Wow! Gunung Berapi Tertinggi di Asia Tenggara Ternyata Ada di Indonesia

Wow! Gunung Berapi Tertinggi di Asia Tenggara Ternyata Ada di Indonesia
info gambar utama

Gunung Kerinci merupakan salah satu destinasi pendakian Seven Summits of Indonesia yang terletak di perbatasan Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Jambi. Gunung ini terletak di wilayah Pegunungan Bukit Barisan yang terbentang dari utara hingga selatan pulau Sumatera. Berada di lingkup Taman Nasional terbesar di Indonesia, gunung Kerinci dikelilingi oleh hamparan keindahan alam yang fantastis. Tak hanya fantastis, keindahan alam disana dijamin Indonesia banget. Salah satunya yaitu terdapat bunga khas Indonesia, Rafflesia Arnoldi. Tak hanya bunga raksasa khas Indonesia, kita juga dapat menjumpai fauna khas Indonesia seperti Tapir dan Kuskus. Bagi pecinta burung, Kerinci menjadi salah satu primadona dimana 1.400 jenis burung hidup disana. Indonesia banget, kan.

Memiliki ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut, Kerinci berpredikat sebagai puncak tertinggi di Sumatera. Tak hanya itu, ternyata gunung Kerinci juga merupakan gunung berapi aktif tertinggi di Asia Tenggara. Gunung kerinci merupakan gunung berapi bertipe Strato Volcano dan terakhir kali meletus pada tahun 2009. Di puncak gunung Kerinci terdapat kawah aktif yang berisi air berwarna hijau sedalam 600 meter dan memiliki luas 400 x 120 meter.

Kawah Kerinci
info gambar

Meskipun berstatus gunung berapi aktif, Kerinci masih dibuka untuk pendakian. Bagi Anda yang berminat melakukan pendakian di gunung Kerinci, silakan melakukan perjalanan darat atau udara menuju kota Padang atau Jambi terlebih dahulu. Untuk tiba di pintu masuk pendakian, Anda harus melakukan perjalanan darat menuju Desa Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Berada di ketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut, hawa dingin langsung menyambut Anda. Sesampainya di Desa Kersik Tuo, Anda dapat langsung mulai mendaki melalui Pos Kersik Tuo atau dapat beristirahat terlebih dahulu di homestay milik warga setempat sambil menikmati hijaunya hamparan kebun teh. Tak perlu merogoh kocek terlalu dalam, menginap di homestay milik warga hanya dikenakan biaya Rp 35.000 per malam, lho!

Tugu Macan di Desa Kersik Tuo
info gambar

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini