Lupa Sandi?

2019, Lima Universitas di Indonesia Siap Masuk 500 Besar Dunia

Thomas Benmetan
Thomas Benmetan
0 Komentar
2019, Lima Universitas di Indonesia Siap Masuk 500 Besar Dunia

Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) yang jatuh pada tanggal 10 Agustus kali ini memasuki tahun yang ke-22. Dalam pada itu, sejumlah acara diadakan dalam menyongsong perayaan yang dipusatkan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sebagai pelaksana acara menyiapkan sejumlah workshop, seminar, hingga rapat koordinasi yang telah dilaksanakan sejak 8 Agustus 2017. Hal ini tidak lain dan tidak bukan adalah salah satu bentuk komitmen kemenristekdikti untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi kearah yang lebih baik.

Dalam Seminar Internasional dan Workshop yang terlaksana pada 8 Agustus 2017 bertemakan “Strengthen Internal Quality Assurance System Based on Outcomes,” Kemenristekdikti mengundang sejumlah pembicara dari berbagai institusi di dalam maupun luar negeri (seperti) yang turut dihadiri oleh perwakilan dari 54 universitas yang telah terakreditasi A dari berbagai penjuru indonesia.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohammad Nasir dalam sambutannya menyatakan bahwa peningkatan kualitas institusi pendidikan tinggi haruslah berbasis pada keseimbangan antara kompetensi akademik dan keahlian praktikal lainnya. Selain itu, Nasir juga turut menyampaikan tentang target – target Kemenristekdikti dalam dunia pendidikan tinggi.

Menristekdikti, M.Nasir (ristekdikti.go.id)
Menristekdikti, M.Nasir (ristekdikti.go.id)

Salah satunya adalah memacu universitas- universitas di Indonesia untuk bisa masuk ke jajaran ranking dunia. Saat ini, tiga universitas di Indonesia telah bertengger dalam jajaran 300 besar dunia, yakni Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada.  "Targetnya lima perguruan tinggi masuk daftar 500 besar dunia di 2019. Nanti di 2018, Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung bisa masuk 250 besar, Universitas Gadjah Mada bisa masuk 300 besar, Institut Pertanian Bogor dan Universitas Airlangga bisa masuk 500 besar,"  jelas Nasir.

Mengapa ranking universitas perlu untuk dicapai setinggi mungkin?  Menristekdikti menyatakan bahwa pamor  perguruan tinggi  terhadap minat  mahasiswa asing untuk berkuliah di Indonesia bergantung pada rangking dunia yang ditoreh oleh setiap perguruan tinggi. Semakin tinggi ranking yang diperoleh, maka semakin meyakinkan bahwa universitas tersebut memiliki kualitas yang baik dan terjamin bagi para calon mahasiswa.

Peringkat Universitas - Universitas di Indonesia dalam QS World Ranking 2017 - 2018 (kumparan.com)
Peringkat Universitas - Universitas di Indonesia dalam QS World Ranking 2017 - 2018 (kumparan.com)

Untuk itu, Nasir meminta pada Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) untuk terus melakukan pendampingan pada perguruan tinggi dalam kaitannya dengan peningkatan akreditasi, baik itu nasional maupun internasional.  "Saya harap para rektor dan wakil rektor juga berpartisipasi, karena kita mau daya saing bangsa meningkat. Termasuk berpartisipasi dalam memperoleh akreditasi internasional untuk program studinya,” jelas Nasir. Hal tersebut berkaitan dengan upaya untuk memajukan perguruan tinggi agar diakui negara lain, yakni kerjasama dengan lembaga – lembaga akreditasi internasional serta memperbanyak mobilitas staf pengajar atau professor dari luar negeri yang bekerja sama dengan perguruan tinggi dalam negeri.


*GNFI 

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih25%
Pilih SenangSenang8%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi8%
Pilih TerpukauTerpukau8%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG THOMAS BENMETAN

A Fulltime life-learner who lost himself into book, poem, Adventure, travelling, hiking, and social working. Graduated from Faculty of Communication Science, Petra Christian University. Currently pur ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie