Lupa Sandi?

Warga Asing Kagum dengan Toleransi Umat Beragama di Indonesia

Agatha Olivia Victoria
Agatha Olivia Victoria
0 Komentar
Warga Asing Kagum dengan Toleransi Umat Beragama di Indonesia

Indonesia memiliki keberagaman budaya serta agama yang patut dibanggakan. Bagaimana tidak? 250 juta penduduk di Indonesia hidup berdampingan dengan menganut 6 agama dan 1.340 suku yang berbeda-beda.

Hal itu yang membuat banyak warga asing tertarik dengan Indonesia. Termasuk para pemuda. 150 peserta yang berasal dari Indonesia, Jepang, Korea, Kolombia, Malaysia, Filipina, dan Amerika Serikat mengikuti kegiatan Global Peace Youth Interfaith Assembly 2017. Bertemakan Raising Moral and Innovative Leaders for Peace and Development, kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 6-7 Agustus.

Dalam kegiatan ini, 150 peserta diajak berkeliling Jakarta dimulai dari Taman Mini Indonesia Indah. Peserta dari berbagai negara pun terlihat sangat takjub dengan miniatur Indonesia ini. Kebudayaan Indonesia yang sangat beragam disaksikan oleh para peserta di Taman Mini Indonesia Indah. 

Peserta pun turut menyaksikan secara langsung maskot Indonesia yang selama ini mereka dengar hanya dari berita yaitu komodo.

Baca Juga

Tak puas dengan kebudayaan dan keberagaman fauna yang dimiliki Indonesia. Keberagaman agama Indonesia pun menjadi daya tarik peserta dari Jepang, Korea, Kolombia, Malaysia, Filipina, dan Amerika Serikat. Di taman mini, mereka pun berkeliling ke seluruh rumah ibadah yang ada.

Antusias para peserta dari berbagai negara dalam mempelajari ritual keagamaan umat Buddha
Antusias para peserta dari berbagai negara dalam mempelajari ritual keagamaan umat Buddha

Terlihat mereka belajar dengan antusias mengenai ritual dan tempat ibadah para pemeluk agama, bagaimana masyarakat Indonesia begitu harmoni dalam kehidupan beragama dan sehari-hari. Rasa ingin tahu peserta pun sangat kuat tentang hal tersebut. 

"Saya sangat kagum dengan warga Indonesia. Saya tidak mengerti bagaimana caranya mereka sembahyang dengan cara yang berbeda, mempercayai ajaran yang berbeda, tetapi tetap bisa menghargai satu dengan yang lainnya. Saya kira itu akan sulit. Tetapi ternyata tidak untuk masyarakat Indonesia." ujar Mr. Cho, salah satu peserta Global Peace Youth Interfaith Assembly 2017 saat diwawancarai GNFI saat tour berlangsung.

Salah satu peserta dari Amerika juga mengakui bahwa Indonesia terlihat sangat unik dengan keberagamannya yang mempunyai ciri khas masing masing dan ia pun sangat ingin mengetahui seluruh budaya dan kepercayaan di Indonesia.

Kunjungan ke Masjid Istiqlal, Jakarta
Kunjungan ke Masjid Istiqlal, Jakarta

Tak hanya mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah untuk melihat berbagai rumah ibadah di Indonesia, peserta turut mengunjungi Gereja Ketedral dan Masjid Istiqlal. Di kedua tempat peribadatan ini para peserta mendapat penjelasan dan pengetahuan baik sejarah maupun ritual keagamaan yang dilakukan.

Tentunya saya pun bangga bisa menjadi bagian dari bangsa yang beragam ini. Tak banyak negara yang memiliki keberagaman seperti bangsa Indonesia. Maka dari itu sudah sepatutnya kita sebagai warga negara Indonesia, harus menjaga dan menciptakan kerukunan beragama karena di mata dunia Indonesia indah dengan keberagamannya.

Pilih BanggaBangga60%
Pilih SedihSedih4%
Pilih SenangSenang20%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi8%
Pilih TerpukauTerpukau8%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AGATHA OLIVIA VICTORIA

Started as a Communication Student in Universitas Sriwijaya, Palembang. As a girl I’m a courageous one and I love challenge. I love travelling. My soul craves for new experiences and adventures. I w ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie