Mengenal Pecel Punten. Kuliner Lezat Dari Tulungagung

Mengenal Pecel Punten. Kuliner Lezat Dari Tulungagung
info gambar utama

Pecel atau pecal merupakan makanan yang terdiri dari sayur mayur yang disiram bumbu pecel dalam penyajiannya. Tiap-tiap daerah utamanya di Jawa Timur, mempunyai ciri khas tersendiri dalam menghidangkan makanan ini. Biasanya perbedaannya ada pada jenis-jenis sayurannya atau pada cita rasa bumbu pecel itu sendiri. Misalnya Pecel Semanggi di Surabaya tentu rasanya berbeda dengan Pecel Madiun, karena bahan baku pembuatan bumbunya juga berbeda. Kalau di Surabaya, Pecel Semanggi terdiri dari sayur semanggi dan kecambah yang disiram bumbu pecel yang terbuat dari ketela rambat, sedangkan Pecel Madiun terdiri dari kecambah, kemangi, kacang panjang, kembang turi, kangkung, bayam, serta mentimun yang kemudian disiram dengan bumbu pecel yang terbuat dari kacang dan daun jeruk.

Sedangkan Pecel Punten bagaimana?

Pecel Punten
info gambar

Banyak sumber menyebutkan bahwa pecel punten berasal dari daerah Tulungagung, meski begitu makanan ini juga bisa dijumpai di daerah-daerah sekitar Tulungagung seperti kabupateng Malang dan Kediri. Sampai saat ini belum ada informasi yang secara pasti menjelaskan bagaimana keberadaan makanan ini bisa sampai ke wilayah Malang dan Kediri. Tetapi secara umum, karena wilayah Tulungagung, Kediri, dan Malang letaknya yang tidak terlalu jauh sehingga memungkinkan ketiga wilayah itu punya ragam budaya yang mirip bahkan serupa.

Pecel Punten ini pun mirip dengan pecel Tumpang asal Kediri, juga Pecel Madiun. Bedanya kalau pecel umumnya disajikan dengan makanan pokok berupa nasi, sedangkan pecel yang satu ini disajikan bersama punten.

Apa Itu Punten?

Pecel Punten © Hari Tri Wasono diambil dari Tempo.co
info gambar

Yang pertama punten di sini bukan berarti permisi dalam bahasa Sunda, ya. Punten merupakan salah satu makanan pokok yang terbuat dari kombinasi beras dan santan kental. Cara pembuatannya mirip seperti membuat nasi kuning. Tapi, meski bahan utamanya beras putih dan santan, beberapa orang juga sering menambahkan daun salam atau bisa juga daun pandan agar tercipta aroma yang khas dan menggugah selera. Membuat punten pun juga memerlukan takaran yang pas untuk menghasilkan punten yang kenyal dan gurih, takaran yang tidak sesuai bisa mengakibatkan rasa yang kurang gurih, terlalu asin, terlalu lembek, bahkan terlalu keras.

Setelah beras dan santan masak, proses selanjutnya ialah menumbuk adonan punten menggunakan alu (lesung). Adonan punten ditumbuk sampai adonan padat menyerupai lontong. Setelah adonannya padat, barulah adonan punten dibentuk kotak atau persegi, kemudian dipotong-potong saat akan disajikan bersama pecel. Jika dilihat sekilas, punten ini persis jadah ya, hanya beda bahan bakunya saja. Kalau punten terbuat dari beras putih, sedangkan jadah terbuat beras ketan. Tapi keduanya sama-sama mudah ditemukan di Tulungagung kok.

Penyajian Pecel

Penyajian pecel punten mirip seperti pecel Madiun atau pecel Tumpang yang terdiri dari sayuran seperti kacang panjang, daun singkong, bayam, mentimun, kembang turi, kecambah, kangkung serta kemangi yang disiram dengan sambal pecel. Tak lupa aksesoris pelengkap yang membuat Kawan jadi semakin ketagihan, seperti rempeyek, telor ceplok, ayam goreng dan juga ikan. Tapi, aksesoris di atas bukan berarti pakem yang harus disajikan; masing-masing daerah punya selera tersendiri dalam menyajikannya, seperti di Kediri sebagian besar warung yang menjual pecel punten ini mengganti rempeyek dengan kerupuk pasir atau akrab disebut kerupuk upil yang digoreng menggunakan pasir.

Makanan Favorit Warga Lokal dan Turis Mancanegara

Pecel punten termasuk makanan daerah. Meski makanan daerah, tidak ada aturan yang menyangkutkan makanan ini dengan tradisi warga sekitar. Pecel punten biasa disantap sebagai makanan sehari-hari. Makanan ini pun menjadi panganan favorit warga lokal khususnya mereka yang tinggal di pedesaan, akibatnya pecel punten menjamur di pelosok pedesaan. Banyak warga desa yang menjual makanan ini sebagai menu andalan, seperti yang ada di daerah Donomulyo Malang Selatan.

Tapi, rupanya tak cukup lidah orang Indonesia saja yang membuatnya menjadi makanan unggulan, turis mancanegara juga ketagihan dengan cita rasa kuliner lokal ini. Seperti yang dilansir dari website Boombastis.com, di desa Kedungsalam, Malang ada banyak turis mancanegara yang datang untuk menikmati indahnya pantai Ngliyep, di desa itu pulalah turis tersebut mencoba panganan lokal ini. Bahkan ada turis asal Hong Kong yang mengaku sudah berkunjung beberapa kali ke desa ini untuk menikmati pecel punten ini. Dari hal ini menjadi semacam harapan bahwa keberadaan kuliner lokal memungkinkan sebuah daerah untuk terus dikenal dan mempertahankan identitasnya, seperti Gudeg dari Yogya, Lontong Balap dari Surabaya, Bandeng Presto dari Semarang, Gulai Belacan dari Riau, dan masih banyak yang lainnya.


Sumber: Dari berbagai sumber

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini