Seni, Eksotisme dan Potensi Perikanan Indonesia di Aquaculture Festival

Seni, Eksotisme dan Potensi Perikanan Indonesia di Aquaculture Festival
info gambar utama

Bisnis perikanan khususnya akuakultur memang tidak pernah ada habisnya, mulai dari perikanan konsumsi hingga perikanan non konsumsi. Menilik dari luas perairan yang begitu besar, Indonesia memang sudah semestinya memiliki segudang potensi untuk mewujudkan konsep negara maritim, dimana kemandirian dalam pemanfaatan potensi perairan khususnya laut menjadi tujuannya. Salah satu komoditas yang berpotensi untuk dijadikan bisnis yang menjanjikan yaitu ikan hias. Bisnis ikan hias bermula pada tahun 1930 di Srilanka kemudian berkembang pesat di Hawaii pada tahun 1953. Namun, sejak dekade 1960, Asia Tenggara khususnya Indonesia dan Filipina menguasai sekitar 65% perdagangan ikan hias dunia. Data tersebut tidak mengherankan, mengingat sedikitnya 240 jenis ikan hias air laut dan 226 jenis ikan hias air tawar berada di Indonesia, sehingga Indonesia dijuluki Home for Hundreds of Exotic Ornamental Fish Species. Bahkan, beberapa jenis ikan hias air tawar merupakan spesies asli dan tidak terdapat di negara lain, seperti Arwana, Botia, Balashark serta Rainbow Irian.

Ikan hias kini justru berkembang menjadi tren di semua kalangan masyarakat. Bagaikan primadona, ikan hias selalu eksis dengan permintaan yang kian melejit. Pun minat masyarakat terhadap ikan hias seolah olah tidak pernah lesu, baik di dalam maupun luar negeri. Ikan hias menjadi komoditas unggulan karena memiliki pesona yang membuat masyarakat jatuh hati kepadanya. Para hobiist, misalnya, mereka rela membayar mahal untuk sekedar mendapatkan ikan hias yang mereka minati. Tentu ini merupakan sebuah peluang besar bagi pebisnis untuk berlomba lomba dalam memenuhi permintaan para hobiist.

Ekspor ikan hias dalam rentang tahun 2010 – 2016 mengalami pertumbuhan rata rata sebesar 13,82% per tahun. Pada tahun 2016, ekspor ikan hias Indonesia mencapai US$ 24,642 juta dan dengan itu, menjadikan Indonesia menempati posisi tiga besar dunia dalam ranking ekspor ikan hias setelah Singapura dan Jepang. Jenis ikan hias yang banyak diekspor antara lain Arwana, Platy, Baster, Koi, Nemo, Mandarin Fish, dan Banggai Cardinal, dengan tujuan utama ekspor ke Amerika Serikat, Jepang, Hongkong, Australia, dan Inggris.

Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Slamet Soebjakto, mengemukakan dari target produksi ikan hias tahun 2016 sebesar 125 juta ekor, tercatat sudah mencapai 978 juta ekor yang terproduksi, artinya produksi sudah mencapai 115,16% dari yang ditargetkan. Namun, melihat animo masyarakat yang semakin meningkat, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) genjot produksi ikan hias hingga 2,1 miliar ekor untuk tahun 2017 dan pada tahun 2019 Indonesia diharapkan menjadi produsen dan pengkespor ikan hias nomor satu di dunia. Guna mencapai target tersebut, pemerintah melalui KKP secara aktif berupaya mengembangkan sentra-sentra produksi ikan hias berorientasi ekspor dalam skala luas dan dikelola secara intensif, sehingga mampu menyediakan produk dalam jumlah cukup, berkualitas dan terjamin kontinuitasnya. Wilayah sentra produksi ikan hias Indonesia tersebar di 18 provinsi di seluruh Indonesia, dengan sentra budidaya ikan hias terbesar terdapat di lima provinsi, yakni Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten dan D.I. Yogyakarta.

Besarnya potensi dan eksotisme dari ikan hias Indonesia ini mendorong Himpunan Mahasiswa Akuakultur IPB untuk menyelenggarakan acara Aquaculture Festival. Aquaculture Festival atau Aquafest merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Akuakultur, Institut Pertanian Bogor. Kegiatan yang sudah berlangsung dari tahun 2010 ini bertujuan untuk memberikan mengenalkan masyarakat terhadap dunia akuakultur. Kegiatan ini akan memperkenalkan prospek dan potensi akuakultur di Indonesia. Tidak hanya itu, inovasi, teknologi, dan eksotisme dari dunia akuakultur juga akan ditampilkan.

Kegiatan ini akan berlangsung pada tanggal 21-22 Oktober 2017 di Taman Koleksi, Kampus IPB Baranangsiang, Bogor. Terdapat berbagai macam rangkaian kegiatan pada Aquaculture Festival 2017 ini. Diantaranya, Aquaculture Center yang memperlihatkan inovasi dan teknologi di akuakultur. Lalu ada talkshow yang menghadirkan Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, pelaku usaha ikan hias, dan akademisi sebagai narasumber mengenai “Persaingan Global dan Pengembangan Akuakultur di Bidang Ikan Hias”. Kemudian Betta contest dan Aquascape contest merupakan lomba yang akan memperkenalkan sebagian kecil dari eksotisme bawah air Indonesia, khususnya di dunia akuakultur. Tidak lupa juga, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, ada kegiatan Restocking di wilayah perairan kota Bogor. Tidak ketinggalan juga beberapa rangkaian kegiatan menarik lainnya seperti bazar akuakultur, lomba poster, lomba menggambar dan mewarnai, serta hiburan dan games yang menarik.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini