Diputar di Italia, Film “Ini Kisah Tiga Dara” Mendunia

Diputar di Italia, Film “Ini Kisah Tiga Dara” Mendunia
info gambar utama

Film musikal “Ini Kisah Tiga Dara” ditayangkan di Teatro della Compagnia, tepatnya di pusat Kota Florence, Italia, Jumat (22/09).

Film karya sutradara Nia Dinata ini menjadi pembuka Festival del Cinema d’Indonesia (Festival Film Indonesia) yang berlangsung sejak tanggal 22 hingga 24 September 2017 lalu. Festival Film Indonesia di Italia diresmikan langsung oleh wakil Pemerintah Provinsi Tuscany.

Usai pemutaran film tersebut, Nia yang turut hadir di tengah-tengah para pengunjung Festival pun didaulat untuk memberikan pandangan mengenai perkembangan sosial perempuan Indonesia masa kini, suatu hal yang menginspirasi pembuatan film musikal tersebut.

Esti Andayani selaku Duta Besar RI untuk Italia menyampaikan apresiasi tinggi kepada Asosiasi Indonesia Meets Italy (IMI) yang digawangi pasangan Italia-Indonesia, Jacopo Cappuccio dan Malina Andrayani, karena secara konsisten sejak 2014 selalu mengadakan Festival del Cinema d'Indonesia dengan menghadirkan berbagai film Indonesia yang berkualitas dan populer ke tengah publik Italia.

“Film merupakan media komunikasi yang tidak mengenal batas. Melalui film, masyarakat Italia yang secara geografis jauh dari Indonesia, dapat melihat indahnya alam Indonesia, sekaligus memperoleh gambaran mengenai sosial budaya masyarakat Indonesia. Diharapkan, semakin banyaknya film Indonesia yang ditonton publik Italia dapat semakin mendekatkan mereka kepada Indonesia,” ujar Esti pada Viva.

Filosofi Kopi Membuka Perhelatan Festival Film Indonesia Di Firenze, Italia 23-25 September 2016 | newswire.id
info gambar

Pembukaan festival semakin meriah dengan adanya peragaan busana hasil kerja sama KBRI Roma dengan Batik Chic Gallery. Beragam koleksi karya desainer kenamaan Novita Yunus yang terinspirasi eco-fashion dari Bali, tenun sutra Garut dari Jawa Barat serta motif suasana alam pesisir selatan Sumatera diperagakan oleh para model setempat dengan sangat menawan.

Di tengah peragaan busana, terdapat permainan saksofon yang diberi sentuhan musik ritmis nusantara dari diplomat KBRI Roma, Charles Hutapea. Video promosi pariwisata Wonderful Indonesia yang menjadi latar belakang, semakin terasa magis saat berpadu dengan suasana temaram teater dan alunan merdu saksofon sopran.

Menurut Lola Amaria, Sutradara yang juga hadir dalam kesempatan tersebut menyatakan bahwa film juga dapat menjadi media promosi pariwisata yang sangat efektif. Hal ini pula yang mendorong Lola untuk sengaja mengangkat keindahan alam Labuan Bajo sebagai latar belakang film Labuhan Hati.

Luisa, seorang warga Italia, mengaku memperoleh gambaran mengenai perempuan Indonesia. Dalam film "Ini Kisah Tiga Dara" dan "Labuhan Hati", profil perempuan Indonesia tidaklah sekonservatif yang dibayangkannya.

Sementara itu, penggagas festival Indonesia di Italia, Jacopo Cappuccio, yang secara rutin setiap tahun mempromosikan film Indonesia melalui Festival del Cinema d'Indonesia Firenze menyampaikan inisiatif penyelenggaraan festival didasari kecintaannya pada Indonesia yang memiliki banyak talenta.

Festival Film Indonesia Firenze | senayanpost.com
info gambar

Festival ini juga menampilkan penayangan film "Surau dan Silek", "Pertaruhan", "Salawaku", "Filosofi Kopi" dan "Filosofi Kopi 2", serta "Ben&Jody".

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini