Seorang Lulusan KEBIDANAN yang berbicara tentang KETIMPANGAN LISTRIK di Negara kita (Indonesia)

Seorang Lulusan KEBIDANAN yang berbicara tentang KETIMPANGAN LISTRIK di Negara kita (Indonesia)

© PLN NTT (Nusa Tenggara Timur)

"Electricity For A Better Life"

Saya suka dengan dengan slogan ini. Walaupun sekarang PLN sudah mengganti menjadi #"Bekerja,Bekerja,Bekerja" , tapi saya sudah keburu jatuh cinta dengan slogan itu. Kesannya gimana gitu, lebih elegan dan sarat makna.

Better Life, Better Future.

Bayangkan jika listrik tidak ada, tidak usah di bayangkan lagi pasti sudah pernah merasakannya juga. Apalagi di jaman yang semuanya sudah sangat modern, keberadaan listrik sudah sangat dibutuhkan disaat tiba-tiba jebrett dan Susana menjadi gelap gulita, yang pertama dipikirkan pasti handphonenya deh, bukan yang lain. Komentar yang sering saya dengar seperti ini : "Yah, mati lampu, batrenya udah tinggal dikit. Duh, jangan lama-lama dong matinya". Baru mati lampu sebentar tapi banyak yang mengeluh.

Tapi pasti tidak ada yang pernah berpikir, gimana susahnya bidan yang ditempatkan di daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal). Gimana susahnya mereka hidup tanpa listrik, gimana susahnya mereka menolong persalinan dalam keadaan gelap gulita.

Sebenarnya sudah sejauh mana sih PLN melayani masyarakat? Kok tidak ada perubahan yang berarti?

Di Nusa Tenggara Timur sendiri, 1.200 Desa di NTT sama sekali belum teraliri Listrik. Sedangkan kita tau dan PLN juga sangat memahami pentingnya listrik bagi kehidupan. Jika listrik padam, manusia seakan-akan tak bernyawa karena hampir semua aktifitas sekarang sangat bergantung pada listrik.

Terus bagaimana dengan 1.200 daerah di NTT yang belum mendapatkan aliran listrik?.

Bagaimana anak-anak mereka bisa belajar di tengah gelap gulita ditemani penerangan lampu minyak tanah?, Bagaimana Bidan desa bisa menolong persalinan di tengah gelap gulita?. Jadi jangan heran kalau di NTT masih banyak anak-anak yang minim pengetahuan karena mereka hanya bisa belajar di lingkungan sekolah, diluar sekolah mereka hanya bermain, dan pada malam hari mereka lebih memilih tidur daripada harus belajar di tengah kegelapan.

Sudah sejauh mana PLN melayani masyarakat?

Presiden Joko Widodo menegaskan, pemerintah telah menyiapkan regulasi, aturan-aturan yang cepat, infrastruktur dan sumber daya manusia yang berkualitas untuk menghadapi persaingan dan Kompetisi. Tersedianya listrik tak hanya untuk penerangan, tapi juga untuk PENDIDIKAN, KESEHATAN, EKONOMI, bahkan sektor pertanahan pun dapat dikelolah dengan baik.

Bagaimana dunia kesehatan dan bisa maju, sementara banyak sekali desa yang belum teraliri listrik?. Bagaimana ekonomi masyarakat pedesaan bisa tercukupi kalau listrik belum ada?

Tapi semua ini bukan salah dari PLN, PLN telah bekerja semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat khususnya masyarakat di daerah terpencil.

Di NTT sendiri, di tahun 2017 ini PLN menargetkan dari 1.200 desa di NTT yg belum teraliri listrik, 700 desa akan terlistriki di tahun ini. Perkiraan juli mulai pengerjaan sampai November terangnya.

Tapi terkadang rencana tak sesuai dengan kenyataan, lamanya pengerjaan tersebut karena adanya permasalahan. permasalahan yang timbul karena proses perizinan pembangunan pembangkit listrik yang sangat panjang, perlu 59 perizinan. Pengurusan nya bisa sampai bertahun-tahun. Selain perizinan, faktor yang menghambat pembangunan pembangkit listrik adalah pembebasan lahan. Pemerintah juga harus memperhatikan masalah tersebut.

Masalah lain dibidang kelistrikan adalah ketidak seimbangan distribusi jumlah penduduk, luas wilayah, dan dukungan kelistrikan. Dan terjadilah ketimpangan dalam distribusi tenaga listrik antara Jawa-Bali dan kawasan luar jawa-bali, khususnya di kawasan Timur Indonesia..

Jadi kita jangan selalu menyalahkan PLN karena belum bisa menerangi sebagian Nusantara, jangan terus mempertanyakan sudah sampai mana PLN bekerja untuk masyarakat.

"Semoga permasalahan infrastruktur listrik di negara kita segera dibenahi, agar kesehatan, pendidikan, ekonomi masyarakat pedesaan dapat meningkat"

:)

Pilih BanggaBangga33%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang11%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi33%
Pilih TerpukauTerpukau22%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Timnas Panjat Tebing Indonesia Jadi Juara 2 di Asia! Sebelummnya

Timnas Panjat Tebing Indonesia Jadi Juara 2 di Asia!

Namanya Siomay Bentuknya Cilok, Makanan apa itu? Selanjutnya

Namanya Siomay Bentuknya Cilok, Makanan apa itu?

Etha N
@ekaa_suryaningsih

Etha N

Seorang wanita bi(A)sa yang sedang membenahi dirinya menjadi wanita luar biasa :)

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.