Ini Makna Dibalik Setiap Lomba 17 Agustus!

Ini Makna Dibalik Setiap Lomba 17 Agustus!

Lomba balap karung © twitter @Leventozgoz

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Lomba dan 17 Agustus merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Perayaan hari kemerdekaan Indonesia tak lengkap bila tanpa adanya lomba, seakan lomba merupakan hal wajib yang harus dilakukan dalam memperingati hari kemerdekaan. Perlombaan 17 Agustus yang biasa diadakan tingkat RT (Rukun Tetangga) selalu menghadirkan gelak tawa masyarakat.

Bagaimana tidak, keseruan dalam setiap lomba dan tingkah lucu para peserta lomba mengundang gelak tawa penonton maupun panitia lomba. Lomba balap karung, makan kerupuk, dan gebuk bantal misalnya. Dibalik keasyikan dan keseruan lomba 17 Agustus terdapat pula makna ditiap lombanya.

Balap karung salah satunya, lomba ini mengigatkan kembali pada masa penjajahan Jepang yang pada saat itu mayoritas pakaian rakyat Indonesia adalah karung goni.

Selanjutnya lomba engrang, “lomba engrang memiliki makna menghina atau mengejak kolonialisme Belanda yang tubuhnya tinggi (jangkung). Mereka main engrang untuk mengejek orang jangkung (Belanda)” kata Sejarawan dan Budayawan JJ Rizal, dilansir suara.com

Sedangkan lomba tarik tambang bukan hanya tentang adu kekuatan. Tanpa tim yang kompak, kemenangan sulit diraih. Oleh karena itu tarik tambang memiliki makna gotong royong, kebersamaan, dan solidaritas masyarakat Indonesia.

Lomba makan kerupuk merupakan penggambaran rakyat Indonesia di masa penjajahan yang mengalami kesulitan pangan. Pada lomba ini tangan peserta harus diikat dan berusaha memakan kerupuk yang diikat.

Sedangkan perlombaan panjat pinang sudah terjadi sejak jaman belanda dahulu, panjat pinang digelar sebagai hiburan saat perayaan-perayaan penting orang Belanda di bumi Indonesia, hajatan dan pesta pernikahan, misalnya. Kala itu juga penduduk pribumi berlomba-lomba mendapatkan hadiah yang digantungkan di puncak pohon pinang sedangkan orang-orang belanda menonton sambil tertawa.


Sumber:suara.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga40%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang20%
Pilih Tak PeduliTak Peduli10%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi20%
Pilih TerpukauTerpukau10%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
ASEAN Literary Festival Yang Keempat Sebelummnya

ASEAN Literary Festival Yang Keempat

Sejarah Hari Ini (9 Agustus 2017) - Museum Keris Nusantara Diresmikan Jokowi Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (9 Agustus 2017) - Museum Keris Nusantara Diresmikan Jokowi

Farida Hasanah
@farida14

Farida Hasanah

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.