Dunia memang seperti sedang diuji dengan berbagai macam tantangan. Di berbagai belahan dunia tantangan itu berupa konflik yang mengorbankan banyak nyawa manusia, termasuk mereka yang tak berdosa dan tak tahu-menahu mengapa tragedi tersebut bisa menimpa mereka.  Di tengah kondisi demikian, upaya damai terus disuarakan dan diupayakan. Termasuk oleh Indonesia, sebuah negara dengan penduduk mayoritas muslim dan berdemokrasi terbesar dari Asia Tenggara. Apalagi di kawasan Asia Tenggara pun konflik juga sedang merundung negara anggotanya. 

Di antara situasi pelik seperti ini, peran diplomasi Indonesia yang berkontribusi terhadap perdamaian, keamanan, dan kesejahteraan dunia diperlukan. Upaya inilah yang mendapat apresiasi dari UN Women dan Partnership Global Forum (PGF), dengan memberikan penghargaan sebagai “Agent of Change” kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, Rabu (20/).

"Puji syukur Alhamdulillah apa yang dilakukan oleh Indonesia selama ini di bidang diplomasi kemanusiaan dan perdamaian dilihat oleh dunia," kata Menlu Retno Marsudi setelah menerima penghargaan.

Di depan para tokoh perempuan dunia, Retno menyampaikan perempuan memiliki kekuatan yang cukup besar untuk menjadi bagian dari solusi tantangan-tantangan dunia.

Retno menuturkan, perempuan dianugerahi kelebihan oleh Tuhan yaitu naluri keibuan sehingga lebih mengutamakan penggunaan dialog daripada ancaman atau penggunaan kekerasan sehingga dialog bisa menjembatani perbedaan dan bisa mencegah peperangan untuk menciptakan dunia yang lebih damai.

"Oleh karena itu saya di dalam diplomasi selalu mengutamakan dialog," katanya.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menerima penghargaan Agen Perubahan untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan dari badan urusan perempuan PBB.

Menlu RI saat menerima penghargaan dari UN Women dan PGF I Foto: kemlu.go.id
Menlu RI saat menerima penghargaan dari UN Women dan PGF I Foto: kemlu.go.id

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Asisten Sekretaris Jenderal PBB yang juga selaku Deputi Direktur Eksekutif UN Women Lakhsmi Puri pada acara jamuan makan siang yang dihadiri oleh pemimpin dan tokoh perempuan dunia di sela pelaksanaan Sidang Majelis Umum PBB ke-72 di Markas Besar PBB, New York.

Pemberian award ini merupakan pengakuan atas berbagai terobosan yang dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri RI, khususnya dalam memajukan Agenda 2030 dan pembangunan berkelanjutan, serta penanganan berbagai isu global melalui diplomasi kemanusiaan dan perdamaian.

Saat ini, Indonesia sangat aktif melakukan berbagai upaya untuk membantu penyelesaian krisis di berbagai negara, termasuk di Rakhine State, Myanmar.

Menlu RI telah mengambil prakarsa untuk membangun komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk di Myanmar dan Bangladesh. Formula 4+1 yang ditawarkan Indonesia mendapatkan apresiasi yang tinggi dari berbagai negara.  Melalui Formula 4+1, Indonesia mendorong perlunya: pemulihan perdamaian dan stabilitas; menahan diri tidak menggunakan kekerasan; perlindungan bagi semua warga tanpa memandang agama dan suku; serta akses bantuan kemanusiaan. Disamping itu, Indonesia juga mendorong implementasi dari rekomendasi yang diusulkan dalam Kofi Annan Report.

Selanjutnya, Menlu Retno Marsudi menyebutkan bahwa Indonesia akan selalu berada di garis terdepan dalam mendorong dialog. Melalui dialog, konflik dapat dicegah dan perbedaan mampu dijembatani. Hal ini diakuinya tidaklah terlepas dari “insting keibuan” yang dimilikinya sebagai seorang perempuan.

UN Women dan GPF menyebut bahwa sebagai Menlu Perempuan pertama RI, Menlu Retno Marsudi adalah sosok panutan dan sumber inspirasi bagi jutaan wanita baik di Indonesia maupun dunia.

UN Women adalah lembaga PBB yang bertugas memajukan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.  Sementara GPF adalah lembaga non-profit yang bertujuan memajukan kemitraan inovatif bagi pembangunan. GPF memiliki komitmen untuk mendukung PBB dalam memajukan pembangunan berkelanjutan.

“Penganugerahan award ini akan menjadi pendorong agar saya bekerja lebih keras lagi. Bekerja lebih keras bagi rakyat dan bangsa Indonesia, bagi perdamaian dan kesejahteraan global, serta bagi para wanita di seluruh dunia,” pungkas Menlu RI menutup sambutannya.

Penghargaan Agen Perubahan tersebut juga diserahkan kepada empat tokoh perempuan dunia yang lain yaitu Presiden Republik Chile Michele Bachelet Jeria, Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg, Menlu dan Wakil Perdana Menteri Swedia Margot Wallstrom, dan Ketua Persatuan Perempuan Uni Emirat Arab Sheikha Fatima bint Mubarak. 

Sumber: kemlu.go.id, antaranews.com

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu