Pelangi di Perumahanku

Pelangi di Perumahanku
info gambar utama

Tidak ada yang dapat menyangkal bahwa pelangi itu indah. Sebuah fakta yang tak terbantahkan, bahwa keragaman dan perpaduan berbagai warna, itulah yang membuat pelangi tersebut indah dan menarik untuk dipandang. Bisa Anda bayangkan jika pelangi itu hanya terdiri dari satu warna saja, misalnya hanya warna merah, kuning, atau hijau saja. Apa menariknya?

Begitu pula negeri kita. Di negeri ini, terdapat berbagai warna, yakni keragaman. Mulai dari keragaman suku, agama, ras, dan yang lainnya. Kalau mau jujur, kita tidak dapat menyangkal bahwa keunikan dan kekayaan negeri terletak pada keragaman masyarakatnya. Jika kita bandingkan dengan bangsa lain tentu tidak ada yang mampu menandingi keragaman tersebut.

Sementara, akibat keragaman yang ada, maka bangsa kita pun sangat kaya dengan karya seni yang tinggi dan budaya yang luhur. Dan keyakinan kita, bahwa tidak akan ada yang mampu membeli semua itu dari bangsa kita, jikalau anak bangsa ini mengapresiasi dan menghargainya. Untuk itu, akankah kita menyia-nyiakannya? Berharap tidak ada lagi dalam kamus kita untuk menyia-nyiakan keragaman tersebut. Justru sebaliknya, kita harus serius dan bergandeng tangan untuk memikirkan bagaimana merawat dan melestarikannya untuk keberlanjutan bagi anak cucu kita.

Jika memotret dari dimensi waktu masa lalu, maka kita bisa melihat bahwa keragaman di negeri ini bukan sesuatu yang baru. Tetapi keragaman sudah ada sejak zaman nenek moyang kita. Bahkan dalam catatan sejarah mengatakan, salah satu negara kerajaan nusantara di negeri ini ternyata memberi ruang pada beragaman tersebut, hingga masyarakatnya pun bisa hidup berdampingan dengan saling menghormati.

Misalnya kita bisa melihat kondisi masyarakat pada Kerajaan Majapahit. Bahwa melalui catatan sejarah kita dapat mengetahui bahwa semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika’ yang merupakan salah satu dari pilar bangsa yang kita akui ternyata berasal dari kerajaan Majapahit. Dengan semboyan itu, kita pun tetap memegang prinsip bahwa dengan berbagai keberagaman di Indonesia kita mengakui bahwa kita tetap satu jua.

Sebagai bagian dari bangsa ini, saya sangat mensyukuri jikalau negeri ini terdiri dari keberagaman. Saya yakin Tuhan telah mengaturnya sedemikian rupa, dengan maksud dan tujuan yang indah. Tuhan jugalah yang memberikan pelajaran bagi saya melalui keberagaman, tentu agar bisa belajar untuk saling menerima dan menghargai perbedaan dan bisa hidup saling melengkapi berdasarkan kelebihan atau kekurangannya masing-masing.

Dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa yang pernah saya jalani, mulai sejak sekolah dasar hingga sekarang, saya beruntung bisa tinggal dan hidup ditengah-tengah keragaman masyarakat. Mulai dari perbedaan etnis dan agama. Saya merasakan bahwa ternyata hidup berdampingan dengan orang yang berbeda itu indah.

Untuk itu, butuh sebuah komitmen dan kesadaran masing-masing seluruh anggota masyarakat. Disamping itu, kita juga harus selalu terbuka dengan keberagaman budaya masyarakat disekitar kita. Termasuk menghargai budaya-budaya yang ada. Sebab penghargaan terhadap budaya lain adalah salah satu pintu masuk untuk menghargai keragaman.

Saya jadi teringat dengan lingkungan perumahan kami yang sangat antusias untuk mewujudkan penghargaan atas keragamaan. Ada banyak cara yang dilakukan untuk menghargai keragaman atau perbedaan tersebut. Salah satu cara yang dilakukan yakni melalui penampilan budaya dari berbagai suku dari warga yang berada di perumahan. Salah satu kegiatan yang pernah terselenggara adalah dengan melakukan karnaval budaya.

Setidaknya dua tahun terakhir, warga perumahan kami yakni Perumahan Taman Cibiru – Lippo Cikarang, Bekasi, setiap waktu memperingati perayaan HUT RI selalu ada momen untuk menampilkan keragaman budaya.

Biasanya warga sangat antusias menggunakan pakaian adat yang dimiliki masing-masing. Dengan menggunakan pakaian adat tersebut, warga pun secara bersama ikut keliling (pawai) di sekitar perumahan. Kegiatan seperti ini ternyata mampu menunjukkan rasa menghargai terhadap budaya yang kita miliki, mengahargai budaya lain, dan menggap itu semua sebagai budaya nasional.

Disamping untuk menampilkan pakaian adat, ternyata pawai yang demikian ternyata mampu mempererat persahabatan dan persaudaraan warga yang cenderung beragam. Sehingga pengakuan untuk keragaman suku, agama, ras, budaya dan yang lainnya bisa lestari. Sehingga hal-hal demikian bisa menjadi sarana yang dapat menumbuhkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini