Tak Hanya di Indonesia, Kursus Gamelan Juga Ada di Seoul Korea Selatan

Tak Hanya di Indonesia, Kursus Gamelan Juga Ada di Seoul Korea Selatan

Gamelan jawa © Youtube (Sri Wisnu)

Kini gamelan tak hanya populer di Negeri asalnya, Indonesia. Musik tradisional asal jawa itu telah melanglang buana ke berbagai negara. Korea misalnya, tak sedikit anak muda korea selatan yang berminat terhadap gamelan jawa.

Kesuksesan kelas gamelan KBRI Seoul yang dibuka untu umum 13 Mei 2017 lalu, membuat KBRI Seoul membuka kembali kelas gamelan, namun untuk yang satu ini khusus untuk warga Korea Selatan. Pada pertengahan bulan ini diharapkan warga Korea Selatan sudah mulai berlatih rutin memainkan musik gamelan.

"Ada banyak anak muda Korea yang sudah mendapatkan beasiswa di Indonesia dan kuliah bahasa Indonesia di berbagai universitas di Korea. Mereka semua haus terhadap pendalaman budaya Indonesia," ujar Dubes Umar Hadi.

Remaja Korea Selatan tengah belajar memainkan gamelan jawa | Metrotvnews
Remaja Korea Selatan tengah belajar memainkan gamelan jawa | Metrotvnews

Dalam catatan KBRI, sejak 2009 setidaknya terdapat 196 anak muda Korea yang mengenyam pendidikan bahasa dan budaya Indonesia melalui beasiswa Dharmasiswa. Mereka tersebar di berbagai penjuru negeri.

Menurut Sugianto, pelatih gamelan KBRI Seoul, pada pertengahan agustus lalu sudah terdapat 5 warga Korea yang mendaftar. Salah satunya seorang profesor dari Chonnam National Univeristy, pengajar musik tradisional Korea.

KBRI berharap pada tahap pertama ini akan diikuti 15 peserta Korea. Selanjutnya, mereka akan dikolaborasikan dengan permainan musik modern yang bisa mengisi berbagai kesempatan yang ada.

Mengingat banyaknya warga Korea yang tertarik terhadap budaya Indonesia, KBRI akan mencoba mengintensifkan kursus gamelan dan diskusi tentang budaya Indonesia. Bahkan KBRI juga berharap bisa berkolaborasi dengan Pemda di Indonesia dalam memperkenalkan budaya Indonesia yang lebih luas.

Sejak kedatangan pelatih dari Indonesia enam bulan silam, KBRI Seoul melakukan latihan rutin menabuh gamelan dengan para diaspora Indonesia yang berminat. Mereka bahkan sudah beberapa kali tampil di acara resmi Pemerintah Negeri Ginseng.

Selain itu, Umar Hadi telah memberikan nama untuk grup gamelan di KBRI, yaitu 'Laras Garis'. Kata 'laras' memiliki arti nada atau bunyi musik, sedangkan kata 'Garis' merupakan singkatan dari Gamelan KBRI Seoul. Dengan demikian, nama grup Laras Garis adalah sebuah interpretasi dari nada-nada yang mengalun indah dari KBRI Seoul.


Sumber: Kemlu.go.id

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Dibalik Makna Budaya Syukuran Desa Se-Nusantara Sebelummnya

Dibalik Makna Budaya Syukuran Desa Se-Nusantara

Ekonomi Digital RI Tumbuh Paling Pesat di Asia Tenggara Selanjutnya

Ekonomi Digital RI Tumbuh Paling Pesat di Asia Tenggara

Farida Hasanah
@farida14

Farida Hasanah

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.