5 Langkah Nyata Indonesia untuk Rohingya

5 Langkah Nyata Indonesia untuk Rohingya

Aksi unjuk rasa masyarakat Indonesia menentang krisis kemanusiaan di Rohingya, Myanmar. Foto/ilustrasi © tirto.id

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Krisis di Rohingya telah menaruh perhatian yang besar pada masyarakat dunia, khususnya di Indonesia. Semenjak kabar mengenai konflik Rohingya mencuat ke permukaan, terjadi seruan perdamaian di sejumlah daerah di Indonesia. Segala bentuk bantuanpun digalakan demi membantu sesama manusia walau bukan setanah air.

Ketua Setara Institute Hendardi mengatakan Indonesia harus memelopori intervensi kemanusiaan untuk menyelamatkan Rohingnya dari ancaman genosida.

“Atas nama kemanusiaan, pemerintah Indonesia harus menjadi pelopor penanganan Rohingya,” ujarnya.

Menghadapi krisis kemanusiaan yang terjadi di Myanmar itu, Indonesia pun didesak mengambil peran. Presiden Joko Widodo tak tinggal diam. Sang Presiden langsung melakukan langkah dalam menanggapi hal tersebut. Ada 4 hal yang telah dilakukan pemerintah Indonesia terkait krisis di Rohingya, Myanmar.

Utus Menteri Luar Negeri

Seperti yang telah diketahui, menteri luar negeri hari ini telah tiba di Myanmar memenuhi utusan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Kedatangannya di Myanmar untuk menyerukan penghentian kekerasan etnis di Rohingya.

Sejak konflik kembali pecah, Retno Marsudi terus berkomunikasi dengan pemerintah Myanmar. Indonesia mendorong agar Myanmar segera mengendalikan keamanan di Rakhine State, sehingga tidak perlu lagi ada korban warga sipil Rohingya.

Retno sudah berkomunikasi dengan National Security Advisor Myanmar dan Menteri Luar Negeri Bangladesh. Kedua negara ini tidak boleh terpisah dalam penyelesaian masalah kemanusiaan warga Rohingya.

Resmikan Bantuan Kemanusiaan

Sebagai bentuk bantuan nyata, Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, meresmikan aliansi lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang kemanusiaan untuk membantu krisis humaniter terhadap etnis Rohingya dan warga sipil terdampak konflik di Rakhine, Myanmar. Peresmian itu dilakukan pada Kamis 31 Agustus, hampir satu pekan pasca-konflik bersenjata teranyar yang pecah di Rakhine.

Beberapa anggota AKIM meliputi Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Palang Merah Indonesia, PKPU, dan Aksi Cepat Tanggap.

Program itu akan memberikan sejumlah bentuk bantuan humaniter dan pengembangan kapasitas untuk area dan masyarakat yang terdampak konflik di Rakhine.

Dirikan Rumah Sakit

Pemerintah Indonesia mengungkap bahwa saat ini tengah mengembangkan proyek pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan untuk etnis Rohingya dan warga sipil terdampak konflik di Rakhine, Myanmar. Hal itu diutarakan oleh pemerintah, satu pekan pascabentrokan bersenjata antara tentara pemerintah dengan kelompok pemberontak Rohingya yang menewaskan sekitar 100 orang.

Pendirian rumah sakit merupakan proyek yang dikembangkan oleh pemerintah Indonesia, bekerja sama dengan sejumlah organisasi asal Tanah Air.

“Pemerintah tengah mengembangkan proyek pembangunan rumah sakit Indonesia di Negara Bagian Rakhine. Pembangunan itu sudah mendapat izin dari pemerintah pusat Myanmar dan otoritas daerah di Rakhine,” ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi di Kemlu RI, Kamis (31/8/2017).

Menlu Retno melanjutkan, proyek pembangunan itu merupakan salah satu bentuk komitmen Indonesia untuk terus mendorong pembangunan konstruktif serta mengupayakan pemulihan masyarakat yang terdampak konflik bersenjata di Rakhine.

Redam Kekerasan

Indonesia mendapat permintaan khusus dari Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gutteres.

Pada 1 september 2017 lalu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah berkomunikasi melalui sambungan telepon dengan Gutteres.

Pada perbincangan itu, Retno banyak membahas perkembangan konflik Rohingya. Gutteres rupanya menaruh perhatian khusus pada peristiwa ini.

Gutteres juga tahu betul apa saja yang sudah dilakukan Indonesia untuk meredam konflik di Rakhine State. Karena itu, Gutteres meminta Indonesia terus menjalankan peran dalam menghentikan konflik itu.

Kirim Daging Kurban

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengirim hewan kurban berupa sapi dan kambing kepada warga Rohingya, Myanmar, saat Idul Adha 1438 Hijriah, Jumat 1 September 2017. Pengiriman langsung dipimpin oleh Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka Bidang Pengabdian Masyarakat dan Siaga Bencana, Eko Sulistio.

“Kami juga tengah mengirim tim kami ke Myanmar, Rohingnya, kami memberikan sapi dan kambing pas Idul Adha kemarin,” ujar Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault di FX Senayan, Jakarta, Sabtu (2/9/2017).

www.jengpatrol.id

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga33%
Pilih SedihSedih33%
Pilih SenangSenang17%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau17%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
4 Pelajar Indonesia Berhasil Bawa Pulang 7 Medali  di Olimpiade Sains Internasional Sebelummnya

4 Pelajar Indonesia Berhasil Bawa Pulang 7 Medali di Olimpiade Sains Internasional

Pohon Pengantin Salatiga, Pohon Kesepian Penyatu Dua Insan Selanjutnya

Pohon Pengantin Salatiga, Pohon Kesepian Penyatu Dua Insan

Maria Umma Dewi
@mariaumma

Maria Umma Dewi

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.