Heritage Tourism of Surabaya

Heritage Tourism of Surabaya

Keterangan Gambar Utama © Pemilik Gambar

Kira – kira apa yang terlintas dipikiranmu ketika mendengar kata Surabaya? Mungkin kalian akan menjawab Kota pahlawan, Kota kenangan, Kota metropolitan, atau bahkan Kota besar. Sebutan – sebutan tersebut merupakan julukan yang sering didapat oleh kota Surabaya. Namun, taukah kamu jika kota Surabaya juga memiliki potensi sebagai salah satu kota pariwisata yang tidak kalah dengan Bali maupun Yogyakarta? Berikut akan sedikit saya jelaskan potensi Surabaya sebagai kota pariwisata yang kaya akan warisan sejarahnya.

Objek wisata atau destinasi wisata

Jika kalian menyebut Candi borobudur sebagai salah satu objek wisata di Indonesia yang menjadikan Yogyakarta sebagai kota pariwisata, kalian juga harus mengenal Tugu Pahlawan. Tugu pahlawan merupakan ikon dari kota Surabaya. Tugu ini memiliki banyak kisah serta filosofi dibalik pembangunannya. Tugu ini memiliki museum bawah tanah yang dinamakan museum 10 november yang berisi benda – benda penting berkaitan dengan perjuangan Arek – arek Suroboyo (warga Surabaya) pada masa peperangan dulu. Surabaya juga memiliki SCNM (Surabaya Carnival Night Market) dan Ciputra Waterpark sebagai tempat wisata hiburan keluarga yang seru, dengan berbagai macam arena permainan (SCNM) serta wahana bermain air (Ciputra Waterpark). Warga Surabaya dikenal memiliki toleransi tinggi antar agama, sehingga beberapa tempat beribadah yang ada juga dijadikan tempat wisata dan cagar alam untuk lebih mengenal dan menghormati agama lain. Seperti Masjid Ampel, Masjid Cheng Ho, Gereja Katholik Santa Perawan Maria, Klenteng Hong Tiek Hian, dll. Disamping itu Kota Surabaya juga memiliki julukan sebagai kota sejuta taman karena tamannya yang terletak diberbagai spot kota. Salah satu yang paling terkenal adalah taman bungkul. Selain taman, Hutan Mangrove, dan hutan bambu, juga bisa menjadi rekomendasi pilihan untuk berlibur menikmati sisi lain dari kota Surabaya.

Akomodosi bersejarah

Tidak seperti tempat akomodosi pada umumnya yang hanya menyediakan tempat untuk beristirahat saja, Surabaya memiliki tempat akomodasi yang memiliki kisah bersejarah yang tidak akan dilupakan oleh Arek – arek Suroboyo, bernama Hotel Majapahit. Hotel Majapahit yang dulunya bernama Hotel Yamato ini merupakan saksi biksu dari “insiden Hotel Yamato – perobekan bendera Belanda”

Transportasi bersejarah

Untuk transportasi sendiri, Surabaya memiliki beragam jenis transportasi yang bisa disesuaikan bagi para wisatawan rombongan ataupun individual dengan harga yang cukup murah. Jika kamu berkunjung ke daerah jembatan merah, kamu akan menemui banyak transportasi beroda 3, yang berjejer rapi di tepi jembatan. Transportasi ini dinamakan becak. Becak ini memiliki histori bagi Surabaya. Pada masa peperangan, para tukang becak ini membantu melawan bangsa asing dengan menggunakan alat – alat seadanya yang ada di becak tersebut. Sehingga, pemerintah pun memberikan reward dengan menjadikan tepi jembatan merah sebagai tempat bagi para tukang becak untuk menjemput rezeki mereka. Selain itu terdapat berbagai macam mobil angkutan yang biasa disebut sebagai bemo, dengan jurusan dari patokan objek – objek wisata terkenal di Surabaya.

Warisan Kuliner

Ada berbagai macam tempat kuliner di Surabaya yang bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin mencicipi cita rasa khas kota Suarabaya. Rujak cingur dan Rawon merupakan beberapa makanan khas kota Surabaya. Menu ini tidak sulit untuk dicari karena tersedia diberbagai tempat di Surabaya. Jika ingin mencicipi hidangan pencuci mulut sekaligus bernostalgia merasakan suasana jaman penjajahan Belanda, Es Cream Zhangrandi bisa menjadi jawabannya. Es Cream Zhangrandi merupakan kedai ice cream yang menjadi cagar budaya Surabaya karena bangunan arsitektur Belandanya yang masih dipertahankam seperti saat pertama kali dibangun.

Tempat oleh – oleh dengan masa lalunya

Tidak afdhol rasanya jika tidak membawa buah tangan dari Surabaya untuk dijadikan kenang – kenangan ataupun oleh – oleh bagi kerabat terdekat. Salah satu tempat oleh – oleh yang bersejarah adalah TIC (Tourist Information Centre). TIC merupakan tempat oleh – oleh khas Surabaya yang terletak di Balai Pemuda Surabaya. Kita bisa memperoleh berbagai macam informasi seputar Surabaya, mulai dari sejarah, kebudayaan, hingga info-info agenda kota terdekat. Tempat ini juga memiliki kisah bersejarah bagi Kota Surabaya. TIC yang terletak di Balai Pemuda ini, dulunya merupakan Milik suatu perkumpulan orang-orang Belanda bernama “De Simpangsche Societeit”. Pusat tempat rekreasi orang-orang Belanda untuk pesta ria, dansa, juga sebagai tempat bowling, dsb. Gedung ini kemudian dikuasai oleh Arek-arek Suroboyo yang tergabung dalam Pemuda Republik Indonesia (PRI), sekaligus menjadi MARKAS PEMUDA Arek-arek Suroboyo. Selain itu, Surabaya juga memiliki Cak Cuk Surabaya. Tempat yang menyediakan berbagai macam kaos dengan desain yang bisa dibilang cukup ‘nakal’ dan menggambarkan Surabaya sebagai kota pahlawan, kota bonek, dan juga kota misuh.

Dari penjelasan diatas, bisa dikatakan bahwa Surabaya sudah cukup memenuhi syarat sebagai salah satu kota yang memiliki potensi Pariwisata di Indonesia. Faktor terakhir yang tidak boleh luput adalah "warga". Warga Surabaya harus lebih dipahami lagi mengenai potensi wisata yang ada, sehingga bisa membantu mengembangkan pariwisata di Surabaya. Mari, kita dukung dan bantu mengembangkan wisata - wisata yang ada di Indonesia :)

Pilih BanggaBangga53%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang20%
Pilih Tak PeduliTak Peduli7%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi7%
Pilih TerpukauTerpukau13%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Berbekal Keprihatinan, Wisata Lumpur Lapindo Jadi Objek Wisata Unggulan Sebelummnya

Berbekal Keprihatinan, Wisata Lumpur Lapindo Jadi Objek Wisata Unggulan

Tetra Pak Dukung Terus Inovasi Kemasan Ramah Lingkungan Selanjutnya

Tetra Pak Dukung Terus Inovasi Kemasan Ramah Lingkungan

Lila Dwiani
@lilaard

Lila Dwiani

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.