Wayang Kancil, Karya Seni Nusantara yang Tenar di Negeri Orang

Wayang Kancil, Karya Seni Nusantara yang Tenar di Negeri Orang

Mbah Ledjar dengan Wayang Kancil di rumahnya Sosrokusuman, Suryatmajan, Danurejan, Yogyakarta 31 Agustus 2017 ©Herlambang Jati Kusumo

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Di era saat ini bisa dikatakan minat anak muda terhadap wayang menurun. Wayang kulit yang sudah umum dikalangan masyarakatpun dapat dikatakan sangat minim pentas, mungkin hanya saat perayaan acara-acara besar. Terlebih Wayang Kancil, yang mungkin masih sangat sedikit orang yang mengenalnya. Tidak jauh berbeda dengan wayang kulit, wayang kancil juga dibuat dari kulit kerbau. Memainkanpun tak jauh berbeda dengan diiringi gamelan, namun terkadang wayang kancil juga dapat dimainkan tanpa gamelan.

Ki Ledjar Subroto atau kerap disapa Mbah Ledjar (78) adalah pembuat wayang kancil itu sejak tahun 1980. Di rumahnya di kampong Sosrokusuman, Suryatmajan, Danurejan, Yogyakarta, setiap harinya Mbah Ledjar membuat wayang Kancil, namun akhir-akhir ini diusianya yang sudah tidak lagi muda dan sering jatuh sakit, Mbah Ledjar terkadang beristirahat untuk membuat wayang Kancil.

Berbagai penghargaan telah ia peroleh dengan membuat wayang Kancil itu. Salah satunya sebagai Pelopor Pelestarian & Pengembang Wayang Kancil. Penghargaan Kebudayaan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pun pernah ia peroleh. Tak heran Mbah Ledjar memperoleh berbagai penghargaan itu, karena pesan yang ingin disampaikan melalui media Wayang Kancil itu sangat baik. “Saya membuat Wayang Kancil awalnya mengenalkan budi pekerti pada anak-anak dan untuk meluruskan cerita tentang Kancil yang salah dikalangan masyarakat,” ungkap Mbah Ledjar.

Hingga saat ini ratusan atau bahkan ribuan wayang telah ia buat dengan berbagai karakter hewan maupun terkadang tokoh-tokoh dunia. Wayang Kancil pun telah sampai dberbagai Negara seperti Jepang, Belanda, Jerman, Inggris, dan beberapa Negara Eropa lainnya. Eksistensi Wayang Kancil diluar negeri cukup tinggi, namun di Indonesia sendiri malah kurang. “Ya kalau diluar malah lebih dihargai, daripada disini,” ungkap Mbah Ledjar.

Hingga saat ini pun Wayang Kancil masih eksis di luar negeri. Karena fisik Mbah Ledjar yang sudah tidak seperti dulu lagi, akhirnya dilanjutkan cucunya untuk bermain wayang Kancil, dan terakhir tampil di jepang. Mulai dari museum yang mengundangnya, hingga instansi pendidikan. Mbah Ledjar berharap agar Wayang Kancil akan terus bertahan termasuk di negeri sendiri.

Tulis berita baik Anda di sini..


Sumber:

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga33%
Pilih SedihSedih33%
Pilih SenangSenang11%
Pilih Tak PeduliTak Peduli11%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau11%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Dirahasiakan atau dipublikasikan? Sebelummnya

Dirahasiakan atau dipublikasikan?

Wow! Indonesia Menjadi Salah Satu Negara  Penghasil Batu Bara Terbesar di Dunia Selanjutnya

Wow! Indonesia Menjadi Salah Satu Negara Penghasil Batu Bara Terbesar di Dunia

Herlambang Jati Kusumo
@herlambangjati

Herlambang Jati Kusumo

jatiherlambang.wordpress.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.