Terpukau, Desainer Italia Akan Kolaborasi Ciptakan Busana Batik

Terpukau, Desainer Italia Akan Kolaborasi Ciptakan Busana Batik
info gambar utama

Duo desainer Italia Mimo dan Alessandra mengungkapkan keinginannya berkolaborasi dengan desainer Indonesia untuk menciptakan busana batik dengan desain yang lebih tanggap pasar Italia.

Hal itu terungkap dalam acara talkshow Indonesia: La vita a colori / Indonesia: Kehidupan dalam ragam warna yang diadakan di kediaman resmi Duta Besar Indonesia di Roma, Senin (25/9).

Counsellor Pensosbud KBRI Roma, Charles F. Hutapea kepada Antara London, Selasa mengatakan acara talkshow diadakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Roma sebagai upaya promosi wastra Indonesia dalam rangka Pekan Budaya Indonesia di Italia berlangsung dari tanggal 21- 29 September.

Dubes RI, Wali Kota San Polo D'Enza dan para model di fashion show Batik Chick di Italia. Foto: Dok.KBRI Roma
info gambar

Dima Kashour, Presiden UNWG (United Nations Women's Guild) Roma, memuji inisiatif desainer Indonesia yang secara antusias mempromosikan sekaligus melestarikan kekayaan budaya bangsa melalui industri fashion. Dima juga begitu bersemangat ketika didaulat untuk menjadi model dan mencoba padu padan kain batik.

Fashion Show di San Polo D'Enza

Fashiow show Batik Chic rancangan Novita Yunus juga digelar di San Polo D'Enza di Provinsi Reggio Emilia, Italia pada Kamis (21/9). Decak kagum dan tepuk tangan terus menggema di kantor Wali Kota San Polo D'Enza.

Kantor walikota berupa kastil abad pertengahan yang disulap menjadi catwalk untuk peragaan busana Indonesia malam itu. Cara ini terlaksana berkat kerjasama dengan KBRI Roma.

Seperti yang dilansir laman Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia, sekitar 400 orang pengunjung mulai dari anak-anak hingga orang tua dengan penuh antusias datang dari berbagai penjuru kota tua ini, maupun dari kota-kota lainnya.

Foto: Dok. KBRI Roma
info gambar

Sebagian dari mereka bahkan harus rela berdiri menonton pertunjukan dari layar yang dipasang di halaman kastil, sekalipun di tengah dinginnya malam yang menusuk di masa menjelang musim gugur.

Teknik membatik di Italia diketahui sejak awal tahun 1900-an dibuktikan dengan koleksi lukisan batik di salah satu sudut Musium Salvatore Ferragamo di kota Florence dan juga di Museum milik salah satu ikon fesyen dunia dipajang lukisan batik sogan dengan motif khas Italia karya Franco Nava dibuat tahun 1934.

Dubes RI untuk Italia, Esti Andayani, menyatakan upaya promosi batik yang telah diakui sebagai kekayaan budaya bangsa Indonesia di Italia sebagai salah satu pusat mode dunia, diharapkan dapat memperluas jejaring desainer nasional agar semakin diakui di tataran industri mode global.




Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Indah Gilang Pusparani lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Indah Gilang Pusparani.

Terima kasih telah membaca sampai di sini