Berbekal Keprihatinan, Wisata Lumpur Lapindo Jadi Objek Wisata Unggulan

Berbekal Keprihatinan, Wisata Lumpur Lapindo Jadi Objek Wisata Unggulan

Keterangan Gambar Utama © Pemilik Gambar

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Wisata Lumpur Lapindo – Siapa yang tidak kenal dengan fenomena alam yang satu ini. Bukan hal asing lagi bagi masyarakat Jawa Timur khususnya masyarakat Kabupaten Sidoarjo. Bagaimana tidak, sudah 11 tahun terhitung sejak tanggal 29 Mei 2006 fenomena alam ini menjadi bagian dari kota Delta. Tidak sedikit deraian air mata yang terbuang dari para korban akibat dari terjadinya peristiwa ini. Usut punya usut, berbagai upaya telah dilakukan pihak pemerintah untuk menanggulangi fenomena alam yang menenggelamkan 16 desa di tiga kecamatan ini, diantaranya dengan membuat tanggul untuk membendung area genangan lumpur, membuat jalur aliran lumpur untuk proses pembuangan limbah lumpur ke sungai Brantas yang secara langsung menuju ke laut guna mengurangi volume lumpur yang kian hari semakin bertambah.

Proses pembuatan tanggul
Proses pembuatan tanggul

Seiring berjalannya waktu, kini fenomena alam ini telah disulap menjadi objek pariwisata yang tidak kalah menarik apabila disandingkan dengan objek pariwisata yang lainnya. Hanya dengan bermodalkan tempat yang strategis kini Wisata Lumpur Lapindo menjadi objek pariwisata yang digandrungi oleh wisatawan lokal maupun wisatawan asing.

Sejauh pengalaman penulis, Wisata Lumpur Lapindo memang sangatlah menakjubkan seakan kita diingatkan bahwa sebenarnya kita sebagai manusia biasa sangatlah kecil dan tidak berarti apabila dibandingkan dengan kebesaran Tuhan yang Maha segalanya. Saat penulis berkesempatan mengunjungi objek Wisata Lumpur Lapindo, penulis tidak dapat berkata-kata apapun. Terlihat jelas hamparan lumpur yang telah mengeras dan hembusan angin yang terasa sejuk sedikit menghapuskan rasa gerah akibat terik sang Surya.

Apabila ingin berkunjung ke Wisata Lumpur Lapindo pengunjung tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar karena hingga saat ini tempat ini masih dioperasikan dan dikelola langsung oleh warga sekitar bahkan sebagian warga sekitar menjadikan hal ini sebagai mata pencaharian mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Pengunjung hanya perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp. 15.000 untuk biaya parkir kendaraan karena biaya masuk tidak dipungut biaya alias gratis. Jika pengunjung ingin menjelajah dengan mendekati pusat semburan lumpur yang berada di tengah area, pengunjung dikenakan biaya tambahan sebesar Rp. 25.000 untuk jasa ojek. Jadi objek wisata yang berada di kecamatan Porong ini sangatlah cocok untuk dikunjungi karena dengan biaya yang cukup terjangkau dan yang pasti wisata ini juga menyuguhkan spot-spot yang unik untuk para pengunjung untuk mengabadikan momen lewat sebuah foto. Seperti patung-patung yang berbentuk manusia yang sedang membawa berbagai perabotan rumah tangga, seolah-olah menggambarkan karakter warga sekitar yang menjadi para korban lumpur tersebut.

Spot foto yang unik
Spot foto yang unik

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Banjir_lumpur_panas_Sidoarjo

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga39%
Pilih SedihSedih11%
Pilih SenangSenang11%
Pilih Tak PeduliTak Peduli11%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi17%
Pilih TerpukauTerpukau11%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Peningkatan Target Penurunan Emisi dan Aksi Nyata Indonesia Sebelummnya

Peningkatan Target Penurunan Emisi dan Aksi Nyata Indonesia

Sejarah Hari Ini (4 Agustus 1956) - Uji Coba Bus Ikarus, Transportasi Baru Jakarta Asal Hungaria Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (4 Agustus 1956) - Uji Coba Bus Ikarus, Transportasi Baru Jakarta Asal Hungaria

M Reynaldy Hidayat
@mreynaldyh

M Reynaldy Hidayat

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.