Lupa Sandi?

Cita-citaku Menjadi Seorang Dosen Robot

Good News From Indonesia
Good News From Indonesia
0 Komentar
Cita-citaku Menjadi Seorang Dosen Robot

Hai, namaku Muhammad Qois Kiswara . Aku lahir di Trenggalek tangal 13 Desember tahun 2008, sekarang aku berumur 9 tahun. Sekarang menduduki kelas 3. Sekolahku ada di Kelurahan Surodakan, gang Sedap Malam nomor 10, Kota Trenggalek, Jawa Timur, tepatnya di SDIT PERMATA UMMAT. Ayahku bernama Kabul Trikuncahyo, nama ibuku Pipit May Astuti . Ayah dan Ibuku bekerja menjadi guru. Aku mempunyai seorang adik namanya Rifdah Mufida Mahiroh, masih kelompok bermain. Di setiap kelas aku menjuarai peringkat 1 walaupun pernah peringkat 2 satu kali di kelas 1 semester 1.

Cita-citaku menjadi dosen, sebenarnya aku dulu sebelum memilih menjadi dosen memilih menjadi astronot. Cita-cita menjadi astronot karena waktu kelas 1 pernah melihat film Upin Ipin di acara televisi. Karena aku lebih menyukai menjadi dosen akhirnya aku memilih menjadi dosen.

Aku bermimpi ada robot yang bisa berjalan sendiri dan tidak dikendalikan oleh remot saja. Tetapi yang benar – benar menyerupai manusia, bekerja dan membantu segala pekerjaan manusia tanpa kontrol manusia. Keinginanku itu bisa terwujud di INDONESIA ini.

Aku tidak cukup memiliki cita cita menjadi DOSEN robot di indonesia, tetapi aku berlanjut mendirikan Universitas di Indonesia yang menampung anak-anak pecinta robot. Maka itu aku harus belajar dengan sungguh sungguh, karena tanpa belajar aku tidak bisa melanjutkan impianku .

Baca Juga

Di sela-sela cita citaku aku punya hobi menulis . Kalau aku disuruh menulis orang tua atau guruku aku sering menulis tentang robot. Akupun suka menggambar robotnya . Karena semua itulah yang mendorong keinginan kuat cita-citaku menjadi dosen robot. Di sekolahku kadang aku suka mengarang dalam hati tentang robot ciptaanku lalu aku menceritakanya ke temanku.

Kenapa cita-citaku menjadi dosen robot itu kuat? Karena aku pernah melihat di acara televisi, membuat robot itu perlu keahlian dan ketelitian. Karena itu aku juga ingin membuat penduduk Indonesia nantinya mempunyai ketelitian dan ahli dalam sesuatu yang susah.

Aku senang dalam pelajaran Matematika, ayahku juga bilang membuat robot perlu keahlian Matematika, karena itu juga aku ingin mengajak anak-anak Indonesia lebih menyukai pelajaran Matematika. Karena pelajaran Matematika itu mudah kalau mempelajarinya dengan sungguh-sungguh.

Pernah mengira kalau pelajaran Matematika sangat susah, setelah memahami isi dan mempelajarinya dengan teliti ternyata pelajaran Matemaika itu mudah. Jika hanya membacanya dengan buru-buru Matemaika itu terasa sulit . Oleh karena itu kenapa mempunyai cita-cita menjadi dosen robot, karena untuk menyeimbangkan kesukaanku dan cita citaku.

Oh iya kenapa aku punya cita cita itu? 1. Karena aku suka pelajaran Matematika, 2. Kerena dulu aku mempunyai robot yang rusak lalu aku membuatnya tapi tidak sesuai dengan yang sebelumnya, 3. Aku punya mimpi untuk merubah kehidupan penduduk Indonesia agar lebih baik .

Aku juga bisa mengotak atik benda dan meneliti mesin dan bisa membuatnya seperti itu. Itulah yang akan kuterapkan nanti, pemikir, pencipta dan perakit. Kenapa harus mempunyai teknik Matematika? Karena kita harus bisa mensesuaikan tinggi dan lebarnya dan kerumitan lain. Kalau tidak bisa menggunakan teknik Matematika robot itu tidak bisa berjalan sesuai bayanganku.

Tapi ingat kawan, robot juga tidak hanya bisa berjalan dengan hanya mengandalkan Matematika. Semua pelajaran harus kita pahami dengan baik. Dengan itu membuat robot bisa bagus dan disenangi orang karena semua ilmu ada di dalamnya.

Dosen itu perlu mengajari muridnya dengan teliti supaya muridnya bisa memahaminya. Jika dosen tidak mengajari muridnya dengan sabar muridnya tidak akan pandai. Itulah aku nantinya. Sehingga semua cinta Matematika, cinta robot dan bisa bersekolah di Universitasku dengan senang dan mampu menjadi pemikir untuk negara Indonesiaku tercinta.

Telah membaca karyaku semoga anda bisa menyukainya.

TERIMA KASIH

Informasi artikel ini diikutsertakan dalam kompetisi Impianku untuk Indonesia.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi50%
Pilih TerpukauTerpukau50%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG GOOD NEWS FROM INDONESIA

Akun resmi GNFI ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata