Ukir Penghargaan di SVC Asia 2017. Startup Menuju Peningkatan Mutu Agraris Indonesia

Ukir Penghargaan di SVC Asia 2017. Startup Menuju Peningkatan Mutu Agraris Indonesia

Pertanian Indonesia © blogdetik.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Bisnis startup di tanah air selama ini masih disandang oleh para startup yang bergerak di bidang e-commerce dan layanan on demand. Padahal Indonesia dikenal sebagai salah satu negara agraris terbesar di dunia dengan penghasilan dari sektor pertanian yang sangat melimpah serta menyerap banyak tenaga kerja masyarakat Indonesia.

Melihat potensi tersebut, akhirnya mulai bermunculan beberapa startup yang membuat aplikasi untuk mengembangkan bisnis di bidang pertanian. Tak cuma mendapat produk pertanian berkualitas, startup dan aplikasi ini juga bisa membantu untuk mendapat informasi soal harga produk pertanian. Di sisi lain, startup dan aplikasi pertanian ini juga bisa menjadi sumber informasi bagi petani mengenai cara bercocok tanam, solusi masalah pertanian, dan sebagainya.

Petani Indonesia (© mongabay.co.id)
Petani Indonesia (© mongabay.co.id)

Adalah salah satunya CROWDE, platform investasi urunan publik untuk permodalan petani, berhasil memboyong dua penghargaan, yakni SVC Asia Enterprise dan Syngenta Agriculture Social Enterprise Award di Social Venture Challenge Asia (SVC Asia) 2017 di Singapura awal Oktober ini.

CROWDE memenangkan penghargaan SVC Asia 2017 (© tekno.liputan6.com)
CROWDE memenangkan penghargaan SVC Asia 2017 (© tekno.liputan6.com)

Startup ini mewakili Indonesia di ajang yang diselenggarakan DBS Foundation dan National University of Singapore. Dari penghargaan ini, CROWDE membawa pulang uang tunai senilai SGD 40.000.

Chief Marketing Officer CROWDE, Dayang Melati, mengatakan tahapan perlombaan melibatkan para pengusaha sosial dari seluruh Asia yang berlangsung selama enam bulan, dan diikuti lebih dari 1.800 social enterprise.

Dari 30 negara peserta, CROWDE dan empat tim lainnya lolos ke-16 besar dan mewakili Indonesia di tahap final. Tiga anggota tim CROWDE, yaitu Yohanes (CEO), Andrew (Project Manager) dan Ivan (Financial Manager), berangkat ke Singapura untuk memperoleh pembekalan selama tiga hari sebelum kemudian berkompetisi dengan 15 tim lainnya.

"Kami memperoleh begitu banyak pembelajaran dan pengalaman dalam ajang ini. CROWDE juga menangkap peluang menjalin kerjasama dari berbagai tim pesaing yang berasal dari berbagai penjuru Asia, seperti Malaysia, Filipina, dan India," ujar Dayang, Senin (9/10/2017), dikutip dari tekno.liputan6.com.

Inspirasi juga datang dari peserta social enterprise lain yang melibatkan penyandang disabilitas untuk berkontribusi pada bangsa melalui bidang kerja khusus dan kreatif. Maka diharapkan dengan adanya inovasi sektor pertanian ini dapat meningkatkan mutu pekerja dan kualitas dari hasil pertanian Indonesia demi kesejahteraan bersama.

CROWDE bersama petani Indonesia (© 1.bp.blogspot.com)
CROWDE bersama petani Indonesia (© 1.bp.blogspot.com)

Sumber: tekno.liputan6.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah jika sakit
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau100%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Ce Hun Tiau, Si Manis-Segar dari Pontianak Sebelummnya

Ce Hun Tiau, Si Manis-Segar dari Pontianak

Ketika Para Seniman Ajak Masyarakat Atasi Covid-19 Lewat Pertunjukan Di Dunia Maya Selanjutnya

Ketika Para Seniman Ajak Masyarakat Atasi Covid-19 Lewat Pertunjukan Di Dunia Maya

Rizkia Yulianti
@rizkyuliant

Rizkia Yulianti

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.