Sebagai negara dengan wilayah perairan yang cukup luas, Indonesia tentunya memiliki potensi kelautan yang paling menguntungkan dibanding negara - negara dengan wilayah laut yang lebih kecil. Kekayaan sumber daya alam dari laut tentunya membutuhkan pengelolaan yang lebih maksimal dan efisien sehingga menghasilkan keuntungan yang tidak terkira.  karena itulah, pembangunan maritim dirasa menjadi sesuatu yang perlu untuk dilakukan dengan serius. 

Sejalan dengan hal tersebut, inovasi demi inovasi yang berkaitan dengan dunia kemaritiman terus digalakkan. Salah satu yang akan lahir dari anak bangsa beberapa hari yang akan datang adalah Kapal Pelat Datar yang  riset awalnya dikerjakan dan dipatenkan oleh Universitas Indonesia dan diteruskan oleh Universitas Hasanuddin Makassar.  Kapal ikan pelat datar yang didesain khusus untuk nelaya ini bekerja sama dengan PT Indsutri Kapal Indonesia (IKI) Makassar.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohammad Nasir dalam pernyataannya menyampaikan bahwa dengan adanya kapal pelat datar tersebut, harapannya adalah dapat membangun semangat untuk tumbuh kembang teknologi dan inovasi di daerah – daerah yang didasarkan pada potensi sumber dayanya.  “Seluruh masyarakat, baik itu nelayan atau yang lain, harus sadari perkembangan teknologi. Mari kita gelorakan inovasi pada momen Hakteknas ini,” ucapnya saat melakukan peninjauan pembuatan Kapal Ikan Pelat Datar Berlisensi 10 Gross Tonnage (GT) untuk Nelayan Indonesia di dermaga PT Industri Kapal Indonesia (IKI) Makasar, Minggu (6/8).

Menristekdikti, Mohammad Nasir ketika melakukan peninjauan proyek Kapal Pelat Datar di Makassar, beberapa hari lalu. (ristekdikti.go.id)
Menristekdikti, Mohammad Nasir ketika melakukan peninjauan proyek Kapal Pelat Datar di Makassar, beberapa hari lalu. (ristekdikti.go.id)


Kapal Ikan Nelayan ini memiliki panjang 15 meter, dengan lebar 4 meter dan tinggi 2,8 meter tanpa memiliki lekukan di bodi kapal. Lebih lanjut lagi, kapal ini menggunakan satu bahan baku saja yakni baja, berbeda dengan kapal -  kapal ikan lainnya yang menggunakan fiber atau kayu. Dilihat dari hal tersebut, efisiensi bahan merupakan salah satu yang menguntungkan dari kapal pelat datar ini. Selain itu, jangka waktu pembuatannya pun cukup singkat, yakni satu bulan saja.

“Kapal inovasi buatan anak bangsa ini, nantinya tak hanya digunakan untuk para nelayan, namun bisa juga digunakan untuk petugas polisi patroli di perairan dan juga sebagai kapal pengangkut,” kata Nasir. Rusdi Amin yang juga teknisi kapal pelat datar ini menjelaskan, kapal dilengkapi dengan converter yang bisa mengubah bahan bakar diesel menjadi gas. Keuntungan yang didapat dengan kapal bermesin converter ini dapat menghemat bahan bakar 30 hingga 40%, yang akan bermanfaat bagi sebagian besar nelayan di Indonesia.

Sesuai rencana, kapal pelat datar ini rencananya akan diluncurkan pada puncak perayaan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-22 yang akan berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan pada 10 Agustus 2017 nanti.  Menariknya lagi, pemilihan lokasi di Kota Makassar sebagai puncak perayaan Hakteknas dan peluncuran Kapal Pelat Datar ini akan bertempat di kawasan Central Point of Indonesia, atau titik paling tengah di negeri ini. Pula, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo direncanakan akan menghadiri puncak peringatan Hakteknas sekaligus ikut meresmikan peluncuran kapal pelat datar tersebut. 

*GNFI

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu