Resmi! Akhirnya KRI Bima Suci Menjadi Bagian Dari Indonesia

Resmi! Akhirnya KRI Bima Suci Menjadi Bagian Dari Indonesia
info gambar utama
Jajaran Kapal Republik Indonesia (KRI) kedatangan kapal baru, KRI Bima Suci. Kapal kebangaan itu akhirnya selesai dan telah menjadi sebagai bagian dari TNI Angkatan Laut. Itu artinya, KRI Bima Suci secara resmi menggantikan kapal layar latih pendahulunya, KRI Dewaruci sebagai kapal layar latih Akademi Angkatan Laut (AAL).

Sebagaimana dilansir lama resmi TNI AL, KRI Bima Suci diresmikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P, di dermaga tempat KRI tersebut dibuat, Dermaga Freire kota Vigo, Spanyol, Selasa (12/09).

Dalam peresmian tersebut, dilakukan upcara kemiliteran dan membunyikan sisine sebagai tanda peresmian. Tidak ketinggalan, bendera Merah Putih pun dikibarkan di kapal yang namanya terinspirasi dari nama murid dari Dewaruci, Bima Suci.

Sosok Bima Suci di KRI Bima Suci (Foto: anas_nurhafidz / defence.pk)
info gambar

Sosok Bima Suci muncul dalam kapal ini dalam bentuk patung yang berada di depan kapal. Sosok tersebut terlihat sedang dililit ular laut yang dikenal sebagai musuh terakhir Werkudara (nama lain) Bima Suci sebelum bertemu dengan atau Dewaruci. Tampak pula kuku pancanaka yang menjadi senjata andalannya mengalahkan ular laut tersebut.

KRI Bima Suci merupakan kapal kelas Bark (Barque dari bahasa Inggris) yang memiliki panjang 111,20 meter, lebar 13,65 meter. Kapal ini juga memiliki tiga tiang utama dengan tinggi tiang layar tertingginya adalah 49 meter dari permukaan dek.

Dari jumlah layar Bimasuci total memiliki 10 layar lebih banyak, dibanding KRI Dewaruci yang hanya memiliki 16 layar. Sehingga berbekal spesifikasi yang unggul tersebut membuat kecepatan maksimal KRI Bimasuci bisa mencapai 12 knot jika menggunakan daya dorong mesin dan 15 knot jika menggunakan layar.

Keistimewaan dari KRI Bima Suci juga terletak pada instrumen navigasi pelayarannya yang lebih canggih dari pada KRI latih sebelumnya. Selain itu KRI ini juga memiliki sistem pemurnian air laut menjadi air tawar.

Misi pertama yang akan dilakukan oleh KRI Bima Suci adalah melakukan pelayaran dari Spanyol ke Tanah Air Indonesia. Misi perjalanan panjang tersebut dilakukan pada 18 September mendatang. Dalam misi ini pula dilakukan pelayaran Kartika Jala Krida yang melibatkan 119 taruna/kadet Akademi Angkatan Laut tingkat III Angkatan 64. Kapal ini diharapkan akan sampai ke Indonesia pada tanggal 24 November 2017.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini