Unik! Pria Ini Memberikan Mahar Teks Pancasila, Wajib Ditiru Seluruh Pria di Indonesia

Unik! Pria Ini Memberikan Mahar Teks Pancasila, Wajib Ditiru Seluruh Pria di Indonesia
info gambar utama

Tujuan dari seseorang dalam mencintai satu sama lain pada akhirnya adalah pernikahan yang sakral. Dalam sebuah pernikahan islam, seoarang calon mempelai pria wajib memberikan mahar kepada calon mempelai wanita.

Mahar atau biasa disebut mas kawin adalah salah satu syarat sah dalam pernikahan. Mahar merupakan pemberian seorang pria kepada seorang wanita yang dinikahinya, yang nantinya akan jadi hak milik istrinya secara penuh.

Dalam Islam, pemberian mahar tidak ada batasan mengenai bentuk dan juga besarnya mahar, namun yang dianjurkan ialah mahar tersebut disesuaikan dari kemampuan calon suami.

Di Indonesia, biasanya calon pengantin pria akan memberikan mahar berupa seperangkat alat shalat, emas, uang ataupun yang lainnya.

Namun, mahar tidak harus berupa benda ataupun uang. Kadang kala ada juga yang memberikan mahar unik, seperti yang terjadi pada pernikahan Sudibyo (40), warga Jetis Yogyakarta, dan Warsini Haryati (43) warga Ngampilan, Yogyakarta.

Peserta nikah massal diarak di atas mobil kebakaran
info gambar

Dilansir dari tribunnewscom, Sudibyo dan Warsini merupakan salah satu dari delapan pasangan yang mengikuti program nikah massal di atas mobil pemadam kebakaran (damkar) yang digelar di pintu keluar kantor DPRD DI Yogyakarta, Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, Selasa (26/9).

Keunikan bukan terletak pada nikah massalnya lalu dengan disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. Tetapi Soedibyo mempersunting Warsini dengan mahar teks Pancasila dan seperangkat alat salat yang menjadi syarat mengikuti program nikah gratis bertajuk “Nikah Bareng Pancasila Sakti” tersebut.

Pasangan Sudibyo dan Warsini berada di damkar sebagai tempat pelaminan mereka.
info gambar

Sudibyo yang selama lima tahun sebelumnya telah mengikat Harsini dalam pernikahan secara siri, wajib melafalkan lima sila dalam Pancasila sebelum ia mengucapkan ijab kabul. Walupun Pancasila sudah di hafal sejak SD, Sudibyo terus menghafalkan seharu sebelum hari pernikahan.

“Takutnya grogi dan salah mengucapkan, makanya saya hafalkan semalaman biar tidak salah ucap,” jelas Sudibyo ketika diwawancarai di atas mobil damkar, di Jalan Maliobori, Kota Yogyakarta, Selasa (26/9), dikutip dari Tribunnews.com, Selasa (26/9/2017).

Keunikan lainnya terletak pada tempat pelaminan yang berada di atas mobil pemadam kebakaran yang kabarnya merupakan pertama kali digelar di Indonesia. Para peserta nikah massal diarak di atas mobil pemadam kebakaran dari Balai Kota Yogyakarta sampai dengan Jalan Malioboro, tepatnya di depan Gedung DPRD DIY, Selasa 26 September 2017 lalu.

Warsini mengaku ada kebanggaan tersendiri saat melakoni pernikahan keduanya kali ini.

“Supaya nanti kalau sudah menikah, suami dan saya harus terus mengingat dan mengamalkan Pancasila. Kalau punya anak, nanti juga harus mengenal pancasila,” terang Warsini, seperti yang dilansir dari laman Kompas.com, Selasa (26/9/2017).

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini