Lupa Sandi?

Media Arab Saudi Bersemangat Promosikan Trade Expo Indonesia 2017. Kenapa?

Wahyu Aji
Wahyu Aji
0 Komentar
Media Arab Saudi Bersemangat Promosikan Trade Expo Indonesia 2017. Kenapa?

Oktober 2017 nanti, tepatnya selama lima hari sejak tanggal 11, akan digelar sebuah pameran dagang terbesar di Indonesia, Trade Indonesia Expo 2017. Pameran ini secara rutin diadakan, dan tahun ini menginjak pelaksanaan ke 32. Bertempat di Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, Banten, diharapkan ajang ini mampu meningkatkan ekspor Indonesia ke berbagai negara.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, gelaran TEI 2016 lalu berhasil membukukan nilai transaksi sebesar 1,02 miliar dollar AS dengan total jumlah pengunjung 15.567 orang dari 125 negara. Tahun ini, pemerintah menargetkan pencapaian yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Untuk itu, berbagai upaya dilakukan. Terutama untuk memprosikan dan menarik minat calon peserta.

Salah satu upaya yang cukup efektif dilakukan oleh Konsulat Jenderal RI di Jeddah, Arab Saudi, dengan mengajak media di negara tersebut untuk mempromosikan TEI 2017.

Baca Juga

Informasi ini pun direspon positif oleh kalangan usaha dan media di Arab Saudi.

“Indonesia merupakan mitra dagang yang strategis dan tempat tujuan investasi yang menarik bagi para pebisnis Arab Saudi, kami akan membantu menyebarkan informasi pameran dagang ini kepada jaringan kami,” ujar Ahmad Alghamdi, Humas Kantor Dagang Saudi, Cabang Jeddah pada pertemuan dengan KJRI dengan media setempat di Jeddah 8 Agustus lalu. 

“Perdagangan Indonesia dan Saudi sangat aktif dan investasi pebisnis Arab Saudi sudah masuk di banyak sektor, saya kira pembaca kami perlu mengetahui lebih dalam tentang Indonesia dan pasti kami akan sampaikan tentang Trade Expo Indonesia 2017 ini,” ungkap Rana Hakim, wartawati al-Iqtishodiyah, harian khusus bisnis dan perdagangan terkemuka di Arab Saudi. Turut hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan harian berbahasa Inggris Saudi Gazette dan harian al-Madinah.

Pertemuan yang diinisasi oleh Tim Ekonomi dan Perdagangan KJRI Jeddah memaparkan TEI 2017 yang di dalamnya akan diikuti oleh lebih dari 300 produk dan layanan Indonesia, yang terbagi dalam tujuh zona produk, mulai dari bahan dasar seperti rempah-rempahan hingga elektronik.

Konsul Jenderal RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin menyampaikan harapan agar partisipasi pebisnis Arab Saudi pada kesempatan kali ini meningkat. “Tahun lalu, khusus pebisnis Arab Saudi wilayah barat yang menjadi daerah akreditasi KJRI Jeddah saja, terdapat 93 orang peserta. Kami berharap tahun ini lebih dari seratus pebisnis Arab Saudi yang akan berpartisipasi dalam TEI,” ujar Hery.

Jajaran KBRI Jeddah bersama awak Media Arab Saudi
Jajaran KBRI Jeddah bersama awak Media Arab Saudi (foto: KJRI Jeddah)

Pertemuan ini merupakan salah satu rangkaian upaya KJRI Jeddah menarik minat pebisnis Arab Saudi untuk mengikuti TEI. Sebelumnya telah dilakukan road show dan presentasi kepada Kantor-kantor dagang Arab Saudi, seperti Kantor Dagang Madinah, Kantor Dagang Mekkah, dan Kantor Dagang Al-Baha. Setelah pertemuan ini akan dilakukan presentasi dengan Kantor Dagang Arab Saudi cabang Yanbu. 

Neraca perdagangan Indonesia dan Arab Saudi menunjukkan tren kenaikan positif sebesar 13,76% atau meningkat dari USD 468 juta di tahun 2016 menjadi USD 532,5 juta tahun 2017 ini. Produk-produk Indonesia yang mendapatkan respon positif pasar Saudi adalah udang, tekstil, sepatu, produk otomotif dan perhiasan. Khusus tahun 2017 terdapat lima produsen Indonesia yang melakukan ekspor Perdana ke Arab Saudi, salah satunya PT Sasa Inti yang mengekspor bumbu-bumbu khas Indonesia.

Sumber: Press Rilis KJRI Jeddah untuk GNFI

Pilih BanggaBangga75%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi13%
Pilih TerpukauTerpukau13%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG WAHYU AJI

Good News from Indonesia ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie