Pemukiman Kumuh di Surabaya, Siapa yang Salah?

Pemukiman Kumuh di Surabaya, Siapa yang Salah?

pemukiman kumuh http://www.arsindo.com/wp-content/uploads/2013/05/masyarakat-miskin-dan-kumuh.jpg

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Pemukiman kumuh merupakan salah satu permasalahan serius di Indonesia, khususnya di ibukota seperti Surabaya. Ini semua masih bisa kita lihat di tempat seperti daerah kali jagir, ngagel, juga sekitar wonokromo.

Masalah ini tidak lain disebabkan oleh tingginya urbanisasi di daerah - daerah tersebut. Banyaknya keinginan masyarakat yang ingin mengadu nasib di ibukota. Tapi tanpa diimbangi kesiapan dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Tentu saja masalah ini bisa fatal jika tetap dibiarkan seperti itu. Pertama, masyarakat di pemukiman kumuh selalu membuang limbahnya di sungai yang berakibat pada penyumbatan saluran air dan banjir. Kedua, air sungai jadi semakin kotor dan tidak sehat yang berakibat polusi air dan udara. Dan yang terakhir tentu saja melambungnya harga tanah dikarenakan kelangkaan lahan.

Lantas siapa yang pantas disalahkan atas dampak yang sudah terjadi? jelas kita tidak bisa mentah - mentah hanya menyalahkan pemerintah. Karena disini pemerintah kota Surabaya sudah memberlakukan kebijakan - kebijakan untuk menekan urbanisasi. Dan kita sebagai masyarakat Surabaya harus juga mendukung penuh, dengan mematuhi kebijakan yang sudah dibuat.

Dan saya berharap di masa depan harmonisasi antara pemerintah dan masyarakatnya bisa terjadi. Dua pihak saling mendukung satu sama lain. Sehingga permasalahan seperti ini bisa ditekan bahkan dibasmi dari kota Surabaya. Amin!

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga8%
Pilih SedihSedih33%
Pilih SenangSenang8%
Pilih Tak PeduliTak Peduli8%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi33%
Pilih TerpukauTerpukau8%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Tempat indah tersembunyi di kota Magelang Sebelummnya

Tempat indah tersembunyi di kota Magelang

53 Tahun ASEAN: Menjawab Tantangan Di Depan Mata Selanjutnya

53 Tahun ASEAN: Menjawab Tantangan Di Depan Mata

Qowiy Puruhito
@qowiydibyo_08

Qowiy Puruhito

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.