Flying Fox Terpanjang di Asia Tenggara Ada Di Jogja Loh, Berani Coba Kawan?

Flying Fox Terpanjang di Asia Tenggara Ada Di Jogja Loh, Berani Coba Kawan?

Flying Fox Mertelu terletak di kawasan Green Village Gedangsari, Gunungkidul © detiktravel.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Selalu ada alasan untuk menjadikan kota Jogjakarta sebagai destinasi wisata. Pasalnya, terdapat banyak atraksi wisata terbaru dan seru yang bisa di nikmati selama berlibur ke Kota Pelajar ini. Salah satu destinasi yang menawarkan gebrakan baru adalah Green Village Gedangsari yang berada di daerah Gunungkidul.

Nama Green Village Gedangsari mulai terkenal sejak pertengahan tahun lalu. Berkat media sosial bernama Instagram, banyak wisatawan yang mampir ke tempat wisata ini untuk menikmati kecantikan dan keindahan pemandangan Jogjakarta dari atas ketinggian. Bahkan, mereka menyebut destinasi satu ini sebagai tempat berburu sunset terbaik dan instagrammable di Kota Gudeg.

Atraksi wisata terbaru yang dimiliki Green Village Gedangsari adalah flying Fox Mertelu. Flying Fox Mertelu ini digadang-gadang jadi yang terpanjang di Asia Tenggara. Panjang wahana ini adalah 625 meter dan kecepatannya bisa mencapai 80 km/jam. Waktu tempuh yang dibutuhkan untuk menyelesaikan permainan yang memacu adrenalin ini kurang lebih satu menit.

Pemandangan Di Green Village
Pemandangan Di Green Village Gedangsari

“Ini salah satu flying fox terpanjang di Asia Tenggara, baru diresmikan Agustus kemarin,” kata Riyadi selaku Manajer Green Village Gedangsari pada detikTravel.

Proses pembuatan wahana ekstrem ini sendiri dimulai di akhir tahun 2016 dan selesai di awal tahun 2017. Sebelum dibuat, kajian mendalam terhadap wahana ini dilakukan terlebih dahulu oleh pengelola setempat. Semua hal yang ada di sarana permainan ini diperhatikan dengan sangat baik. Bahkan, seluruh perlatan yang digunakan memiliki standar Internasional yang sangat aman.

Start lintasan Flying Fox Mertelu persis berada di Puncak Green Village Gedangsari. Sementara akhir lintasan ada di sisi timur kawasan Green Village.

Atraksi Flying Fox Yang Menantang Adrenalin | Tribunnews
Atraksi Flying Fox Yang Menantang Adrenalin | Tribunnews

Tujuan dibuatnya flying fox ini tentu saja untuk menarik jumlah wisatawan yang berkunjung ke daerah Gedangsari dan memberdayakan potensi wisata yang ada di desa tersebut. Hasilnya terbukti sukses karena wisata ini sudah mulai di datangi apalagi saat musim liburan tiba.

Menurut Sutiyono, Bendahara Flying Fox Mertelu, setelah dibukanya flying fox tersebut jumlah pengunjung di kawasan Green Village Gedangsari melonjak tajam. Bahkan kini wisatawan mancanegara mulai banyak berkunjung ke objek wisata ini.

“Sejak beroperasi sekitar April kemarin, sudah banyak wisatawan mancanegara yang bermain flying fox di sini. Mereka berasal dari Amerika Serikat, Australia, Malaysia, Prancis, Jerman, Filipina, China, Ceko dan Belanda,” jelasnya.

Untuk biaya yang harus dikeluarkan buat menikmati flying fox terpanjang ini juga tidak banyak. Bagi WNI hanya Rp 100 ribu per orang, sedangkan WNA Rp 150 ribu saja.

“Bagi yang mau ngambil video cukup tambah Rp 50 ribu saja,” tambah Sutiyono.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga15%
Pilih SedihSedih3%
Pilih SenangSenang6%
Pilih Tak PeduliTak Peduli3%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi15%
Pilih TerpukauTerpukau58%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Tahun 2045, Wujudkan Indonesia  Menjadi Lumbung Pangan Dunia Sebelummnya

Tahun 2045, Wujudkan Indonesia Menjadi Lumbung Pangan Dunia

Membangun Pola Pikir Agile Dalam Tim Selanjutnya

Membangun Pola Pikir Agile Dalam Tim

Andari Widanto Fitria Aisyah
@pipit09

Andari Widanto Fitria Aisyah

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.