IDN UK: Bersaing Lewat Kolaborasi Inovasi Riset Kesehatan

IDN UK: Bersaing Lewat Kolaborasi Inovasi Riset Kesehatan
info gambar utama

Meningkatnya status ekonomi negara dari penghasilan rendah ke menengah membawa dampak kesehatan. Saat ini Indonesia menghadapi tantangan “beban ganda”. Angka penyakit kronik melesat akibat perubahan gaya hidup selagi penyakit infeksi masih merajalela.

Sayangnya, belum banyak teknologi karya anak bangsa yang berperan mengatasi masalah- masalah tersebut. Sebanyak 97% peralatan medis di Indonesia merupakan produk impor. Padahal, produk impor belum tentu terjangkau maupun cocok guna.

Indonesian Diaspora Network United Kingdom (IDN UK) menyadari krusialnya inovasi teknologi yang berangkat dari penelitian. Melalui Gugus Tugas Kesehatan (Health Task Force), IDN UK bersinergi dengan Nusantara Innovation Forum (NIF), organisasi nonprofit berbasis London yang mewadahi edukasi dan jejaring para peneliti diaspora Indonesia di UK.

Guna mengingatkan hal tersebut,Indonesian Diaspora Network United Kingdom (IDN UK) akan hadir di Indonesia dalam acara Kongres Diaspora IV yang akan digelar pada hari Selasa, 22 Agustus 2017 pukul 15.00 bertempat di Ruang Rapha 3 Lantai 2, Hotel JW Luwansa.

Bertemakan “Collaborative Approach to Health Research Innovation" narasumber dari Kemenristekdikti dan Kemenkes akan turut memaparkan ekosistem pendanaan, kerja sama industri, sertifikasi, dan distribusi produk riset kesehatan di Indonesia. Kemudian, Garuda 45 sebagai tim peneliti akan memaparkan terobosan teknologi deteksi tuberkulosis yang mereka kembangkan di UK. Perwakilan NIF akan berbicara mengenai inisiasi forum edukasi dan pangkalan data peneliti Indonesia di UK.

Selanjutnya, diskusi panel membahas inisiatif kerja sama dengan pemerintah kota Surabaya
sebagai tindak lanjut paparan program diaspora. Program ini meliputi penyaluran informasi langkah-langkah hilirisasi produk penelitian kepada para peneliti Indonesia di luar negeri. Selain itu, dibentuk wadah networking untuk menjembatani sinergi lintas bidang dengan sesama peneliti maupun profesional.

Pada sesi tersebut juga akan diadakan forum-forum diskusi untuk menstimulasi arah penelitian sehingga menjawab permasalahan dalam negeri. Hasil yang diharapkan berupa portofolio produk riset inovatif bernilai ekonomi dan berdaya saing tinggi.

Melalui gerakan ini, diaspora UK mendukung tercapainya Sasaran Strategis Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) 2015-2019 untuk meningkatkan jumlah paket hasil penelitian di bidang kesehatan dan obat, serta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk meningkatkan hasil penelitian yang didaftarkan HKI sebanyak 35 buah.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini