Ce Hun Tiau, Si Manis-Segar dari Pontianak

Ce Hun Tiau, Si Manis-Segar dari Pontianak

ilustrasi macet © Flickr

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kota Pontianak adalah salah satu kota dengan suhu terpanas di Indonesia. Terlebih jika dimusim kemarau dan anda adalah orang dengan kesibukan di jalan raya, anda dapat merasakan panasnya diatas 34 derajat Celcius.

Meskipun panas, Pontianak tidak begitu kejam pada anda. Karena, di setiap tepi jalan anda akan menemukan ‘keramahan’ masyarakatnya yang menjual berbagai minuman menyegarkan, salah satunya che hun tiau. Kata “che hun tiau” sendiri berasal dari bahasa Tionghua yang berarti makanan yang dibuat dari tepung.

ce hun tiau atau cendol tionghua

Komposisinya terdiri dari : che hun tiau (cendol), bubur ketan hitam, kacang merah dan cincau hitam. che hun tiau berwarna putih bentuknya seperti cendol tapi tipis-tipis, lebih mirip makanan so'un kalo diseduh air panas. Semua bahan tadi dicampur jadi satu dalam sebuah cawan ukuran sedang lalu ditambahkan santan kelapa, gula aren dan ditaburi es batu yang dikepruk (hancur). Akan lebih sedap jika menambahkan bongko kedalamnya.

bongko

Nah, menurut sumber dari pontianakpost, che hun tiau merupakan nama lain dari cendol tradisional masyarakat Tionghoa. Proses pembuatan cendol ini menggunakan bahan tepung sagu dan kanji. “Tepungnya kita gabung, lalu diberi air panas. Jika menggumpal baru diberi air dingin,” ujar salah seorang penjual che hun tiau, Ahua. Adonan yang sudah menyatu siap di bentuk dengan cetakan untuk membuat mi. Kemudian dipotong-potong seukuran yang diinginkan. Che hun tiau bisa bertahan dalam waktu yang lama setelah dikeringkan. Saat ingin digunakan, tinggal merendamnya dengan air panas.

Kacang merahnya sangat lembut, kuahnya manis, esnya dingin (loh ini sudah pasti). Anda bisa temui Ce Hun Tiau di area Jalan WR Supratman, Pontianak. Dan temukan pelarian yang menyegarkan dari panasnya kota ini.


Sumber: dari berbagai sumber

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga33%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang13%
Pilih Tak PeduliTak Peduli7%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi27%
Pilih TerpukauTerpukau20%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Siapa Sangka, Generasi Millenials Indonesia Paling Spontan di Asia Pasifik Sebelummnya

Siapa Sangka, Generasi Millenials Indonesia Paling Spontan di Asia Pasifik

Sejarah Hari Ini (4 Agustus 1956) - Uji Coba Bus Ikarus, Transportasi Baru Jakarta Asal Hungaria Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (4 Agustus 1956) - Uji Coba Bus Ikarus, Transportasi Baru Jakarta Asal Hungaria

Julian Alsen
@julian

Julian Alsen

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.