Waw! Taman Borobudur Hadir di Vatikan sebagai Simbol Keberagaman dan Harmoni

Waw! Taman Borobudur Hadir di Vatikan sebagai Simbol Keberagaman dan Harmoni

Setelah melalui proses pembangunan sekitar 10 bulan, akhirnya Taman Borobudur (Borobudur Garden) resmi hadir di Museum Etnologi Vatikan (4/10). © kemlu.go.id

Masyarakat Indonesia patut berbangga, pasalnya taman Borobudur yang merupakan simbol keberagaman dan harmoni resmi hadir di Museum Etnologi Vatikan.

Dilansir dari kemlu.go.id, peresmian dilakukan Presiden Kegubernuran Vatikan, Kardinal Giuseppe Bartello dan Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata Indonesia, Bapak I Gde Pitana.

Acara peresmian yang dimeriahkan oleh tarian Bali juga dihadiri sejumlah Duta Besar asing untuk Takhta Suci Vatikan, pejabat Vatikan, dan para biarawan-biarawati Italia dan Indonesia.

Dalam sambutannya, Kardinal Bartello menyampaikan hadirnya Taman Borobudur di Museum Vatikan merupakan gambaran nyata dari hubungan persahabatan antara Indonesia dan Takhta Suci Vatikan.

“'Beauty unites us (Keindahan menyatukan kita). Itulah simbol dan arti filosofis dari kehadiran Taman Borobudur di Vatikan. Semoga dengan hadirnya taman ini, pengunjung dapat menikmati dan memahami lebih jauh arti keharmonisan dalam keberagaman” demikian ujar Kardinal Bartello, seperti dikutip dari kemenlu.go.id.

Dikutip dari news.olezone.com, Direktur Museum Vatikan, Barbara Jatta, juga mengungkapkan hal senada. “Borobudur Garden merupakan selebrasi persahabatan Indonesia dan Takhta Suci Vatikan. Ia berharap semoga melalui Taman Borobudur, pengunjung dapat melihat sedikit dari gambaran luas nilai-nilai harmoni dan keberagaman dari Wonderful Indonesia” ungkap Barbara.

Hadirnya Taman Borobudur, pengunjung dapat menyaksikan secara langsung sedikit dari kekayaan budaya Indonesia dan arti penting Borobudur sebagai simbol yang merefleksikan keberagaman di Indonesia.

Taman Borobudur terdiri dari 2 stupa besar Candi Borobudur yang terbuat dari aluminium namun tampak seperti asli dan didatangkan langsung dari Muntilan, Jawa Tengah. Di samping itu, terdapat hiasan relief/mozaik di sepanjang tembok yang menggambarkan perjalanan hidup Sidharma Gautama.

Diperkirakan setiap tahun, Vatikan dikunjungi sekitar 7 juta wisatawan asing. Diharapkan, adanya Taman Borobudur ini, para wisatawan asing tertarik untuk berkunjung langsung ke Indonesia..

Selama resepsi, disajikan makanan khas Indonesia seperti Lapis Legit, Bakpia, Lumpia Semarang, Rempeyek, Bakmi Goreng, dan Sate.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Dengan Baraan, Yuk Kenali Tetanggamu! Sebelummnya

Dengan Baraan, Yuk Kenali Tetanggamu!

Perairan di Indonesia dengan Kemunculan Lumba-Lumba (Bagian I) Selanjutnya

Perairan di Indonesia dengan Kemunculan Lumba-Lumba (Bagian I)

Maria Umma Dewi
@mariaumma

Maria Umma Dewi

Ich bin Studentin an der Staatlichen Universitaet Surabaya. Meine Mama ist eine Eingebung. Das Zwielicht ist Schoenheit, liebe ich das. Banyuwangi ist ein wundershoen Indonesien, und komme ich aus Banyuwangi.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.