ASEAN Food Festival yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah berlangsung selama dua hari mulai hari Sabtu tanggal 5 Agustus 2017 hingga Minggu tanggal 6 Agustus 2017 di kawasan Kota Tua, Jakarta. ASEAN Food Festival juga merupakan acara bermakna untuk menuju ke peringatan ultah ke-50 Pembentukan ASEAN yang jatuh tanggal 8 Agustus 1945. Ratusan pengunjung memadati acara tersebut. Pengunjung yang hadir tidak hanya dari Jakarta dan daerah lain yang ada di Indonesia tetapi juga dari negara lainnya yang sedang jalan-jalan menikmati wisata di kawasan Kota Tua Jakarta. Terdapat sekitar 10 booth yang menyajikan berbagai makanan khas dari 10 negara Asean yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Singapura, Vietnam, Filipina, Laos, Myanmar, dan Kamboja.

Nadjamuddin, Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud menyampaikan bahwa ASEAN Food Festival merupakan inisiatif Pemerintah Indonesia dan acara ini baru pertama kali digelar. Acara ini adalah bentuk diplomasi kuliner kepada masyarakat ASEAN. Dengan makanan atau kuliner, akan memberikan kesan yang mendalam kepada para pengunjung mengenai kuliner yang dimiliki oleh ke 10 negara yang termasuk dalam ASEAN.

Kemendikbud menargetkan bisa menaklukkan sekitar 2000an pengunjung yang datang dalam acara ASEAN Food Festival 2017 tersebut. Dalam acara tersebut pengunjung tidak hanya disuguhkan berbagai makanan tetapi juga bisa mendapatkan informasi mengenai bahan-bahan kuliner di sejumlah negara ASEAN.

Selain itu, pengunjung juga dapat menghadiri Seminar Panji. Dalam Seminar Panji ini pengunjung disajikan mengenai berbagai cerita, tarian, legenda, dan berbagai hal lainnya dari negara Indonesia.

Direktur Sejarah Kemendikbud Triana Wulandari menambahkan “ASEAN Food Festival yang digelar di Kota Tua ini menjadi usaha pemerintah untuk mendorong sejarah serta warisan dunia kepada masyarakat Indonesia, termasuk wisatawan mancanegara yang datang.”

Setelah acara ASEAN Food Festival berakhir, akan digelar Pameran Sejarah Pahlawan dan Tokoh Perempuan di Galeri Nasional pada 7-21 Agustus 2017.

“Melalui beberapa rangkaian acara yang sudah berlangsung, kami harapkan masyarakat Indonesia bisa mengenal sejarah dan budaya bangsa sendiri.” lanjut Triana.


Sumber: http://mediaindonesia.com

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu