Bermula dari penerbangan perdana N-250 Gatotkaca pada 10 Agustus 1995 di Bandung, sejak saat itu setiap tanggal 10 Agustus diperingati sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas).  N-250 sendiri merupakan hasil karya para ilmuwan tanah air yang menjadi bukti bahwa Indonesia mampu mengembangkan teknologi tingkat tinggi kelas dunia. 

Tahun ini, peringatan Harteknas dipusatkan di Makassar, Sulawesi Selatan. Dimeriahkan dengan pameran bertajuk Ritech Expo 2017 yang menampilkan berbagai hasil riset dan produk inovasi unggulan dari perguruan tinggi, lembaga riset, industri, hingga para inovator Indonesia. 

Selama empat hari sejak tanggal 10 Agustus 2017, berbagai produk teknologi unggulan dipamerkan. Apa saja produk teknologi unggulan itu? Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Pemindai Aktivitas Otak 4D 

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar) 

Ditemukan oleh Dr. Warsito P Taruno, merupakan alat pemindai aktivitas otak pertama di dunia yang bisa melakukan pemindaian terhadap aktivitas otak manusia secara empat dimensi dan realtime. Alat ini dinamakan 4D Brain Activity Scanner yang berbasis Electrical Camacitance Volume Tomography (ECVT) dan telah dipatenkan di lembaga paten dunia WIPO/PTO sejak tahun 2006.

Dengan alat ini, abnormalitas pada otak manusia dapat dilihat, sehingga dapat diketahui apakah seseorang memiliki penyakit tertentu seperti epilepsi dan alzheimer. 

2. Drone Alap-Alap

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Namanya cukup sangar, alap-alap, seekor burung pemangsa dari keluarga falconidae. Alap-alap yang dipemerkan pada ajang Harteknas ini adalah sebuah pesawat udara nir awak (Puna) atau drone karya Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). 

Drone alap-alap mampu terbang selama tujuh jam nonstop dengan total jarak jelajah 623 km. Bersifat auto pilot, keberadaan pilot utamanya hanya untuk membantu proses lepas landas dan mendarat. Ketinggian maksimal drone berbahan bakar Pertamax ini bisa mencapai 9000 kaki (2,7 km). Dengan berbagai keunggulan ini, alap-alap sangat efisien sekaligus efektif untuk melakukan misi pemetaan, pengawasan, hingga pertahanan. 

3. Simulator Cockpit N-219

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

N-219 adalah pesawat generasi kedua yang dibuat perekayasa Indonesia setelah N-250. Berkapasitas 19 penumpang, pesawat ini didesain sebagai pesawat perintis, penghubung daerah terpencil dan pulau-pulau kecil yang jumlahnya sangat banyak di Indonesia.  N-219 mampu mendarat di landasan tanah, berumput, atau berkerikil sekalipun, dengan panjang landasarn 600 meter saja.  Bahkan saat ini juga sedang disiapkan versi amfibi multifungsi, sehingga kelak dapat mendarat di sungai, danau, dan laut. 

Seluruh proses sertifikasi diharapkan selesai tahun ini, sehingga produksi pesawat bisa dimulai pada 2018. 

Di ajang Ritech Expo 2017, pengunjung dapat menjajal rasanya berada di balik kemudi pesawat yang merupakan pesaing Yunshuji-12 buatan Tiongkok dan DHC6 Viking Air produksi Kanada ini. Karena simulator cockpit N-219 akan diboyong oleh PTDI ke Makassar.  

4. Panser Anoa Amphibious

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Kendaraan pengangkut personel sedang atau medium personel carrier yang dinamai Anoa ini adalah kendaraan militer lapis baja buatan PT Pindad (Persero). Sejak diproduksi tahun 2006, selain digunakan oleh TNI, militer berbagai negara juga tercatat sebagai penggunanya, antara lain Malaysia, Brunei, dan Oman.

Awal 2017 lalu, versi amfibi dari Anoa diuji coba langsung oleh Presiden Joko Widodo di danau Mabes TNI,  Cilangkap. 

Panser Anoa Amphibious didesain untuk bisa melintasi berbagai wilayah Indonesia, terutama di daerah pedalaman yang medannya sangat berat. Di atas air, panser yang namanya diambil dari satwa endemik Sulawesi Tenggara ini, dapat bermanuver dan melaju dengan kecepatan 10 km/jam serta mengangkut 10 orang personel.

5. Motor Listrik Gesits

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Inilah motor kebanggaan Indonesia. Dan yang lebih mantab lagi, Gesits menggunakan listrik sebagai energi penggeraknya, bukan lagi bahan bakar minyak. 

Motor garapan ITS dan Garansindo ini mampu menempuh jarak 80 - 100 km untuk sekali pengisian baterai (waktu untuk mengisi baterai 1,5 - 3 jam), dan memiliki kecepatan hingga 100 km (setara motor BBM 125 cc). Menariknya, untuk memantau kecepatan dan status baterai bisa menggunakan ponsel pintar. 

Tertarik, harganya dibanderol Rp 15 juta dan sudah bisa dibeli tahun 2018. 

6. Kapal Pelat Datar

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Kapal ukuran 10 GT (gross ton) ini memiliki panjang 15 meter. Dapat digunakan sebagai kapal nelayan, kapal pengangkut, hingga patroli perairan. 

Inilah kapal besutan anak bangsa, yang riset awalnya dikerjakan dan dipatenkan oleh Universitas Indonesia, kemudian diteruskan oleh Universitas Hasanuddin, Makassar. 

Kapal ini memiliki berbagai keunggulan, antara lain lebih murah dengan kualitas yang jauh lebih kuat karena menggunakan baja. Sebagai perbandingan, biasanya kapal ukuran 10 GT yang menggunakan fiber harganya mencapai Rp 420 juta, sedangkan kapal pelat datar paling mahal hanya Rp 275 juta saja. Selain itu, karena menggunakan baja daya tahan kapal ini bisa mencapai 20 tahun, dua kali lifetime kapal berbahan fiber atau kayu. Desain pelat dasar juga membuatnya lebih hemat dalam konsumsi bahan bakar.  Selain itu, bahan materialnya 100 persen lokal.

Dan yang lebih spesial, kapal ini akan diluncurkan bersamaan dengan peringatan Harteknas ke-22 di Makassar. 

Maju terus dan makin bangkit teknologi Indonesia!

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu