Bus Tingkat Wisata Madinah dengan 8 Bahasa, salah satunya Bahasa Indonesia

Bus Tingkat Wisata Madinah dengan 8 Bahasa, salah satunya Bahasa Indonesia

Bus Tingkat Wisata City Sightseeing Al Madinah © Imam Khairul Annas

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Ada yang baru di Madinah. Kota Nabi ini kini memiliki bus tingkat yang bisa membawa peziarah atau pelancong berkeliling menikmati situs sejarah Islam dan ikon Kota Madinah.

Warnanya eye catching, merah dan kuning. Saya berkesempatan menjajal bus yang baru diluncurkan Juni lalu ini. Temperatur udara yang menyengat hinga 45 derajat Celsius tidak mengurungkan niat saya mencobanya. Pantas saja bus ini sepi penumpang.

Saat saya menaikinya hanya ada enam penumpang di bagian bawah, sebuah keluarga dan lima penumpang di bagian atas bus, termasuk saya dan dua rekan jurnalis. Kami naik dari pemberhentian pertama di depan Masjid Nabawi.

Di sini ada pos untuk membeli tiket. Petugas dengan ramah akan melayani pengunjung. Sebagian besar menggunakan bahasa Arab, namun mereka memahami dan bisa menggunakan bahasa Inggris meski terbatas.

Di lantai dua bus, saya memilih duduk di bagian yang tertutup. Di cuaca ekstrem ini, pilihan bijak memilih duduk di ruang yang berpendingin udara.

Sebelum melaju, petugas membagikan headset kepada masing-masing penumpang. Warna headset senada dengan warna bus, yakni merah dan kuning.

Headset ini berguna untuk mendengarkan penjelasan singkat mengenai lokasi-lokasi yang disinggahi. Layanan ini tersedia dalam delapan bahasa, yakni bahasa Indonesia, Prancis, Inggris, Arab, Urdu, Turki, Iran dan Melayu. Untuk anak-anak, penjelasan diberikan dalam bahasa Inggris dan Arab. Soket untuk headset tersedia di masing-masing baris tempat duduk.

Bus melaju dengan halus dan perlahan. Ada 11 destinasi, yakni Masjid Nabawi, Al Baqi, Al Manakh Square dan Al Salam Gate. Kemudian, Gunung Uhud, Al Noor Mall, Masjid Al Qiblatayn, Lokasi Perang Parit, Masjid Quba, dan Stasiun Kereta Hijaz. Ingin turun dan menyambangi Al Noor Mall? Tak perlu khawatir, pengunjung bisa turun di halte yang tersedia. Jika sudah selesai, tunggu bus berikutnya untuk melanjutkan perjalanan.

Ya, bus ini menggunakan sistem hp on-hop off. Artinya, pengunjung bisa turun-naik di lokasi yang dilewati. Jangan lupa simpan tiket Anda.

Perjalanan berlangsung selama 1,5 jam. Untuk menikmati wisata keliling Madinah, pengunjung bisa membeli paket perjalanan selama 24 jam, 48 jam dan 72 jam. Untuk paket 24 jam, satu orang dewasa dikenakan biaya 80 riyal, anak-anak lima-12 tahun dan pelajar dikenakan biaya 40 riyal, dan keluarga dengan dua orang dewasa dan dua anak dibanderol 200 riyal. Dengan asumsi satu riyal Rp 3.565, maka satu orang dewas dikenakan tarif Rp 385.200.

Paket 48 jam untuk dewasa 120 riyal, anak-anak dan pelajar 60 riyal dan keluarga sebesar 300 riyal. Sedangkan paket 72 jam untuk dewasa 150 riyal, anak-anak dan pelajar 80 riyal, dan keluarga 360 riyal. Beruntungnya, saya saat itu mendapat diskon setengah harga sehingga hanya membayar 40 riyal!

Tiket bisa dibeli dengan uang tunai atau kartu kredit di kios , di mal besar atau di dalam bus. Tiket juga tersedia secara daring di www.city-sightseeing.com.

Perjalanan berlangsung setiap hari setelah shalat subuh dan hingga waktu isya. Bus berangkat setiap 25-30 menit. Bus ini juga ramah pada pengguna kursi roda. Layanan Wi-Fi gratis juga ada.

Jika Anda berkesempatan menyambangi Kota Suci Madinah Al Munawwarah tak ada ruginya menaiki bus ala wisata di Eropa ini. (Ditulis oleh Oleh : Wartawan Republikaa.co.id, Ani Nursalikah dari Madinah)

Sumber: Republika

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang100%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Lembaga Urusan Islam dan Waqaf PEA Akan Datangkan Lebih Banyak Imam Masjid dari Indonesia Sebelummnya

Lembaga Urusan Islam dan Waqaf PEA Akan Datangkan Lebih Banyak Imam Masjid dari Indonesia

Sejarah Hari Ini (11 Juli 1977) - Pasar Seni Ancol, Lapak Seniman Memamerkan Karya Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (11 Juli 1977) - Pasar Seni Ancol, Lapak Seniman Memamerkan Karya

Imam Khairul Annas
@imamkhairul

Imam Khairul Annas

Imamkhairulannas.wordpress.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.