Lupa Sandi?

Tiga Film Indonesia di Jendela Asia Festival Film Busan 2017

Thomas Benmetan
Thomas Benmetan
0 Komentar
Tiga Film Indonesia di Jendela Asia Festival Film Busan 2017

 Sebuah gelaran festival film internasional kembali diadakan ditahun ini, yakni Busan International Film Festival (BIFF), yang untuk kesekian kalinya digelar di Busan Cinema Center, Korea Selatan, mulai 12 Oktober hingga 21 Oktober 2017. Sebanyak 300 film dari 75 negara akan meramaikan ajang tersebut, dimana 100 dari fim tersebut merupakan fim yang akan tayang pertama kalinya di layar publik.

Beberapa nama besar juga turut hadir mempersembahkan karyanya. Mulai dari Oliver Stone, Darren Aronofsky, John Woo, Hirokazu Kore-eda hingga Jia Zhangke turut hadir dan membawa karya – karya besarnya di sepanjang tahun ini. tidak ketinggalan pula para sineas Indonesia turut ambil bagian dalam perhelatan bergengsi tersebut. Sebanyak tiga film karya anak bangsa akan tayang di ajang BIFF 2017 lewat sesi “A Window on Asian Cinema.” Film apa saja yang akan tampil nanti? Berikut ulasan lengkapnya.

The Seen and Unseen

Baru saja pulang dari Kanada dengan membawa predikat film terpanas dalam Toronto International Film Festival (TIFF) 2017, film buah karya Kamila Andini ini untuk pertama kalinya tayang di layar Asia. Film ini mengisahkan tentang dua orang anak kembar buncing asal Bali yang mengalami sejumlah pengalaman mencengangkan. Membawa unsur holistik sekaligus budaya yang kuat, The Seen and Unseen sukses merebut perhatian publik Hollywood kala itu dan berhasil ditempatkan sebagai salah satu film yang direkomendasikan ajang TIFF untuk publik.

Kini, The Seen and Unseen menyapa layar Asia lewat ajang BIFF 2017 di Korea. Film tersebut akan tayang selama tiga kali, berturut – turut pada tanggal 15, 18 dan 20 Oktober 2017 pada pukul 10.30, 11.00 dan 14.00 waktu setempat.

 

Marlina the Murderer in Four Acts

Seperti halnya The Seen and Unseen, Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak pun baru saja kembali dari TIFF 2017 dengan membawa beragam pujian. Buah karya Mouly Surya yang dibintangi Marsha Timothy ini menuai respon positif dari media internasional, bahkan mendapat rating 86% fresh dari Rotten Tomatoes. Pula, film ini sukses melenggang ke festival film bergengsi dunia, Cannes Film Fesgtival di Prancis beberapa waktu lalu.

Dalam BIFF 2017, Marlina The Murderer in Four Acts ini akan tayang sebanyak tiga kali, yakni pada tanggal 15, 18 dan 20 Oktober 2017 berturut – turut pada pukul 12.30, 11.00 dan 13.00 waktu setempat.

The Carousel Never Stops Turning

Mobil Bekas dan Kisah – Kisah dalam Putaran adalah judul Bahasa Indonesia dalam film yang digarap oleh Ismail Basbeth. Menceritakan tentang beragam cerita manusia yang disaksikan oleh mobil bekas, film ini juga pernah terpilih mewakili Indonesia sebagai salah satu film yang tayang dalam Tokyo International Film Festival 2017 beberapa waktu lalu. Dalam BIFF 2017, film ini sukses masuk dalam kategori film peraih Kim Ji Seok Award bersama 9 film Asia lainnya. Kategori ini adalah sesuatu yang baru dalam ajang BIFF, dibuat untuk menghormati sosok Kim Ji Seok, direktur program BIFF yang meninggal pada Mei 2017 lalu.

Di BIFF 2017, The Carousel Never Stops Turning akan tayang sebanyak tiga kali dengan jadwal tanggal 13, 15 dan 17 Oktober 2017 pada pukul 20.00 waktu setempat.



*GNFI

Pilih BanggaBangga67%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang17%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau17%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG THOMAS BENMETAN

A Fulltime life-learner who lost himself into book, poem, Adventure, travelling, hiking, and social working. Graduated from Faculty of Communication Science, Petra Christian University. Currently pur ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara