Wow Kini Masyarakat Juga Bisa Bantu PLN Suplai Listrik, Ini Caranya

Wow Kini Masyarakat Juga Bisa Bantu PLN Suplai Listrik, Ini Caranya

Ilustrasi panel surya © flanderstoday.eu

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Panel surya selama ini masih dipandang sebagai teknologi energi alternatif yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam skala kecil. Kalaupun skala besar, panel surya digunakan untuk pembangkit listrik yang tentu saja tidak terjangkau bagi masyarakat. Padahal, ternyata kini panel surya juga bisa menjadi sarana untuk menambah penghasilan. Caranya adalah dengan melakukan ekspor listrik ke Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Belum banyak yang mengetahui bahwa masyarakat kini telah bisa untuk melakukan ekspor listrik yang dihasilkan untuk PLN. Sebab kini suplai listrik tidak lagi bersifat satu arah namun juga disuplai dari multi sumber berkat berkembangnya sistem smartgrid.

Sebagaimana diberitakan detikFinance, Ketua Perkumpulan Pengguna Listrik Surya Atap (PPLSA), Bambang Sumaryo mengungkapkan bahwa para pengguna panel surya bisa meminta pemasangan alat unkur (kWh meter) untuk ekspor listrik ke PLN.

Meteran ini nantinya akan mampu mengukur surplus listrik yang masuk ke jaringan PLN. Dan sebaliknya listrik PLN yang masuk saat panel surya tidak berfungsi, listrik tetap tercatat meteran. Meteran akan menghitung, berapa listrik yang diambil PLN dan berapa pemakaian listrik PLN di rumah tersebut. Kemudian tagihan listrik akan dikurangi oleh listrik yang diekspor ke PLN.

"Ada alat meteran khusus, kWh meter untuk ekspor-impor listrik. Yang memasang PLN. Kalau kita kelebihan listrik, bisa ekspor. Sebaliknya malam hari pakai listrik PLN," ujar bambang

Ilustrasi skema smartgrid
Ilustrasi skema smartgrid

Berkat meteran ini, maka pelanggan listrik akan bisa mendapatkan keuntungan dari hasil produksi listriknya. Sebut saja biaya penggunaan listrik PLN satu bulan adalah 1,3 juta rupiah. Namun karena telah melakukan ekspor listrik dari panel surya ke PLN sebesar 800 ribu rupiah, maka biaya yang dibayarkan hanya mencapai 500 ribu rupiah.

Bambang pun berharap agar masyarakat menjadi semakin banyak yang memasang panel surya di setiap atap rumah mereka. Sebab langkah ini selain memberikan keuntungan finansial, juga turut dapat memperkuat ketahanan energi di Indonesia.

Ia kemudian menjelaskan bahwa harga panel surya saat ini semakin murah. Harganya dapat turun hingga 25% hanya dalam 3 tahun. "Sekarang biayanya makin murah, cost sekarang hanya Rp 15 juta per kWp," pungkasnya.

Tertarik untuk membantu ketahanan energi Indonesia? Mungkin cara ekspor listrik ini adalah cara yang bisa dicoba.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga33%
Pilih SedihSedih7%
Pilih SenangSenang19%
Pilih Tak PeduliTak Peduli2%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi28%
Pilih TerpukauTerpukau12%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Indonesia Raih Enam Penghargaan Dari AFF, Andik Vermansyah Salah Satunya. Sebelummnya

Indonesia Raih Enam Penghargaan Dari AFF, Andik Vermansyah Salah Satunya.

Siapa Sangka, Inilah Produk-Produk Buatan Indonesia yang Ternyata Mendunia Selanjutnya

Siapa Sangka, Inilah Produk-Produk Buatan Indonesia yang Ternyata Mendunia

Bagus Ramadhan
@bagusdr

Bagus Ramadhan

http://kulawarga.id

3 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.