PLN dijuluki "Perusahaan Lilin Negara" di NTT

PLN dijuluki "Perusahaan Lilin Negara" di NTT
info gambar utama

Masyarakat di daerah 3T (Terpencil, Terdepan, Tertinggal) belum semuanya bisa menikmati listrik, bahkan sejak Indonesia merdeka. Kalau pun ada listrik selalu mati-hidup, sehingga PLN di juluki sebagai "Perusahaan Lilin Negara".

Hal yang sering saya dengar di NTT, PLN (Padam Lupa Nyala), sehingga menjadi PLN (Perusahaan Lilin Negara).

Khusus NTT di tahun 2015, "Daya mampu pasokan listrik saat itu sekitar 50MW, sedangkan beban puncak pelanggan mencapai 53 MW, sehingga defisit daya sekitar 3 MW"- Humas PLN wilayah NTT. Makanya banyak wilayah di NTT yang melakukan pemadaman bergilir berjam-jam. Dan itu membuat julukan baru untuk PLN (Perusahaan Lilin Negara).

Padahal apa yang di lakukan PLN hanya untuk menjaga agar pelanggan dapat menghemat listrik sehingga membantu menjaga suplay listrik tetap menyala di tengah defisit daya.

Dan masih banyak sekali daerah 3T di NTT yang belum dapat menikmati listrik. Khusus Flores timur hingga kini banyak desa yang belum diterangi Listrik. Saat malam tiba, masyarakat setempat masih menggunakan lampu pelita.

Beberapa desa di Flores timur yang belum mendapatkan pasokan listrik : 1 desa di kecamatan Wulung girang, 5 desa di kecamatan Titehana, 12 Desa di kecamatan Tanjung bunga, 1 desa di kecamatan witihama, 1 Dusun di desa kiwang one kecamatan Adonara Timur, 1 Desa di pulau Solor.

Wah, banyak sekali bukan? Dimana tugas PLN? di beberapa tempat ini, masyarakat belum merasakan apa arti dari PLN.

Sedangkan kita tau arti PLN sendiri bukan untuk menerangi saja, tapi juga untuk kehidupan masyarakat yang lebih baik. Kesehatan, Ekomoni masyarakat dan pendidikan semua tergantung pada PLN.

Contoh kecamatan witihama, potensi alam yang cukup bagus, bisa membangun perekonomian masyarakat menjadi lebih baik dengan mengelolah wisata alam di tempat tersebut di samping pekerjaan melaut mereka. Sangat di sayangkan sekali jika keindahan tersebut tidak bisa di nikmati dimalam hari. Anak-anak mereka tidak dapat membaca buku pada malam hari karena keterbatasan penerangan.

Semoga Amanah Bapak Presiden RI, Joko Widodo kepada PLN Wilayah NTT untuk segera merealisasikan wacana 100℅ desa berlistrik di NTT dapat terwujud dan 1.200 desa yang belum terlistriki dapat segera menikmati listrik. Agar masyarakat di NTT tidak merasakan kegelapan pada malam hhari dan dapat melihat keindahan NTT dari segala sisi pada malam hari :). Dengan adanya listrik di NTT dapat membangun perekonomian masyarakat yg lebih baik, menjadikan anak NTT berwawasan luas, dan Kesehatan di NTT makin meningkat.

PLN NTT ( Nusa Terang Terus).

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini