Lupa Sandi?

Selamat! Pasangan Ganda Campuran Indonesia Raih Gelar Juara di New Zealand Open Grand Prix Gold 2017

Agatha Olivia Victoria
Agatha Olivia Victoria
0 Komentar
Selamat! Pasangan Ganda Campuran Indonesia Raih Gelar Juara di New Zealand Open Grand Prix Gold 2017

Indonesia memang sering menorehkan namanya di berbagai kejuaraan bulutangkis internasional. Salah satunya pada kejuaraan yang baru-baru ini diikuti oleh Indonesia. Berlangsung pada 1-6 Agustus 2017, Indonesia kembali meraih satu gelar pada turnamen  New Zealand Open Grand Prix Gold 2017.

New Zealand Open Grand Prix Gold 2017 dibuka pada tanggal 1 Agustus 2017 dan diikuti oleh 18 negara. Hanya 10 finalis dari 7 negara yang berasal dari China Taipei, Malaysia, Jepang, Indonesia, Thailand, Australia dan Hong Kong yang pada hari ini (6/8) berlaga dalam final demi memperebutkan juara.

Turnamen final digelar pada 6 Agustus 2017 di North Shore Events Centre, Auckland. Dan pada kategori ganda campuran, pasangan Ronald Alexander/Annisa Saufika mengalahkan Sawan Serasinghe/Setyana Mapasa (Australia) dengan skor 21-19, 21-14.

“Kami bersyukur bisa meraih gelar juara, apalagi kami baru berpasangan. Strateginya masih sama dengan pertandingan sebelumnya, dari awal kami bermain menyerang,” ujar Ronald ketika dihubungi Badmintonindonesia.org.

Ini merupakan gelar kedua bagi Annisa Saufika, sebelumnya ia pernah memenangkan kejuaraan bersama Alfian Eko Prasetya pada tahun 2014.

 

Sumber: Badminton Indonesia | NZ Badminton Open

Pilih BanggaBangga62%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang15%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi15%
Pilih TerpukauTerpukau8%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AGATHA OLIVIA VICTORIA

Started as a Communication Student in Universitas Sriwijaya, Palembang. As a girl I’m a courageous one and I love challenge. I love travelling. My soul craves for new experiences and adventures. I w ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara