Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK) selama ini dikenal sebagai kawasan yang mewadahi berbagai lembaga – lembaga riset terkemuka di bangsa ini seperti LIPI, BATAN dan sebagainya. berada dibawah naungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), PUSPIPTEK yang didirikan pada 1 Oktober 1976 berfokus pada optimalisasi riset yang tersinergikan dari berbagai pusat penelitian yang ada di kawasan tersebut.

Namun siapa sangka, PUSPIPTEK tidak hanya mewadahi lembaga – lembaga tersebtu saja. Sejak satu tahun silam, PUSPIPTEK melahirkan sebuah konsep baru yang memungkinkan setiap pihak di luar lembaga – lembaga riset di yang ingin mengajukan inovasi mereka ke level yang lebih tinggi, yakni komersialisasi dan publikasi yang meluas. Diresmikan pada 4 April 2016, Technology Based Incubation Center (TBIC) merupakan sarana untuk menginkubasi calon pengusaha pemula yang berbasis teknologi.

 “TBIC ini tugasnya adalah untuk menghilirisasi hasil riset yang dikerjakan tidak hanya oleh lembaga – lembaga di puspiptek, namun juga masyarakat luas. Dalam pelaksanaan inkubasi, ada berbagai pembinaan yang dilakukan untuk mengembangkan hasil riset dan memantapkan produk tersebut agar bisa dikomersilkan ke masyarakat,” jelas Edi Margana, Kepala Sub Bidang Pengelolaan Data dan Informasi Bidang Kerja Sama PUSPIPTEK.

TBIC bekerja sebagai wadah untuk pengayaan, pelatihan dan pemantapan produk sebelum akhinya dikenalkan secara lebih luas kepada khalayak. Hasil – hasil inovasi yang masuk incubator TBIC pun beragam, mulai dari bidang pangan, kesehatan, pertanian, hingga infrastruktur. Animo masyarakat pun cukup tinggi. Baru berusia satu tahun, TBIC telah berhasil menginkubasi kurang lebih empat puluh unit kewirausahawan dengan cukup mantap.

beberapa produk hasil inkubasi TBIC yang dipromosikan di Ritech Expo 2017
beberapa produk hasil inkubasi TBIC yang dipromosikan di Ritech Expo 2017

Siapapun bebas untuk mengirimkan proposal pengajuan agar inovasinya bisa masuk ke inkubator TBIC. Jika diterima, maka peserta akan mengikuti berbagai kegiatan dan pelatihan, mulai dari pre inkubasi, ko inkubasi teknologi, fasilitas post inkubasi dan fasilitas diseminasi IPTEK. Prosesnya memakan waktu sekitar 7 hingga 12 bulan hingga benar – benar matang dan siap untuk dipasarkan. Hal tersebut memang sesuai dengan fokus dari TBIC PUSPIPTEK yakni dalam bidang penumbuhan, fasilitasi dan komersialisasi wirausaha dengan basis teknologi.

Beberapa tenatn hasil inkubasi TBIC PUSPIPTEKDIKTI tahap 2
Beberapa tenant hasil inkubasi TBIC PUSPIPTEKDIKTI tahap 2

Itulah mengapa PUSPIPTEK kerap membawa berbagai macam produk hasil inkubasi TBIC untuk diperkenalkan dalam berbagai kesempatan. Pada Ritech Expo 2017, PUSPIPTEK menampilkan beberapa produk hasil inkubasi TBIC, seperti Black Garlic dan Beras Sehat. Pada momen itu pula, TBIC digaungkan agar semakin banyak hasil inovasi yang datang dan masuk ke incubator TBIC di tahun – tahun berikutnya. Dengan demikian, potensi pengembangan teknologi, ilmu pengetahuan dan inovasi yang berbasis kewirausahawan dari anak – anak bangsa bisa semakin terlihat dan dikenal oleh banyak pihak.

Fasilitas – fasilitas seperti inilah yang memang sangat dibutuhkan oleh anak – anak bangsa saat ini. terkadang, inovasi yang dimiliki dimiliki sangat banyak, namun kesulitan mencari wadah untuk mengembangkan dan memantapkan hasil inovasi tersebut hingga  menjadi sesuatu yang berguna dan bisa dilemparkan ke masyarakat untuk dimanfaatkan. TBIC yang diwadahi oleh PUSPIPTEK merupakan sebuah medium yang cukup tepat untuk setiap anak – anak bangsa yang ingin agar karyanya tidak hanya berhenti sebagai ide dan tataran konsep, melainkan bisa diwujudnyatakan menjadi sesuatu yang berguna bagi masyarakat. Sebab, mengutip kata Menristekdikti Mohammad Nasir beberapa waktu lalu, riset tidak boleh berhenti diperpustakaan. Harus ada komersialisasi dan publikasi agar bisa dikenal masyarakat luas.  


*GNFI 

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu