Langkah Indonesia untuk Menyudahi Konflik Myanmar

Langkah Indonesia untuk Menyudahi Konflik Myanmar
info gambar utama

Cita-cita Indonesia untuk wujudkan perdamaian dunia, sebagaimana termaktub dalam Undang-undang Dasar 1945 bukan angan-angan belaka. Indonesia tunjukkan kontribusi dalam berbagai persoalan dunia yang mengancam perdamaian. Konflik Rohingya salah satunya.

Berkontribusi dalam penyelesaian krisis kemanusiaan di wilayah Rakhine State, Myanmar menjadi salah satu agenda terkini pemerintah RI. Presiden Joko Widodo telah keluarkan pernyataan untuk membantu penyelesaian konflik tersebut pada Minggu (3/09). Presiden mengirim Menteri Luar Negeri Retno Marsudi ke Myanmar, untuk mendesak pemerintah setempat memberikan hak warga Rakhine.

[Baca juga: Rohingya Bukan yang Pertama, Manusia Perahu Lain Pernah Dirawat Indonesia]

Presiden juga tegaskan pentingnya aksi nyata, dibanding sekadar aksi mengecam pihak tertentu. Berikut pernyataan lengkap Presiden terkait aksi kekerasan dan krisis kemanusiaan di Rakhine State, sebagaimana dilansir Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

  1. Saya dan seluruh rakyat Indonesia, kita menyesalkan aksi kekerasan yang terjadi di Rakhine State, Myanmar.
  2. Perlu sebuah aksi nyata bukan hanya pernyataan kecaman-kecaman. Dan pemerintah berkomitmen terus untuk membantu mengatasi krisis kemanusiaan, bersinergi dengan kekuatan masyarakat sipil di Indonesia dan juga masyarakat internasional.
  3. Saya telah menugaskan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak termasuk Sekretaris Jenderal PBB Bapak Antonio Guterres dan Komisi Penasihat Khusus Untuk Rakhine State, Bapak Kofi Annan.
  4. Dan sore tadi Menteri Luar Negeri telah berangkat ke Myanmar, untuk meminta pemerintah Myanmar agar menghentikan dan mencegah kekerasan, agar memberikan perlindungan kepada semua warga termasuk muslim di Myanmar, dan agar memberikan akses bantuan kemanusiaan.
  5. Untuk penanganan kemanusiaan aspek konflik tersebut, pemerintah telah mengirim bantuan makanan dan obat-obatan. Ini di bulan Januari dan Februari sebanyak 10 kontainer.
  6. Juga telah membangun sekolah di Rakhine State dan juga segera akan membangun rumah sakit yang akan dimulai bulan Oktober yang akan datang di Rakhine State.
  7. Indonesia juga telah menampung pengungsi dan memberikan bantuan yang terbaik.
  8. Saya juga menugaskan Menteri Luar Negeri untuk terbang ke Dhaka, di Bangladesh, dalam rangka menyiapkan bantuan kemanusiaan yang diperlukan pengungsi-pengungsi yang berada di Bangladesh. Kita harapkan minggu ini kita akan mengirim lagi bantuan makanan dan obat-obatan.
  9. Sekali lagi, kekerasan, krisis kemanusiaan ini harus segera dihentikan.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini