Menilik Desa Terkaya Di Klaten Yang Mampu Memakmurkan Warganya. Para Kepala Desa Patut Mencontohnya

Menilik Desa Terkaya Di Klaten Yang Mampu Memakmurkan Warganya. Para Kepala Desa Patut Mencontohnya
info gambar utama

Sejak 2015, pemerintah telah mengalokasikan sebagian kecil anggarannya untuk program dana desa. Di mana, program tersebut bertujuan untuk membangun desa dan meningkatkan kesejahteraan warganya. Hingga tahun 2017, anggaran dana desa terus mengalami peningkatan. Terbukti di tahun ini telah dialokasikan dalam APBNP sebesar Rp 60 triliun yang akan tersebar di 75 ribu desa seluruh Indonesia.

Setiap desa mendapatkan alokasi yang berbeda-beda, tergantung dari kondisi desa itu sendiri. Salah satu keberhasilan memanfaatkan dana desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terjadi di Desa Ponggok, Klaten, Jawa Tengah.

Siapa yang tidak kenal dengan desa Ponggok. Desa ini sudah tidak asing lagi bagi wisatawan yang hobi berfoto di bawah air. Dari mulai anak Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, hingga pesepakbola Surabaya, Andik Vermansyah, pernah menginjakkan kaki di desa yang terkenal dengan wisata air Umbul Ponggok tersebut.

Desa Ponggok Yang Mampu Mengoptimalkan Potensi Desa | wisataponggok.com
info gambar

Junaedhi Mulyono selaku Kepala Desa Ponggok mengatakan dari dana desa, Desa Ponggok memiliki pendapatan yang cukup besar. Alokasi dana desa yang disalurkan pemerintah salah satunya digunakan untuk pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

BUMDes ini tugasnya mengelola potensi-potensi sumber daya alam sebagai ladang penghasilan bagi masyarakat, seperti mengelola wisata Umbul Ponggok, Toko Desa, Ponggok Ciblon, dan budidaya perikanan.

“Pemerintah desa ponggok harus mampu melibatkan dalam kesuksesan desa ponggok. Harus mampu mendorong lembaga desa berperan aktif dalam manajemen pemerintahan, prinsip GCG aktif warga desa berproses dalam pembangunan, membangun secara berkelanjutan,” kata Junaedhi pada detik.com.

Kepala Desa Berfoto Bersama Didepan Kantor Desa Ponggok | klatenponggok.desa.kemendesa.go.id
info gambar

Beliau merinci, anggaran dana desa tahun 2015 sebesar Rp 277 juta digunakan untuk membangun infrastruktur dasar, seperti jalan desa, sanitasi, hingga MCK sebanyak 50 unit. Di 2016, jumlah anggaran meningkat menjadi Rp 622 juta dan penggunaannya tetap untuk infrastruktur dasar. Sedangkan tahun 2017, menjadi 634 juta dan digunakan membangun saluran drainase 504 meter, infrastruktur jalan 136 meter, area parkir sebagai dukungan pariwisata seluas 945 meter.

Wisatawan berfoto dengan sepeda motor yang sengaja diparkir sebagai tambahan obyek foto di dasar obyek wisata Umbul Ponggok | kompas
info gambar

Adapun, program unggulan Desa Ponggok yaitu mengenai satu rumah satu sarjana yang intinya memperbaiki sektor pendidikan.

“Program unggulan kami memiliki yang mana satu rumah satu sarjana, di mana mahasiswa ini diberi Rp 300 ribu yang ditransfer ke rekening masyarakat, lalu ada program rehab rumah, sanitasi, air bersih, lalu perlindungan sosial lansia, dan perlindungan kesehatan untuk asuransi BPJS,” ujarnya.

Menurut Junaedi, segudang prestasi Ponggok tersebut tidak begitu saja diraih secara tiba-tiba. Sebab, belasan tahun lalu, tepatnya pada 2001 Ponggok juga sempat menyandang inpres desa tertinggal (IDT). Padahal dengan letak geografis di dataran rendah lereng Merapi membuat Ponggok kaya dengan sumber mata air seperti umbul Ponggok, Besuki, Kajen, Kapilaler, dan Sigedang.

Dengan visi dan misi yang jelas, serta melibatkan masyarakat dalam mengelola dana desa dan transaparansi penggunaan dana desa, BUMDes Tirta Mandiri mampu memiliki penghasilan yang cukup besar. Di mana sejak 2013 pendapatannya baru mencapai Rp 211 juta, naik menjadi Rp 1,1 miliar di 2014 dan di 2016 melonjak menjadi Rp 10,3 miliar. Sedangkan, tahun 2017 ditargetkan pendapatan sebesar Rp 15 miliar.

Kepala Desa Ponggok Saat Menerima Penghargaan | ditjenpdt.kemendesa.go.id
info gambar

Bahkan, Ponggok kini menyandang predikat desa terkaya se-Klaten lantaran memiliki pendapatan asli desa (PAD) mencapai miliaran rupiah per tahun. Selain itu, melalui BUMDes Tirta Mandiri, Ponggok meraih penghargaan BUMDes terbaik kategori Trendy dan BUMDes yang menginspirasi dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi pada November 2016 lalu.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini