Dulunya Tercemar, Kini Sungai Ciliwung Telah Resmi Menjadi Tempat Ekowisata

Dulunya Tercemar, Kini Sungai Ciliwung  Telah Resmi Menjadi Tempat Ekowisata
info gambar utama

Sungai Ciliwung yang mengaliri daerah Ibu Kota dahulunya terkenal dengan sungai yang penuh dengan sampah, terutama sampah rumah tangga. Banyaknya bangunan liar yang berada di pinggiran sungai adalah penyebab utama pencemaran sungai.

Setelah dilakukan penggusuran pemukiman di Kampung Pulo, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu dengan disertai bentrokan antara Satpol PP dan aparat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan warga kampung Pulo. Tujuan penggusuran tak lain ialah mewujudkan cita-cita Pemprov DKI untuk melakukan relokasi sungai ciliwung.

Kini setelah proses relokasi selasai, warga ibu kota dapat melihat dan merasakan perubahan positif keadaan Sungai Ciliwung sebelum dan sesudah adanya penertiban.

Dalam upaya menjaga lingkungan di Sungai Ciliwung, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran & Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) MR Karliansyah menyusuri sungai sambil meresmikan infrastruktur di kawasan Ekoriparian Srengseng Sawah, Minggu, 3 September 2017 lalu.

Selain itu, KLHK juga meresmikan lembaga pengelola Ekoriparian yang tujuan akhirnya adalah mengurangi beban pencemaran Sungai Ciliwung.

Lembaga pengelola Ekoriparian, dengan mengawal rombongan KLHK, perwakilan perusahaan, kelompok peduli lingkungan, dan masyarakat umum untuk melakukan wisata air dengan menyusuri sungai Ciliwung sambil memungut sampah untuk diolah.

Peserta menyusuri sungai mulai dari jembatan Juanda Depok dan berakhir di dermaga Srengseng Sawah selama 2 jam. Nantinya harga tiket ekowisata lingkungan ini dibanderol Rp200 ribu, dan ada paket-paket green camp untuk anak sekolah belajar berkemah ramah air, membuat kompos dari sampah, dan memanfaatkannya untuk bercocok tanam.

Pada kesempatan itu pula, Karliansyah meresmikan beberapa fasilitas yang diberikan oleh perusahaan, yakni pembangunan dermaga dan jogging track dari PT Antam (Persero) Tbk (Antam), serta alat penerangan tenaga surya dari PT Indonesia Power Unit Pembangkitan Priok.

"Tujuan utama dibentuknya Ekoriparian ini agar bermanfaat bagi masyarakat RW1 Srengseng Sawah. Harapannya, menarik pengunjung untuk melakukan arung jeram, jogging bahkan sampai malam. Untuk itu tolong dijaga kebersihannya, tentu tidak akan ada pengunjung kalau lingkungannya kotor karena sampah," ujar Karliansyah.

Dikutip dari: news.metronews.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini