Dirahasiakan atau dipublikasikan?

Dirahasiakan atau dipublikasikan?
info gambar utama

Beberapa waktu yang lalu, aku akhirnya mendapat kesempatan untuk ber-vakansi! Setelah sekian lama menghabiskan waktu dengan bekerja non-stop, akhirnya aku mencuri-curi waktu agar bisa escape ke suatu tempat di Indonesia, dan akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke bagian Timur Indonesia, yang terkenal akan kecantikan dan kekayaan alam-nya, Maumere, Nusa Tenggara Timur.

Perjalanan yang membutuhkan waktu sekitar kurang lebih 5 jam dengan transit di Pulau Dewata, akhirnya aku menginjakkan kakiku di tanah Maumere. Daerah Indonesia Timur yang ramah orang-orangnya dan kekayaan alam yang masih asli, belum terjamah oleh tangan manusia. Aku berkesempatan untuk menelusuri sedikit bagian Maumere, dengan menggunakan mobil, aku berhasil pergi ke Pantai Koka, di daerah Paga, Kabupaten Sikka, Maumere.

Menelusuri surga dunia, perlu melalui medan yang tidaklah mudah, letak Pantai Koka cukup jauh dari letak hotelku, 40 menit dengan kendaraan roda empat. Pantai yang sangat indah, pasir putih, laut biru, ombak yang walaupun kencang tapi membuat hati tenang, terdapat bukit hijau yang bisa didaki, agar kita dapat melihat keindahan yang akan melekat di hati. Akupun menghabisi waktu disana dengan perasaan senang, jauh dari teknologi dan notifikasi media sosial.

Aku berbagi cerita dengan warga setempat, aku yang bertanya-tanya, mengapa tempat seindah ini masih kosong, tidak banyak turis yang berkeliaran, belum banyak publikasinya di dunia maya, belum banyak dijadikan sebagai must visit, oleh traveler lokal. Akupun tahu tentang pantai ini dari resepsionis hotel.

Seorang bapak bercerita, bahwa sudah banyak yang mencoba untuk infiltrasi pantai ini, ingin mengubah surga tersebut menjadi lahan pribadi, lahan komersial yang dijual untuk kalangan terbatas, namun warga sekitar bertahan, tidak mau menjual lahannya, walapun tawaran pundi rupiah yang menggiurkan. Mereka pun khawatir apabila terpublikasikan, akan banyak orang yang datang, dan mulai mengotori dengan tangan-tangan jahat mereka.

Aku yang mendokumentasikan keindahan Pantai Koka dengan kameraku, inginnya mengurungkan niat untuk mem-publikasikan nya ke dunia maya. "Dinikmati sendiri saja, buatlah videonya, namun kalau bisa ya dinikmati sendiri saja, biarlah ada di hati saja, agar tak tercemar". Begitu kata seorang penjual es kelapa dan mie instan yang sangat ramah terhadapku.

Pantai Koka hanyalah satu dari ribuan keindahan Indonesia, yang seharusnya kita terus jaga, sayangi, dan hormati keberadaannya. Bukannya mengotori dengan tujuan komersil, padahal hasilnya, bisa saja nihil.

Ber-vakansi lah, nikmati Indonesia namun tidak lupa untuk senantiasa menjaga keindahannya. Berbagi dan saling mengingatkan, untuk tetap menghargai segala kecantikannya.

*foto diambil pribadi, tidak menggunakan filter apapun. Indah alami!


Sumber:

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini