Ini Dia Progres Jalan Tol Pertama di Lampung

Ini Dia Progres Jalan Tol Pertama di Lampung

©Arif Haryanto

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Masalah kemacetan di jalan raya lintas Sumatera di wilayah Lampung Tengah sudah lama menjadi momok bagi pengguna jalur ini. Apalagi jika musim mudik Lebaran tiba. Daerah Bandarjaya, Terbanggi Besar, pasti menjadi salah satu 'bottle neck', karena sempitnya ruas jalan, kondisi jalan yang tak rata, ditambah lagi adanya "pasar tumpah" di daerah itu. Nah, adanya proyek jalan tol baru yang menghubungkan mulai dari ujung selatan Provinsi Lampung ini akan memberikan alternatif mobilitas di jalan lintas Sumatera, selain jalan nasional lintas tengah dan jalan nasional pantai timur Lampung yang sudah ada saat ini.

Ruas tol Bakter (Bakauheni-Terbanggi Besar) merupakan bagian dari mega proyek Jalan Tol Trans Sumatera sepanjang 2.818 km, yang membentang dari Lampung hingga Aceh. Tol Bakter memiliki panjang 140 kilometer, mulai dari Pelabuhan Bakauheni di Lampung Selatan hingga Terbanggi Besar di Lampung Tengah.

Ruas tol ini tanggung jawab pembangunannya diserahkan ke Hutama Karya, yang mendapatkan suntikan modal dari pemerintah dengan skema Penyertaan Modal Negara (PMN). Data per Maret 2017, proses pembebasan lahan mencapai 75%, dengan pekerjaan konstruksi yang sudah selesai sekitar 20%. Masih ada beberapa ruas jalan yang terputus karena kendala lahan ini. Tol Bakter akan memiliki 10 interchange (IC), yaitu IC Pelabuhan, IC Bakauheni, IC Kalianda, IC Sidomulyo, IC Lematang, IC Kotabaru, IC Branti, IC Metro, IC Gunung Sugih, dan IC Terbanggi Besar.

Jalan tol ini memiliki rentang lebar 100-120 meter, termasuk lebar jalan tol yang sekitar 45 meter. Di sekitar pinggir tol akan dibangun juga berbagai fasilitas pendukung yang menyatu dengan jalur tol antara lain rel kereta, SUTET, boks utilitas mencakup jaringan gas, air minum, dan telekomunikasi.

Proyek Jalan Tol Trans Sumatera ini peletakan batu pertamanya dilakukan pada 30 April 2015 oleh Presiden Joko Widodo. Untuk pembangunannya dilakukan oleh konsorsium BUMN, yakni PT Hutama Karya, PT Pembangunan Perumahan, PT Waskita Karya, PT Wijaya Karya, serta PT Adhi Karya melalui skema penugasan. Pembangunan jalan tol ini direncanakan selesai sebelum Asian Games 2018. Jadi, bagi mereka yang ingin mudik ke arah Sumatera pada lebaran tahun depan, mudah-mudahan sudah bisa mencicipi jalan tol pertama di Lampung ini. []

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga9%
Pilih SedihSedih9%
Pilih SenangSenang64%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau18%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Bandara Terbaru di Yogyakarta Bakal Terintegrasi Dengan Kereta Api Sebelummnya

Bandara Terbaru di Yogyakarta Bakal Terintegrasi Dengan Kereta Api

Keren! Motor Listrik Karya Anak Bangsa Ini Bakal Dipajang di Galeri Internasional Makau Selanjutnya

Keren! Motor Listrik Karya Anak Bangsa Ini Bakal Dipajang di Galeri Internasional Makau

Arif Haryanto
@ikisiarif

Arif Haryanto

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.