Tahun 2045, Wujudkan Indonesia Menjadi Lumbung Pangan Dunia

Tahun 2045, Wujudkan Indonesia  Menjadi Lumbung Pangan Dunia

Indonesia Menjadi Lumbung Pangan Dunia Tahun 2045 © nusakini.com

Orang bilang tanah kita tanah surga

Tongkat kayu dan batu jadi tanaman

Itulah sepenggal lirik lagu dari Koes Plus (Kolam Susu) yang menggambarkan keadaan Indonesia. Dilematis memang, jika memikirkan keadaan pangan di Indonesia saat ini. Dari satu sisi Indonesia dengan luasnya lahan pertanian, seharusnya mampu memenuhi kebutuhan bagi seluruh rayatnya di penjuru nusantara. Namun disisi lain, Indonesia masih saja mengimpor makanan dari negara asing. Padahal Indonesia memiliki potensi ketersediaan lahan yang cukup besar dan belum dimanfaatkan secara optimal.

Padi adalah | mitalom.com
Padi adalah Potensi terbesar dari produk pertanian Indonesia | mitalom.com

Potensi ini sangat besar karena ada 20 juta hektar lahan rawa belum dijamah, 10 juta hektarnya bisa dikembangkan untuk lahan pertanian maupun perkebunan. Kemudian, ada juga 2 hektar lahan tadah hujan dan 1 juta hektarnya sudah di manfaatkan dengan sangat baik, khususnya di Sumatera Selatan.

Pertanian merupakan roda penggerak ekonomi nasional. Selain bertujuan untuk memenuhi kehidupan masyarakat, sektor itu juga berguna untuk mendongrak citra Indonesia di mata dunia. Posisi sektor pertanian berada di peringkat kedua yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, setelah industri pengolahan. Hal ini membuktikan bahwa sektor pertanian bisa membuat ekonomi Indonesia kian bersaing di dunia internasional.

Bagan Rencana Indonesia Menjadi Lumbung Pangan Dunia | detik
Andi Amran Sulaiman Saat Menjelaskan Bagan Rencana Indonesia Menjadi Lumbung Pangan Dunia | detik

Bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, pertanian menjadi sektor yang memiliki pertumbuhan tertinggi, yaitu sebesar 8,44 persen. Potensi terbesar dari produk pertanian Indonesia sendiri adalah padi. Dimana padi merupakan produk utama dalam mempercepat pertumbuhan perekonomian nasional. Pada tahun 2005 kebutuhan beras setara 52,8 juta ton gabah kering giling (GKG). Sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk, kebutuhan beras sampai pada tahun 2025 diprediksikan masih akan terus meningkat mencapai 65,9 juta ton GKG. Selain itu, sejumlah produk tanaman perkebunan seperti kopi dan tebu serta dari hortikultura juga mengalami peningkatan produksi.

Bergairahnya sektor pertanian menjadi angin segar bagi pemerintah untuk mendongrak kondisi ekonomi makro Tanah Air. Demi mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia, pemerintah telah menebarkan visi Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia di tahun 2045. Seperti yang dilansir kompas, Andi Amran Sulaiman selaku Menteri Pertanian mengatakan bahwa saat ini Indonesia telah berada dijalur yang tepat untuk menuju lumbung pangan dunia.

Andi Amran Sulaiman dan Presiden Jokowi usai panen raya di Boyolali, Jateng, tahun 2016 | bisnis.com
Andi Amran Sulaiman dan Presiden Jokowi usai panen raya di Boyolali, Jateng, tahun 2016 | bisnis.com

Hal ini secara perlahan telah dibuktikan sejak dua tahun terakhir dengan menyetop impor jagung dan bawang merah dari Argentina, Thailand, dan Amerika Serikat. Dengan tidak mengimpor jagung, beras, dan bawang merah telah membuktikan bahwa Indonesia bisa tetap makan tanpa impor. Bahkan, tahun 2019 pemerintah juga menargetkan swasembada bawang putih dan gula konsumsi.

Tak berhenti di sana, pemerintah Indonesia juga terus berupaya mencapai swasembada untuk produk lainnya. Tahun 2020, komoditas yang ditargetkan mencapai swasembada adalah kedelai dan tahun 2024 gula industri.

Baru-baru ini, Balai Embrio Ternak Cipelang Bogor, Indonesia mendapatkan sapi yang akan menjadi masa depan sapi ternak unggulan dari ras belgian blue yang sudah dikembangkan. Pemerintah juga akan bagikan sapi itu kepada peternak diseluruh Indonesia, sehingga Indonesia juga bisa swasembada daging sapi di tahun 2026.

Sapi Ras Belgian Blue | okdogi.com
Sapi Ras Belgian Blue | okdogi.com

Meskipun, saat ini pemerintahan menghadapi masa sulit karena adanya El Nino dan La Nina terbesar sepanjang sejarah, potensi Indonesia untuk terus meningkatkan produksi pertanian sangatlah besar. Tahun 2018-2021 pemerintah menargetkan swasembada pangan dengan peningkatan produksi di atas lima persen. Sehingga, 100 persen kebutuhan pangan bisa dipenuhi dari dalam negeri saja dan tidak akan ada lagi impor pangan.

Selain itu, pemerintah juga telah menerapkan standar kebijakan yang ketat bagi daerah di seluruh penjuru Tanah Air untuk mencapai target tersebut. Setiap kepala daerah yang berbatasan langsung dengan negara lain pun diminta untuk memaksimalkan pembangunan lumbung pangan di wilayah perbatasan agar proses ekspor pangan unggulan Indonesia baik di dalam dan luar negeri dapat tercukupi.

Oleh karena itu, mulai saat ini peran dari masyarakat serta pemerintah tidak bisa lepas dalam mewujudkan mimpi Indonesia menjadi “Lumbung Pangan Dunia” di tahun 2045. Seluruh rakyat Indonesia harus saling bahu membahu untuk terus meningkatkan kontribusi di sektor pertanian agar cita-cita tersebut bukan menjadi impian semata.

Pilih BanggaBangga51%
Pilih SedihSedih10%
Pilih SenangSenang5%
Pilih Tak PeduliTak Peduli2%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi20%
Pilih TerpukauTerpukau12%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Wow Jumlah Publikasi Ilmiah Internasional Indonesia Naik Peringkat! Lampaui Negara Ini Sebelummnya

Wow Jumlah Publikasi Ilmiah Internasional Indonesia Naik Peringkat! Lampaui Negara Ini

Perairan di Indonesia dengan Kemunculan Lumba-Lumba (Bagian I) Selanjutnya

Perairan di Indonesia dengan Kemunculan Lumba-Lumba (Bagian I)

Andari Widanto Fitria Aisyah
@pipit09

Andari Widanto Fitria Aisyah

Keterbatasan bukanlah batasan untuk meraih sebuah mimpi.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.