdana biskuit produksi PT Monde Mahkota Biskuit ke Arab Saudi senilai USD19.575 atau Rp261,13 juta. Pengapalan dilakukan pada awal Agustus ini. Perwakilan manajemen PT Monde Mahkota Biskuit Indonesia Lia Oktavia mengatakan, sebelum masuk ke pasar Arab Saudi, PT Monde Mahkota Biskuit telah mendapat mitra dagang dan mengantongi sertifikat SFDA pada Juli 2017.

Sama halnya dengan PT Sasa, PT Monde Mahkota Biskuit diperkenalkan pertama kali pada pameran SFHH. Salah satu perusahaan yang tertarik dengan biskuit Monde adalah Marketer Covoy Trading Est (MCT). Perusahaan ini adalah importir, distributor, dan agen pemasaran di wilayah Arab Saudi.

Sumber: http://economy.okezone.com/read/2017/08/04/320/1749652/mantap-ri-ekspor-bumbu-masak-ke-arab-saudi-senilai-rp176-14-juta

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG IMAM KHAIRUL ANNAS

Islamic University in Madinah - BA in Da'wah and Ushuluddin - Student, Chairman of Indonesian Student Association in Saudi Arabia 2015-2017, Coordinator of Indonesian Student Association in Middle Eas ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie