Lupa Sandi?

Warna-warni Keindahan Budaya Nusantara Dari Hamburg Untuk Indonesia

Agung Kharisma
Agung Kharisma
0 Komentar
Warna-warni Keindahan Budaya Nusantara Dari Hamburg Untuk Indonesia

Jauh dari Indonesia bukan berarti kita tidak bisa  menunjukkan jiwa nasionalisme, bukan? Hal inilah yang dirasakan banyak diaspora dan mahasiswa-mahasiswa yang sedang menetap untuk bekerja dan menimba ilmu di Hamburg, Jerman.

Demi turut berkontribusi dalam mempromosikan budaya nusantara di negeri Eropa, para diaspora dan mahasiswa di Jerman menggelar festival pameran kebudayaan nusantara tahunan bernama Pasar Hamburg 2017.  Tertarik ingin tahu lebih dekat lagi dengan festival budaya nusantara yang satu ini? Yuk intip keseruannya lewat video trailer berikut ini:

                          

Lewat cuplikan video trailer diatas, mungkin kamu akan mendapat gambaran awal mengenai festival budaya pasar hamburg. Nah, apakah kamu penasaran ada budaya apa saja sih yang ditunjukkan di pameran budaya ini? Yuk dilanjut bacanya. :)

1. Diskusi dengan Romo Franz Magnis Suseno dan Okky Madasari

Diskusi dengan Romo Franz Magnis Suseno dan Okky Madasari
Diskusi dengan Romo Franz Magnis Suseno dan Okky Madasari ©DW/H.Pasuhuk

Di Pasar Hamburg tahun ini, kamu akan diajak untuk berdiskusi bersama salah seorang Filsuf dan penulis yang akan mengajakmu membahas mengenai perkembangan aktual di Indonesia. Topik yang menjadi pembahasan utama dalam diskusi tersebut adalah demokrasi, toleransi, dan islam.

Melalui diskusi ini, teman-teman sebangsa Tanah air di Jerman ingin menunjukkan kalau mereka juga peduli dengan kondisi terkini di nusantara, oleh karenanya, membahasnya bersama-sama dalam pameran budaya menjadi salah satu momen yang tak bisa dilewatkan karena banyak pembahasan menarik yang bisa menambah wawasan.

2. Memperkenalkan Kuliner Nusantara Kepada Penduduk Jerman

Berbagai menu kuliner Indonesia bisa dicicipi pengunjung Jerman hanya dengan datang ke event Pasar Hamburg 2017
Berbagai menu kuliner Indonesia di Pasar Hamburg 2017  ©DW/H.Pasuhuk

Selama di Pasar Hamburg, kamu akan mendapati banyak stand yang menjajakan berbagai menu kuliner khas nusantara. Melalui event ini diharapkan para pengunjung dari Eropa bisa mengenal dan mencicipi makanan khas Indonesia yang siapa tahu bisa membuat mereka jatuh cinta untuk berkunjung ke negaranya langsung.

Siapa yang tak kenal mie ayam dan sate, atau mungkin kamu termasuk penikmat dua kuliner khas Indonesia itu? Makanan Indonesia terkenal dengan rasa yang kaya akan rempah-rempahnya sehingga rasanya pun bervariasi mulai dari pedas, manis, dan asin pun ada. Para pengunjung pastinya akan suka dengan makanan dari Indonesia.

3. Konser Kelompok Musik Suarasama dari Medan

Kelompok Musik Suarasama Dari Medan
Kelompok Musik Suarasama Dari Medan ©DW/H.Pasuhuk

Di Pasar Hamburg tahun ini, festival budaya kali ini akan lebih kaya lagi karena diiringi lantunan lagu dari kelompok suarasama dari Medan. Sejak awal pembentukan kelompok musik ini di tahun 1995, mereka dinominasikan sebagai 10 world music terbaik dunia versi majalah-majalah musik seperti Un Cut Magazine, London. Wah, makin bangga rasanya dengan kebudayaan musik Indonesia ya. 

4. Pameran Lukisan dari Seniman Indonesia

Pameran Lukisan Indonesia
Pameran Lukisan Indonesia ©Pasarhamburg.com

Ingin melihat lukisan karya seniman Indonesia? Bisa banget! Di Pasar Hamburg 2017 ini, para pengunjung dari Eropa bisa melihat-lihat karya fenomenal dari seniman Indonesia. Menarik, bukan? Melalui lukisan, para pengunjung diajak untuk menyelami dan menghayati setiap makna tersirat yang ada dalam setiap lukisan. Benar memang apa kata pepatah, "A picture can tell a million meaning."

5. Seni Tari Tradisional Indonesia

Seni Tari Tradisional Indonesia
Seni Tari Tradisional Indonesia ©Pasarhamburg.com

Selain ada pameran lukisan, di Pasar Hamburg juga ada pameran seni tari khas Indonesia Lho. Dengan adanya pergelaran seni tari, diharapkan para pengunjung mengenal budaya Indonesia lebih dekat lagi. Dalam pameran ini terlihat para pengunjung sangat antusias menikmati segala macam koreografi tarian yang indah dan memukau.

6. Dihadiri Band Terkenal Asal Indonesia : Superman Is Dead (SID)

Live Konser Superman Is Dead (SID)
Live Konser Superman Is Dead (SID) ©DW/H.Pasuhuk

Salah satu main event yang ditunggu-tunggu oleh WNI di Jerman adalah adanya konser music dari salah satu band terkenal asal Indonesia yakni Superman Is Dead (SID). Bagi penggemar SID, ini merupakan kabar baik untuk mereka, betapa tidak, tak semua band asal Indonesia konser live langsung di Jerman, oleh karenanya, momen ini menjadikan para fans SID semakin menikmati event pameran ini sekaligus menjadi penghibur untuk pengunjung lain dari Eropa.

7. Fashion Show dari Indonesia

Fashion Show Pasar Hamburg 2017
Fashion Show Pasar Hamburg 2017 © DW/H.Pasuhuk

 

Acara puncaknya, di Pasar Hamburg 2017, ada pertunjukan fashion show yang menampilkan model-model cantik yang mengenakan busana khas Indonesia. Tentu ini merupakan langkah yang baik untuk mempromosikan kreasi busana dari Indonesia. Kalau sudah begini, akan banyak penggemar busana khas nusantara di Eropa khususnya Jerman.

Nah itu dia warna-warni kebudayaan nusantara yang turut mewarnai kota Jerman di festival budaya Indonesia: Pasar Hamburg 2017. Semoga event membanggakan ini semakin banyak pengunjungnya supaya lebih banyak lagi orang-orang eropa khususnya Jerman yang mengenal Indonesia dari sisi keunikan dan kekayaan budayanya. 

Disclaimer: Artikel ini diikutsertakan dalam lomba menulis kabar baik #3 yang diadakan oleh GoodNews From Indonesia.

Sumber: Pasarhamburg.com

Pilih BanggaBangga80%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau20%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AGUNG KHARISMA

I am a college students of Muhammadiyah Prof.Dr.HAMKA University. I am taking English Education. Active in English Debating Society on his campus and other organization. Lastly, I like writing. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas