Mobil Dinas Pemerintah Kota Surabaya Pelopori Penggunaan Bahan Bakar Gas

Mobil Dinas Pemerintah Kota Surabaya Pelopori Penggunaan Bahan Bakar Gas
info gambar utama

Mobil dinas di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan dipasang konverter kit gas. Jenis kendaraan yang akan diubah dengan bahan bakar gas tersebut adalah 125 mobil dinas berbahan bakar bensin dan 46 Kijang Toyota baru. Pemasangan bahan bakar gas ini sendiri merupakan bentuk pelaksanaan sosialisasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) bersama Pemkot Surabaya.

“Pemkot Surabaya akan menindaklanjuti dengan pemasangan konverter kit pada mobil dinas Pemkot secara bertahap mulai Selasa besok (29/8/),” kata Noer Oemarijati selaku Kepala Bagian Layanan Pengadaan dan Pengelolaan Aset Kota Surabaya pada DetikNews.

Menurut Noer Oermarjati, terdapat 100 unit mobil dinas yang akan dipasangi alat tersebut. kebanyakan dari mobil dinas tersebut adalah kendaraan keluaran tahun 2010 keatas, termasuk juga Innova keluaran terbaru dan mobil dinas hasil pengembalian dari DPRD Surabaya. Pemkot Surabaya sendiri sudah memiliki 25 unit mobil dinas yang sebelumnya sudah dilengkapi converter di luar 100 mobil dinas tersebut.

“Nantinya akan ada 125 mobil dinas Pemkot Surabaya dengan alat converter. Namun demikian, sejauh ini konverter hanya bisa dipasang di mobdin berbahan bakar bensin. Sementara mobil dinas dengan mesin diesel belum bisa dipasangi converter,” tambah Noer Oemarijati.

Misbachul Munir, Area Head PGN Surabaya mengatakan bahwa manfaat pemakaian ini adalah untuk mendukung program langit biru. Selain itu, pengguna bahan bakar gas tersebut juga dapat menghemat pengeluaran biaya energi kendaraannya. Pasalnya, setara per liter harga gas untuk kendaraan di SPBG PGN seharga Rp 4500/lsp.

“Pengguna akan mendapatkan manfaat efisiensi dari digunakannya konverter kit, 1 tahun penghematan yang bisa dicapai adalah Rp 1,5 juta, atau 20% - 40% dibanding bbm non subsidi,” ujar Misbachul Munir.

Pendistribusian dan pemasangan konverter kit ini sudah sesuai dengan Surat Keputusan Menteri ESDM Republik Indonesia no.8103.K/12MEM/2016 tanggal 30 Desember 2016, PGN dibantu oleh PT Gagas Energi Indonesia selaku anak perusahaan yang mengoperasikan SPBG dan PT Autogas. Selain di Surabaya, Kementerian ESDM juga akan menugaskan pembagian konverter ini di seluruh wilayah Jawa Timur, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Lampung.

“Selain ramah lingkungan, program ini juga merupakan upaya diversifikasi energi juga menyukseskan program bauran energi yang dicanangkan pemerintah,” tambah Misbachul Munir.

Untuk tahun 2017, jumlah konverter yang dibagikan sebanyak 2.000 unit. Untuk wilayah Jawa Timur, ESDM memberikan alokasi sebanyak 341 unit yang akan dibagi untuk wilayah Surabaya dan Gresik. Konverter kit yang dibagikan mempunyai sistem bi-fuel, sehingga si pemakai tidak perlu mengkhawatirkan akan kehabisan gas di di tengah jalan karena dapat dialihkan ke bbm.

Hingga tahun 2017, PGN telah membuktikan komitmennya sebagai BUMN yang fokus kepada penyaluran gas bumi. PGN telah membangun infrastruktur dengan menambah jaringan pipa gas hingga 7.282 kilometer atau setara dengan 80 % dari infrastruktur gas bumi di Indonesia. PGN juga sudah menyalurkan gas bumi secara langsung kepada 151.293 pelanggan domestik yang terbagi menjadi 1.658 pelanggan industri manufaktur berskala besar dan pembangkit listrik. Pelanggan industri manufaktur tersebut yaitu terdiri dari 1.927 pelanggan sektor UMKM, komersial, hotel, rumah sakit, restoran, dan rumah makan, serta 147.708 pelanggan rumah tangga. Hal tersebut menandakan bahwa PGN telah menyalurkan gas bumi secara keseluruhan sebesar 747,42 BBTUD yang menjangkau 19 kota di Indonesia.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini