Potensi Pariwisata Indonesia Mendapat Dukungan Penuh Oleh BUMN

Potensi Pariwisata Indonesia Mendapat Dukungan Penuh Oleh BUMN

Kunjungan Menteri BUMN Ke Tanjung An

Semangat Indonesia Incorporated yang digaungkan Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebar ke mana-mana. Beberapa menteri di Kabinet Kerja juga sudah terpapar virus yang disebar pria asal Banyuwangi, Jawa Timur itu.

Setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, kini giliran Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno yang makin all out mendukung industri pariwisata. “Terima kasih, pariwisata terus diendors oleh ibu-ibu menteri,” kata Menpar Arief.

Rini menunjukkannya saat berkunjung ke Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), akhir pekan kemarin. Sebelumnya, Rini sudah menyuarakan keinginannya agar industri pariwisata digenjot saat menyaksikan Prambanan Jazz Festival 2017, Agustus lalu.

Dalam kunjungan ke NTB, Rini meminta pembinaan masyarakat di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika melalui pendidikan bidang pariwisata dipercepat.

Pendidikan itu diharapkan membuat warga memiliki bekal untuk mengisi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di KEK Mandalika.
“Kami mendorong provinsi dan pemerintah kabupaten mempercepat pembinaan pariwisata,” terang Rini.

Dia menambahkan, pembangunan infrastruktur jalan dan fasilitas pendukung investasi sudah sesuai keinginan pemerintah. Dengan begitu, pemerintah siap menyukseskan pembangunan KEK Mandalika melalui dukungan anggaran maupun kebijakan.

Apalagi, sambung Rini, dua hotel berkelas dunia akan dibangun pada tahun ini
Dua hotel itu adalah Pullman dan Club Med.
“Masyarakat di sekitar KEK harus meningkatkan kemampuan dalam bidang pariwisata,” kata Rini.

Sementara itu, Deputy Project Director PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Adi Sujono mengatakan, pihaknya terus menyelesaikan seluruh master plan pembangunan kawasan sesuai jadwal.
Menurut dia, pembangunan Hotel Pullman membutuhkan dana sebesar Rp 550 miliar.
Sebanyak Rp 350 miliar di antaranya sudah ditender. Sementara itu, sisanya untuk tahap kedua.

Hotel itu memiliki 250 unit kamar. Di sisi lain, Club Med yang dibangun di atas lahan seluas 15,26 hektare menelan anggaran Rp 757 miliar.
“Selain itu, kami juga telah menandatangani kerja sama pembangunan lapangan golf,” kata Adi.

Pembangunan fasilitas lain seperti restoran, pusat retail, perkebunan, solar cell, pengolahan limbah, listrik, area parkir, serta sarana dan prasana juga dipercepat.

Di sisi lain, Administrator KEK Mandalika Resort H Winarto mengatakan, warga akan mendapat manfaat yang sangar besar. “Insyaallah, cepat atau lambat warga akan merasakan perubahan ekonomi yang luar biasa,” ujar Winarto.

Tidak hanya itu berkembangnya industry pariwisata di Lombok membuat PT Angkasa Pura I (Persero) terus mengembangkan Bandara Internasional Lombok Praya di Nusa Tenggara Barat (NTB). “General Manager Angkasa Pura I Bandara Lombok Praya I Gusti Ngurah Ardita menuturkan, Lombok kini mulai berkembang dan dipromosikan sebagai destinasi wisata favorit. Bahkan, menjadi destinasi wisata reuni,” ungkap Ardita pada acara Lokakarya Wartawan Kementerian Perhubungan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB)

Secara umum, jumlah lalu lintas penumpang Bandara Internasional Lombok mengalami tren peningkatan. Pada tahun 2016, jumlah penumpang mencapai 3,421 juta, meningkat dibandingkan tahun 2015 sebesar 2,552 juta dan tahun 2014 mencapai 2,417 juta.

Peningkatan juga terjadi pada jumlah lalu lintas pesawat . Tahun 2016, jumlah pesawat di bandara ini yang melayani penumpang mencapai 36.941, naik dibandingkan pada tahun 2015 mencapai 27.759.

Saat ini, maskapai penerbangan yang melayani penerbangan internasional dari dan ke Lombok adalah AirAsia, yang melayani penerbangan tiga kali dalam sehari. Ke depan, Angkasa Pura I ingin menambah jumlah maskapai yang melayani rute internasional dari dan ke Lombok.

Sumber: Berbagai Sumber

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Indonesia Jaring Investor Melalui APTFF Sebelummnya

Indonesia Jaring Investor Melalui APTFF

Ternyata Orang Perancis Suka Makanan Indonesia Selanjutnya

Ternyata Orang Perancis Suka Makanan Indonesia

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.