Kapal Tanpa Awak Buatan Tim Batharasurya ITS Ikut Dalam Ajang Internasional Di Prancis

Kapal Tanpa Awak Buatan Tim Batharasurya ITS Ikut Dalam Ajang Internasional Di Prancis

ITS ikuti lomba Internasional di Prancis (foto/ilustrasi) © http://static.panoramio.com

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya selalu berupaya mengukir prestasi di kancah Internasional. Untuk pertama kalinya, tim Batharasurya Hydrone ITS mengikuti kompetisi Maritim Hydrocontest yang diselenggarakan di Saint-Tropez, Prancis.

Hydrocontest merupakan kompetisi pelajar Internasional pertama yang didedikasikan untuk efisiensi hemat energi dalam dunia maritim. Kompetisi ini selalu rutin diadakan oleh Hydros Foundation dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang tantangan melestarikan sumber daya air.

Ajang bergengsi yang sudah memasuki tahun ke-4nya pada tahun ini diikuti oleh 23 tim yang terdiri dari 200 mahasiswa dari 13 negara. Salah satu di antaranya adalah tim Batharasurya Hydrone ITS Surabaya. Tim Batharasurya Hydrone yang berlaga di ajang tersebut selama 7 hari sejak 4-10 September 2017, diwakili oleh tiga mahasiswa dari Departemen Teknik Perkapalan ITS. Mereka adalah Pieter Mario Fernandez, Fajar Andinuari, dan Mohamad Rival.

ITS Ikuti Ajang Internasional Kapal Tanpa Awak di Prancis | TribunNews
ITS Ikuti Ajang Internasional Kapal Tanpa Awak di Prancis | TribunNews

Selain itu, kompetisi yang juga didukung the Société Nautique de Saint-Tropez ini memiliki dua kategori utama lomba, yaitu kategori mass transport yang menyimulasikan pergerakan kapal barang dengan beban berat 200 kg. Serta kategori light boats yang menuntut peserta bisa menggambarkan transportasi kapal untuk orang dengan beban seberat 20 kg.

“Untuk saat ini, tim Batharasurya Hydrone ITS hanya mengikuti satu kategori lomba saja, yakni kategori light boats,” ujar Wasis Dwi Aryawan selaku dosen pembimbing tim Batharasurya Hydrone ITS Surabaya pada TribunJatim.com Selasa (5/9).

Meski hanya mengikuti satu kategori, Tim Batharasurya Hydrone ITS tetap optimis mendapatkan hasil terbaik.

“Selain karena baru pertama kali, keterbatasan dana juga menjadi alasan tim hanya mengikuti satu kategori lomba. Meskipun begitu, kami optimis menang dalam kategori ini,” jelas Wasis Dwi Aryawan.

Kali ini, kapal Batharasurya Hydrone menggunakan tenaga baterai sebagai bahan bakar. Kapal Batharasurya Hydrone tersebut berbeda dari kapal Batharasurya ITS sebelumnya yang menggunakan tenaga surya sebagai penggerak mesinnya.

“Dalam lomba ini, baterai sudah disediakan oleh panitia lomba. Kapal ini juga dikendalikan dengan remote control dan tanpa awak,” jelas Wasis Dwi Aryawan.

Kapal milik tim Batharasurya ITS
Kapal milik tim Batharasurya ITS | republika

Sebagai informasi, kapal Batharasurya Hydrone ITS telah dinyatakan lolos mengikuti babak kualifikas, Selasa lalu (5/9) untuk diambil menjadi 16 peserta yang akan lanjut ke tahap selanjutnya.



Pilih BanggaBangga33%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang33%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi33%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Tercengangnya Jepang akan Indonesia Sebelummnya

Tercengangnya Jepang akan Indonesia

Tingkatkan Daya Saing dan Kualitas UKM, UNDAR dan Dinas Perdagangan Gelar Temu Usaha Selanjutnya

Tingkatkan Daya Saing dan Kualitas UKM, UNDAR dan Dinas Perdagangan Gelar Temu Usaha

Andari Widanto Fitria Aisyah
@pipit09

Andari Widanto Fitria Aisyah

Keterbatasan bukanlah batasan untuk meraih sebuah mimpi.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.