Apresiasi dunia internasional terhadap karya film, kualitas akting hingga kerja keras sineas tanah air semakin meningkat. Sepanjang tahun 2017 ini, cukup banyak film Indonesia yang tayang di berbagai festival film internasional dan mendapat pujian dari para penonton dunia, media internasional dan  sineas handal dari berbagai negara. Kali ini, decak kagum itu makin menjadi lewat ajang Asia – Pasific Screen Awards (APSA) 2017. Tidak tanggung – tanggung, ada tiga nama asal Indonesia dalam nominasi  yakni Best Performance by an Actress (Aktris terbaik), Best Youth Feature Film (Film Remaja terbaik)  dan Achievement in Directing (Penghargaan Sutradara terbaik). Tiga nominasi tersebut masing – masing diisi dengan nama yang berbeda.

Nominasi aktris terbaik menempatkan nama Cut Mini lewat peran apiknya dalam film Athirah. Menjadi tooh utama dalam film tersebut, Cut Mini sukses membawakan peran sosok Athirah dalam film yang diangkat dari kisah hidup ibunda Wakil Presiden Jusuf Kalla ini. Masuk dalam nominasi aktris terbaik sebuah ajang penghargaan internasional bukanlah yang pertama kali bagi Cut Mini. Sebelumnya, Cut Mini pernah meraih penghargaan sebagai aktris terbaik dalam ajang the 36th  Brussel's International Independent Film Festival lewat perannya dalam film Laskar Pelangi. Kali ini, dalam APSA 2017, Cut Mini bersanding dengan aktris – aktris kawakan lainnya seperti  Ecem Uzun (Turki), Na Moon-He (Korea),  Nata Murvanidze (Georgia) dan Zhou Xun (China).

Cut Mini (kiri) dalam film "Athirah" (APSA 2017)
Cut Mini (kiri) dalam film "Athirah" (APSA 2017)

Sementara itu, nominasi kedua yakni Film Remaja Terbaik menempatkan film The Seen and Unseen karya Kamila Andini  bersanding dengan empat film lainnya yang  berasal dari  yakni The Skier (Iran), Jasper Jones (Australia), Big Big World (Turki),  dan The Summer is Gone (China). Masuknya Kamila Andini dan filmnya ini merupakan yang kedua kalinya dalam ajang APSA, setelah pada 2012 yang lalu ia berhasil memenangkan kategori Film Anak – Anak Terbaik lewat karyanya yang berjudul The Mirror Never Dies. Kali ini, The Seen and Unseen yang juga telah melanglang buana ke berbagai festival film internasional dan pulang dengan sejumlah penghargaan akan berusaha untuk melengkapi deretan penghargaannya dengan masuk dalam nominasi APSA 2017.

"Sekala Niskala" adalah judul film ini dalam Bahasa Indonesia (APSA 2017)
"Sekala, Niskala" adalah judul film The Seen and Unseen dalam Bahasa Indonesia (APSA 2017)

Menyusul sang aktris dan film, deretan nominasi untuk penghargaan sutradara terbaik juga menempatkan nama sineas hebat Indonesia dalam deretan. Dialah Mouly Surya, sutradara perempuan yang bertengger di nominasi ini lewat film “Marlina si Pembunuh Dalam Empat Babak.” Nama Mouly bersanding dengan sutradara – sutradara besar seperti Hirokazu Kore-eda (The Third Murder), Ana Urushadze (Scary Mother), Andrey Zvyagintsev (Loveless) dan Sanal Kumar Sasidharan (Sexy Durga). Memang tidak mengherankan, sebab film garapannya yang menceritakan tentang seorang perempuan di tanah Sumba yang berupaya melakukan balas dendam atas kejahatan yang menimpanya ini telah meraih pujian dari publik luar negeri dimana – mana bahkan melenggang mulus ke Cannes Film Festival beberapa waktu lalu.

Mouly Surya, Sutradara Film "Marlina si Pembunuh Dalam Empat Babak" (ytimg.com)
Mouly Surya, Sutradara Film "Marlina si Pembunuh Dalam Empat Babak" (ytimg.com)

Sebagai ajang penghargaan tertinggi dunia perfilman di regional Asia – Pasifik, masuknya para sineas dan karya mereka dalam nominasi APSA merupakan sebuah bentuk apresiasi yang perlu diacungi jempol. Hal ini membuktikan bahwa karya – karya anak negeri telah mampu memukau mata dunia, dan mampu bersanding sebagai salah satu yang terbaik di regional ini. Bukan tidak mungkin, kita berharap kedepannya perfilman Indonesia bisa menjadi kiblat perfilman Asia – Pasifik, bahkan dunia.

Puncak penghargaan APSA 2017 akan diselenggarakan pada 23 November 2017, bertempat di Brisbane Convention and Exhibition Centre (BECC), Australia. Mari kita mendukung para perwakilan Indonesia agar meraih penghargaan yang terbaik dalam ajang tersebut.  


*GNFI

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu